Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Harga Kelapa Anjlok,Pemerintah Diminta  untuk Tinjau Kembali Kebijakan Ekspor

Harga Kelapa Anjlok,Pemerintah Diminta  untuk Tinjau Kembali Kebijakan Ekspor

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INHIL, MSINEWS.COM-Hal tersebut disampakkan oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr. Syahrul Aidi Maazat.

Ia meminta pemerintah segera melakukan intervensi terhadap harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mengalami penurunan tajam.

Slain itu, Aidi  juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan ekspor kelapa karena kapasitas industri dalam negeri saat ini belum mampu menyerap seluruh produksi petani.

Menurutnya, persoalan harga kelapa di Inhil harus segera ditangani karena menyangkut kehidupan masyarakat yang bergantung pada komoditas perkebunan tersebut.

” Salah satu persoalan utama yang menyebabkan harga kelapa anjlok adalah ketidakseimbangan antara produksi dengan kemampuan penyerapan industri dalam negeri,” trgasnya kepada awak media,Minggu 23 Agustus 2026.

Ia mengatakan, Inhil memiliki produksi kelapa yang sangat besar, mencapai sekitar 6,95 juta butir per hari. Namun, kemampuan industri dalam negeri disebut baru mampu menampung sekitar 2 juta butir per hari.

Artinya, terdapat jutaan butir kelapa yang belum terserap secara optimal. Ketika produksi tinggi sementara kapasitas industri terbatas, kelapa akhirnya menumpuk di tingkat masyarakat dan membuat posisi petani semakin lemah dalam menentukan harga jual.

Menurutnya, pemerintah memang perlu mendorong hilirisasi kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Namun, kebijakan hilirisasi harus berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan dalam negeri.

“Kalau produksi 6,95 juta itu bisa terserap dengan sempurna, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, tentu harga akan lebih baik dan petani akan mendapatkan keuntungan. Jangan sampai karena kebijakan hilirisasi sementara industri dalam negeri belum mampu menyerap seluruh produksi, kelapa justru menumpuk di masyarakat,” tegas Syahrul Aidi.

Karena itu, ia meminta pemerintah meninjau kembali berbagai kebijakan yang menghambat ekspor kelapa. Menurutnya, ekspor masih menjadi salah satu solusi penting untuk menyerap produksi petani selama kapasitas industri pengolahan dalam negeri belum mampu menampung seluruh hasil produksi.

Syahrul Aidi menilai tidak tepat jika akses ekspor diperketat sementara industri domestik belum memiliki kemampuan untuk menyerap produksi kelapa secara maksimal.

Lanjutnya,bahwa pemerintah harus menjaga keseimbangan antara agenda hilirisasi dan kebutuhan pasar petani. Hilirisasi tetap harus dilanjutkan, tetapi jangan sampai dalam prosesnya justru menyebabkan hasil panen petani tidak terserap.

“Jangan sampai kebijakan yang tujuannya baik untuk hilirisasi justru membuat petani menjadi korban karena hasil produksinya tidak terserap. Hilirisasi harus berjalan, tetapi pasar ekspor juga harus tetap menjadi bagian dari solusi selama kapasitas industri dalam negeri belum mencukupi,” ujar Syahrul Aidi.

Dijelaskan, apabila produksi kelapa dapat terserap secara optimal, baik oleh pasar dalam negeri maupun pasar ekspor, harga di tingkat petani berpotensi kembali meningkat. Bahkan, dengan kondisi penyerapan yang sempurna, harga kelapa dapat mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut tentu akan jauh lebih menguntungkan petani dibandingkan harga saat ini yang mengalami tekanan akibat terbatasnya penyerapan.

Syahrul Aidi juga mendorong pemerintah mempercepat pembangunan industri hilirisasi kelapa di Inhil. Tambahan kapasitas pengolahan dinilai sangat dibutuhkan mengingat produksi kelapa Inhil yang mencapai jutaan butir setiap hari.

Ia menyarankan, sambil menunggu pembangunan dan peningkatan kapasitas industri tersebut, pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk menjaga harga dan memastikan hasil panen petani tetap memiliki pasar.

