Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Catatan Ketua MPR RI Tentang Fakta Kemiskinan, PHK dan Urgensi Food Safety Nets

Catatan Ketua MPR RI Tentang Fakta Kemiskinan, PHK dan Urgensi Food Safety Nets

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

OLeh Dr. Bambang Soesatyo,SE.,SH.,MBA

GAGASAN presiden terpilih Prabowo Subianto tentang Food Safety Nets menjadi sangat relevan dan urgen jika dihadapkan pada ekses ketidakpastian saat ini, utamanya terhadap komunitas yang lemah dan berkekurangan. Dengan meningkatnya jumlah warga miskin akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), realisasi Food Safety Nets harus dipastikan efektif untuk memenuhi kebutuhan individu atau komunitas warga yang rentan dari kerawanan pangan.

Segera setelah naiknya harga minyak mentah di pasar dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat), sebagian besar publik paham bahwa perekonomian nasional pun menerima ekses dari fluktuasi dua indikator itu. Banyak orang pun mengatakan perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Harga barang dan jasa naik, daya beli pun menurun. Bahkan komunitas kelas menengah pun mengeluh karena tabungan keluarga menipis, dikuras untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Perekonomian nasional yang sedang tidak baik-baik saja itu semakin terkonfirmasi dengan laporan dan pemberitaan tentang masifnya PHK.

Berbagai kalangan sudah coba memprediksi apa yang akan dihadapi masyarakat dalam bulan-bulan mendatang. Namun, dari pemberitaan tentang PHK yang masif –dan juga fakta tentang jutaan remaja komunitas Gen-Z yang tidak bekerja– bisa ditarik kesimpulan bahwa jumlah warga yang butuh bantuan sosial dari negara akan terus dan terus bertambah. Maka, gagasan dan program prioritas dari Prabowo tentang food safety nets menjadi sangat relevan, bahkan urgen. Sebab, ketika semakin banyak orang yang kesulitan mendapatkan bahan pangan, negara harus hadir. Intervensi negara menjadi kenicayaan sebagai wujud penghormatan terhadap martabat manusia yang lemah, berkekurangan dan difabel (penyandang disabilitas).

Dalam praktiknya, Food safety nets dipahami sebagai program yang dirancang untuk melindungi individu maupun komunitas yang rentan dari kerawanan pangan. Realisasi program ini bisa dalam bentuk bantuan pangan, subsidi harga pangan, atau pendekatan lain yang fokus pada target yang memastikan semua orang — utamanya yang paling rentan — memiliki akses ke pangan yang cukup dan bergizi.

Sejumlah negara pernah dan telah menerapkan program Food Safety Nets dengan sukses. India merancang Public Distribution System (PDS) yang bertugas menyediakan makanan pokok dengan harga subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Di Brazil, program Bolsa Família memberikan transfer tunai kepada keluarga miskin dengan syarat anak-anak mereka bersekolah dan mendapatkan imunisasi. Dengan begitu, dalam konteks penerapan food safety nets di Indonesia nantinya, sudah tersedia contoh kasus yang bisa dipelajari.

Sebenarnya, dalam skala yang lebih kecil, esensi food safety nets hingga hari-hari ini pun masih dipraktikan sejumlah komunitas di Indonesia. Terpanggil karena peduli pada mereka yang lemah, kepada warga yang berkekurangan hingga peduli pada komunitas difabel, sejumlah komunitas berinsiatif membantu mereka dengan memasak, menyediakan dan membagikan makanan. Di sepanjang durasi krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 (2020-2022), inisiatif yang sama sangat marak, karena banyak komunitas di berbagai daerah mempraktikan food safety nets itu.

Kini, ketika perekonomian nasional sedang tidak baik-baik saja — yang ditandai oleh meningkatnya jumlah pengangguran akibat masifnya PHK — intervensi negara melalui food safety nets yang digagas Prabowo selaku presiden terpilih semakin nyata urgensinya. Ketika gagasan itu direalisasikan, program itu setidaknya dapat meringankan beban kehidupan bagi mereka yang lemah dan berkekurangan akibat PHK, serta membantu komunitas difabel.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2024 mencapai 25,22 juta orang. Karena itu, jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2024 dinaikan menjadi sekitar 22 juta keluarga, dari sebelumnya 21,3 juta keluarga.

PHK yang terjadi di berbagai sektor dan sub-sektor perekonomian Indonesia dalam beberapa bulan terakhir sudah pasti menyebabkan daya beli sebagian masyarakat melemah, termasuk untuk membeli bahan pangan. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan RI, sepanjang periode Januari-Mei 2024, sedikitnya 27.222 orang tenaga kerja terdampak PHK. Dibanding periode yang sama tahun lalu, jumlah pekerja yang di-PHK tahun sudah meningkat 48,48 persen.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) melaporkan bahwa PHK di sektor industri itu telah mencapai 10.800 tenaga kerja per Mei 2024. Industri padat karya pun telah mem-PHK puluhan ribu karyawan dalam dua tahun terakhir. Agar gambarannya lebih komprehensif, data Badan Pusat Statistik (BPS) layak dihadirkan, yakni data tentang 10 juta komunitas Gen-Z yang tidak melanjutkan dan tidak bekerja. Tambahan jumlah pengangguran di kota-kota besar pun setidaknya tergambar dari sejumah pusat belanja atau mall yang kosong. Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia bahkan memperkirakan PHK akan berlanjut pada bulan-bulan mendatang.

Hari-hari ini, apa yang sedang dihadapi masyarakat pada delapan kelurahan di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, semakin memperjelas pentingnya kepedulian dan intervensi negara membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul telah mengeluarkan status siaga kekeringan sejak 1 Juni hingga 30 Agustus 2024.

