Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Menelusuri Geneologis ESP: Mengangkat Benang Terendam

Menelusuri Geneologis ESP: Mengangkat Benang Terendam

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang, msinews.com – Dalam diri H. Ir. Eddy Santana Putra, M.T. mengalir empat darah keturunan suku asli Batanghari Sembilan, yaitu Sungai Pinang, Palembang, Komering, dan Muarakuang.

Kolonel H. Animan bin H. Achyat ayah kandung ESP berasal dari Sungai Pinang, Ogan Ilir. H. Achyat merupakan satu-satunya anak dari pernikahan Pangeran Liting dengan perempuan asal Lembak. H. Achyat bin Liting kakek ESP menikahi perempuan bangsawan (berdarah biru) asal Palembang, bernama Raden Ayu Lazimah.

Dari pernikahan H. Achyat bin Liting dan R. Ayu Lazimah lahir lima putra-putri, salah seorang di antaranya Kol. Animan bin Achyat ayah ESP.

Dari Cholidjah binti Depati Aziz ibu kandung berasal dari Rasuan, Ogan Komering Ulu. Depati Aziz menikah mempersunting Hj. Kordiah binti Pangeran H. Holik asal Muarokuang, Ogan Ilir. Pernikahan antara Depati Aziz dan Hj. Kordiah lahirlah Cholidjah ibu kandung ESP.

ESP lahir di Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung pada 20 Januari 1957. Ketika ESP lahir ayahnya alm. Kolonel H. Animan bin Achyat bertugas sebagai Komandan Batalyon E.RI 6.TT.II.SWD.

Selain ESP, pernikahan antara Kol. H. Animan bin Achyat dan Cholidjah juga dikaruniai tujuh anak lain. Tujuh saudara kandung dari ESP, yaitu H. Adji Dharma Wijaya, Sri Karinda, Hj. Rosmini, Sri Endang Istiati, Benny Wirawan Sentosa, Wijaya Kesuma, dan Eka Novianti.

H. Taufik Kiemas (alm) suami mantan Presiden R.I. Megawati Soekarno Putri dalam suatu kesempatan ketika ke Palembang, pernah berucap tentang ESP. “Eddy memang ada jurai menjadi pemimpin,” kata H. Taufik Kiemas.

Ucapan alm. Taufik Kiemas tidak dapat dianggap “asbun” alias asal bunyi. Ucapan tersebut bertolak dari fakta empiris dan fakta eksperimental. ESP muda sebelum terjun ke panggung politik telah lebih dikenal khalayak luas sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel. Secara mental-spiritual, wawasan, jiwa, dan talenta/bakat leadership (kepemimpinan) ESP sudah tertempa dan terasah secara baik.

Kecerdasan intelektual, emosial, dan spiritual ESP telah teruji, baik secara birokrasi pemerintahan maupun secara politik praktis. Sebagai pegawai pemerintah atau aparat sipil negara (ASN), kaliber bukan anak bawang. ESP layak menduduki jabatan lebih tinggi dari kepala dinas.

Bahkan, bukan untuk tujuan mengherankan diri, Kota Palembang mengalami kemajuan pesat dan berhasil memboyong piala Adipura ketika ESP menjabat walikota hingga dua kali berturut-turut, yaitu periode 2003-2008 dan periode 2008-2013). ESP kali pertama dilantik sebagai Walikotamadia Palembang pada 21 Juli 2003.

*Keranjang dan Sapu*

Menjelang Pilkada Sumsel Serentak 27 November mendatang, ada dua peribahasa Inggris yang kontekstual dengan sikon (situasi dan kondisi) aktual ekosospolbud Sumsel.

Peribahasa pertama berbunyi, “Don’t put your eggs on one basket.” (Jangan tempatkan telur-telur [ayam milikmu] dalam satu keranjang). Wilayah pemaknaan (hermeneutika) peribahasa ini lebih cenderung menunjukan pada nilai egaliterian (kebersamaan di dalam keberagaman). Inggris memaknai peribahasa itu secara politis untuk kepentingan ekspansif hingga Inggris berhasil mewujudkan koloninya ke seluruh.

Cara Inggris membentuk koloni relatif berbeda dengan Perancis, Belanda, Spanyol, dan Portugis. Boleh dibilang Inggris adalah kolonialis budiman. Terbukti negara-negara koloni jauh lebih maju dibandingkan dengan negara-negara koloni Perancis, Spanyol, Portugis. Seperti apa negara bekas koloni Belanda, tengoklah Indonesia. Kolonial Belanda merampok sumber daya alam, mengadu domba sumber daya manusia Nusantara, membodohi dan menjadikan mayoritas pribumi Nusantara sebagai penduduk terkebelakang dan bodoh.

Peribahasa kedua berbunyi, “A dirty broom can still clean.” (Sapu kotor [sekali pun] masih dapat membersihkan).

Hermeneutika peribahasa kedua ini menunjuk pada substansi tentang sesuatu yang mesti dikembalikan pada esensinya. Substansi sapu bisa jadi beragam namun esensi sapu tetap satu, yaitu membersihkan atau mengubah keadaan kotor menjadi bersih, diumpamakan dengan sapu.

Ibarat kata, tidak ada sapu bersih, pilih dan ambil yang tidak terlampau kotor, kemudian gunakan sapu yang kotor itu buat mengumpulkan kotoran berserakan menjadi satu untuk diangkut dan dibuang. Begitulah perumpamaan yang tersurat dalam peribahasa kedua tersebut.