Masih kata dia,menilai pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan pabrik sebagai solusi jangka panjang. Dalam kondisi saat ini, akses terhadap pasar ekspor tetap diperlukan untuk menampung produksi yang belum mampu diserap industri domestik.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana produksi petani terserap. Kalau industri dalam negeri baru mampu menyerap sekitar 2 juta dari 6,95 juta produksi, maka sisanya harus memiliki akses pasar. Jangan sampai kelapa menumpuk dan akhirnya harga jatuh,” kata Syahrul Aidi.

Syahrul Aidi berharap pemerintah pusat segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan perdagangan kelapa sekaligus mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga di tingkat petani.

Dijelaskan, bahwa potensi kelapa Inhil sangat besar dan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi Riau maupun nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara hilirisasi, kapasitas industri dalam negeri, akses ekspor dan perlindungan harga petani.

Dengan penyerapan yang lebih optimal, baik melalui industri domestik maupun pasar ekspor.

“Petani kelapa Inhil dapat memperoleh harga yang lebih baik sekaligus mendapatkan manfaat lebih besar dari potensi komoditas kelapa yang dimiliki daerah tersebut.”tutup Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS ini.**

Editor : tim redaksi

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen: Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru 

    Sekjen: Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru 

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Msinews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah menjadi prioritas Kemenag untuk meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan yang unggul dan kompetitif. Selama ini, pihaknya intensif melakukan koordinasi terkait berbagai kebijakan tentang guru dengan Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan, maupun Komisi VIII DPR RI. “Kemenag […]

  • Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 20 September 2026

    Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 20 September 2026

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode 24 jam terakhir hingga pukul 07.00 WIB, dari Sabtu sampai dengan Minggu, 19-20 September 2026. Sejumlah daerah dilaporkan mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa pada peristiwa tersebut. Karhutla terjadi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu […]

  • Gagal ke Olimpiade Iwan Bule Tetap Apresiasi Perjuangan Garuda Muda

    Gagal ke Olimpiade Iwan Bule Tetap Apresiasi Perjuangan Garuda Muda

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Timnas U23 Indonesia gagal menyegel satu tiket Olimpiade Paris 2024 setelah kalah 0-1 dari Guinea di laga play-off yang berlangsung di Clairefontaine, Prancis, Kamis (9/5/2024), malam. Meski demikian, perjuangan tim berjuluk Garuda Muda tetap diapresiasi Iwan Bule. Hal tersebut diungkapkan pria yang memiliki nama lengkap Mochamad Iriawan usai menyaksikan laga Indonesia kontra Guinea di […]

  • Optimis, Hj.Novita Hardini akan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Seni di Indonesia di Senayan 

    Optimis, Hj.Novita Hardini akan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Seni di Indonesia di Senayan 

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Hj. Novita Hardini Mochamad, S.E., M.E., anggota DPR RI terpilih dari Fraksi PDI-Perjuangan, Dapil Jawa Timur VII optimis dirinya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat sebagaimana peran dan tugasnya sebagai seorang Legislatif di DPR Pusat. Berangkat dari Seni Peran, Novita berkomitmen memperjuangkan apa yang dititipkan konstituennya. “Sebagai perempuan, saya merasakan campur aduk menjelang hari ini. Ada ketakutan […]

  • Penghitungan Suara

    Penghitungan Suara Pemilu Dapil Lamsel I Memasuki Tahap Akhir

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Lamsel, MSINews.com – Penghitungan manual atau real count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Selatan I (Kalianda – Rajabasa) telah mencapai tahap krusial dengan persentase data masuk mencapai 83,58% pada Senin, 19 Februari 2024, pukul 13.00 WIB. Dari total 241 TPS, sebanyak 286 TPS telah berhasil dihitung. Menurut data yang […]

  • Kemnaker Tegaskan,  Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Jadi Mitra MagangHub

    Kemnaker Tegaskan,  Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP untuk Jadi Mitra MagangHub

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM –Perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 wajib terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Demikian ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, Adapun,salah satu persyaratan harus menjadi bagian dari proses verifikasi untuk memastikan perusahaan mitra memiliki legalitas serta data ketenagakerjaan yang aktif dan valid. Lanjut […]

expand_less