Hingga pekan ini, sudah delapan kelurahan yang mengajukan permintaan air bersih, meliputi Kelurahan Girisuko dan Giriharjo di Kecamatan (Kapenawon) Panggang, Kelurahan Giripanggung dan Tepus di Kecamatan Tepus, kelurahan Semugih di Kecamatan Rongkop, serta Kelurahan Jepitu, Karangwuni, dan Jerukwudel di Kecamatan Girisubo. Pemda setempat bergerak cepat dengan memasok air bersih. Kalau air bersih tidak tersedia, bahkan masyarakat setempat pun tidak bisa memasak makanan dan menyediakan air minum. Dalam situasi seperti itulah negara harus hadir dengan model program food satety nets.

Semua tentu berharap kinerja perekonomian nasional hari-hari mendatang bisa membaik. Tetapi, berpijak pada situasi dan data terkini, negara memang harus menyiapkan langkah-langkah intervensi dengan model program seperti food safety nets itu. Utamanya karena jumlah warga yang butuh bantuan sosial dari negara terus bertambah.

Tantangannya adalah ketika program food safety nets itu direalisasikan di lapangan. Realisasi program ini patut dirancang sedemikian rupa untuk meminimalisir masalah, termasuk penyalahgunaan. Pemerintahan baru nanti patut belajar dari fakta kasus tentang korupsi bantuan sosial. Maka, akurasi data tentang mereka yang berhak menerima manfaat program hendaknya menjadi perhatian utama.

Banyak komunitas di berbagai daerah memiliki pengalaman yang mumpuni dan bisa diandalkan untuk melaksanakan program foof safety nets itu. Akan ideal dan produktif jika pemerintah mau berkolaborasi dengan komunitas-komunitas dimaksud. ** (Sumber : MPR.RI).

*) Bambang Soesatyo adalah Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Borobudur, Universitas Trisakti dan Universitas Pertahanan RI (UNHAN).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penangkapan Saipul Jamil

    Penangkapan Saipul Jamil: Polisi Bantah, Ada Berseragam POLISI

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Polisi mengklarifikasi bahwa oknum yang melakukan kekerasan saat penangkapan terhadap Saipul Jamil di dekat Halte TransJakarta Jelambar, Jakarta Barat, pada Jumat (5/1) sore, bukanlah anggota Kepolisian. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi, menyampaikan hal ini dalam jumpa pers di Polsek Tambora pada Sabtu. Menurut Syahduddi, setelah dilakukan ‘cross-check’ terhadap tiga […]

  • Mantan Penyidik KPK Dukung Bongkar Dugaan Intervensi

    Mantan Penyidik KPK Dukung Bongkar Dugaan Intervensi

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha, memberikan dukungan kepada eks Ketua KPK, Agus Rahardjo, untuk membongkar dugaan intervensi yang terjadi selama kepemimpinannya. Praswad, yang kini menjabat sebagai Ketua Indonesia Memanggil Institute (IM57+), menyatakan bahwa intervensi tersebut melibatkan Presiden Joko Widodo dan berkaitan dengan kasus korupsi e-KTP yang menjerat mantan […]

  • Rakernas MDMC, Irman Gusman: Kepercayaan Publik Jadi Modal MDMC Perluas Jejaring Kemanusiaan

    Rakernas MDMC, Irman Gusman: Kepercayaan Publik Jadi Modal MDMC Perluas Jejaring Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 562
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, MSINEWS.COM- Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman mendorong Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memastikan jejaring relawan, logistik, layanan kesehatan, dan pembiayaan siap digerakkan sebelum krisis. Melalui gagasan MDMC 4.0, ia mengajak Muhammadiyah mengubah kepercayaan publik menjadi kemampuan nyata untuk melindungi warga dan mempercepat pemulihan kehidupan mereka. Gagasan itu disampaikan Irman saat menjadi keynote […]

  • Paus Fransiskus Menunjuk Uskup Baru Keuskupan Agung Kupang di Indonesia

    Paus Fransiskus Menunjuk Uskup Baru Keuskupan Agung Kupang di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kupang,msinews.com-Paus Fransiskus menunjuk Pastor Hironimus Pakaenoni sebagai uskup baru Keuskupan Agung Kupang, Indonesia, pada Sabtu (9/3/2024). Paus menerima sepenuhnya pengunduran diri Uskup Turang, memberinya status uskup agung emeritus Kupang. “Hari ini, 9 Maret 2024, pukul 12.00 waktu Roma dan 19.00 waktu Kupang, Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatan Pastor Hironimus Pakaenoni sebagai Uskup Metropolitan Kupang,” kata Uskup […]

  • Boyamin Tanggapi Keputusan Dewas KPK Terkait Firli Bahuri

    Boyamin Tanggapi Keputusan Dewas KPK Terkait Firli Bahuri

    • calendar_month Sabtu, 9 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, memberikan tanggapan tajam terkait keputusan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan membawa laporan dugaan pelanggaran etik Ketua KPK non aktif, Firli Bahuri, ke Persidangan Pelanggaran Etik. Menurut Boyamin, fokusnya terletak pada aspek kedua yang terkait dengan rumah sewa di Jalan Kartanegara nomor […]

  • Kasatgas Tito Serahkan Bantuan Sapi Presiden Prabowo kepada Masyarakat Aceh

    Kasatgas Tito Serahkan Bantuan Sapi Presiden Prabowo kepada Masyarakat Aceh

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Msinews.com –  Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyerahkan secara simbolis bantuan 1.455 ekor sapi dari Presiden Prabowo untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. “Ini Bapak Presiden tadi juga … memberikan bantuan juga sesuai tradisi yang […]

expand_less