ESP sebagai Cagub berdampingan dengan Cawagub Dr Riezky Aprilia, S.H., M.H. (akrab dengan panggilan Kikie) pada Pilkada Sumsel 2024, dalam konteks dua peribahasa asing tersebut menemukan ruang pemaknaan ideal masing-masing secara lugas, jelas, dan tuntas.

Dengan mengusung visioneristik E-RA Baru, Semangat Baru, Harapan Baru, dan Pemimpin Baru. ESP dan Kikie dalam banyak kesempatan di hadapan publik secara lantang meneriakkan Sumsel CERAH (Cerdas, Sehat, Sejahtera) sebagai misi utama dari tak kurang dari 13 program andalan mereka.

Sumsel dikiaskan memiliki banyak telur dan E-RA lewat konsep baru mereka akan meletakkan telur-telur itu secara proporsional dan merata di tidak kurang 17 keranjang. Keranjang itu diksi untuk menyebut kita/kabupaten di Sumsel.

Agar telur-telur terdistribusi secara aman, adil, dan merata, E-RA telah menyiapkan sapu untuk merawat kebersihan 17 keranjang. Jik tak dijumpai sapu bersih, tak kenapa dipakai saja lebih dulu sapu kotor sambil menunggu proses pembersihan.

Seperti publik luas kehendaki, sapu sekadar untuk membersihkan. Sapu bukan tujuan. Di dalam sapu itu ada Semangat Baru, Harapan Baru, dan Pemimpin Baru yang bersih, kapabel, dan transparan.

E-RA dapat diibaratkan sebagai segulungan benang yang terendam. Melalui Pilkada Sumsel 2024, jika rakyat menghendaki perubahan lebih baik ke depan, E-RA mengajak mayoritas agar segera Mengangkat Benang Terendam. (SN/Biro SumselBabel)**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Hukum

    Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Resmi Dibentuk untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, MSInews.com – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud secara resmi telah membentuk tim hukum guna mengusut dan mengumpulkan bukti terkait dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. “Pembentukan tim hukum ini bertujuan untuk memperkarakan pemilu,” ujar Mahfud MD dikutip, Senin, 16/2/2024. Deputi 360 TPN Ganjar-Mahfud, Syafril Nasution menambahkan pembentukan tim hukum ini dilakukan […]

  • Melancong ke Taman Batu Purwakarta, Destinasi Estetik dengan Keindahan Geologi

    Melancong ke Taman Batu Purwakarta, Destinasi Estetik dengan Keindahan Geologi

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    ”Taman Batu Purwakarta menawarkan suasana tenang dan asri yang cocok untuk relaksasi, dengan pemandangan alam perbukitan dan persawahan yang menenangkan. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Burangrang, dikelilingi oleh hutan dan sungai, memberikan udara sejuk dan pemandangan yang memanjakan mata.” Purwakarta,msinews.com – Sebuah permata di Jawa Barat, tak henti-hentinya memukau dengan pesona alamnya, keindahan Taman […]

  • Selamat Jalan Melitha Sidabutar

    Selamat Jalan Melitha Sidabutar

    • calendar_month Senin, 8 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Penyanyi Melitha Patricia Sidabutar  meninggal dunia Senin (8/4/2024). Kabar tersebut disampaikan oleh pihak label musiknya, Impact Music Indonesia, melalui unggahan di Instagram. “In loving memory of Melitha Patricia Sidabutar. 08.01.2001-08.04.2024. You will be missed forever,” tulis Impact Music Indonesia. Jenazah almarhuma disemayamkan di Rumah Duka Carolus,Jalan Salemba Jakarta Pusat. Sementara ibadah penghiburan oleh gereja Tiberias […]

  • Bawaslu Sumsel Soal Pelanggaran Fatal Pilkada Sumsel 2024, Pengamat: Apakah PSU atau Diskualifikasi!

    Bawaslu Sumsel Soal Pelanggaran Fatal Pilkada Sumsel 2024, Pengamat: Apakah PSU atau Diskualifikasi!

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Berita dan foto Bawaslu Sumsel melakukan penggerebek gudang sembako, diduga kuat milik Paslon (pasangan calon) HDCU viral di media sosial. “Penggerebekan itu menyusul peredaran video berisi sejumlah orang bekerja mengemas paket sembako. Para pekerja itu meneriakkan, “Kosong Satu,” lalu disambut pekerja lain dengan meneriakkan, “HDCU.” Selanjutnya mereka tertawa renyah. Komisioner Bawaslu Sumsel […]

  • Fahira Idris: Penguatan DPD RI Idealnya Dipimpin Sosok Pendobrak, Pertahankan La Nyalla 

    Fahira Idris: Penguatan DPD RI Idealnya Dipimpin Sosok Pendobrak, Pertahankan La Nyalla 

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kepemimpinan DPD RI butuh figur pendobrak. Hal ini mengingat agenda penguatan DPD RI punya tantangan yang signifikan. Hal itu disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Fahira Idris “Oleh karena itu, lembaga ini idealnya dipimpin oleh sosok pendobrak. Saya berharap, Pak La Nyalla Mahmud Mattalitti bersedia kembali memimpin DPD RI lima tahun ke […]

  • KPK Minta Imigrasi Cegah 4 Orang, Lanjutan Pengembangan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika Papua

    KPK Minta Imigrasi Cegah 4 Orang, Lanjutan Pengembangan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika Papua

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan Ali Fikri menyampaikan telah ajukan pencegah terhadap empat orang terkait pengembangan kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Kabupaten Mimika, Papua. Kasus dugaan Korupsi tersebut telah menjerat Bupati nonaktif Mimika Eltinus Omaleng ke jeruji besi. Pasalnya pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di […]

expand_less