BNPB Tambah 238 Unit Huntap Mandiri Bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- visibility 321
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LARANTUKA,MSINEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pemulihan pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan menyiapkan pembangunan tambahan 238 unit hunian tetap (huntap) mandiri bagi warga terdampak yang saat ini masih menempati hunian sementara (huntara).
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Flores Timur meninjau Huntara di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Jumat (17/7/2026).
Adapun, kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau proses pemulihan jangka panjang sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam dialog bersama warga, pemerintah pusat dan pemerintah daerah merespons keinginan masyarakat yang berharap segera menempati hunian tetap.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran telah menetapkan tiga lokasi relokasi dan menyepakati percepatan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk usulan pembangunan 238 unit huntap mandiri.
Program huntap mandiri merupakan pengembangan dari tahap awal yang diperuntukkan bagi 12 kepala keluarga. Hingga kini, 11 unit rumah telah selesai dibangun, sementara satu unit lainnya segera dikerjakan setelah persoalan administrasi lahan diselesaikan.
Keberhasilan tahap awal tersebut mendorong masyarakat mengusulkan tambahan 238 unit huntap mandiri. Pembangunan rumah tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan kawasan huntap utama yang dikerjakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kami mengapresiasi solusi partisipatif dari pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pihak terkait. Pembangunan 238 unit huntap mandiri ini akan segera dibangun, semoga ini bersamaan dengan pembangunan huntap dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sehingga proses pemulihan warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki Laki bisa selesai lebih cepat dan efektif,” ungkap Suharyanto.
Selain berdialog dengan warga, Kepala BNPB juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang tinggal di hunian sementara sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Pada hari yang sama, Suharyanto meninjau Pos Pemantauan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Titehena, untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik.
“Erupsi Gunungapi Lewotobi Laki Laki hingga saat ini masih berlangsung, berdasarkan laporan dari pos pemantauan gunungapi pada hari ini sempat terjadi erupsi kurang lebih 800 meter dari kawah gunung, sehingga masyarakat dilarang mendekat ke arah gunung dalam radius 6-7 kilometer” ujar Suharyanto.
BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat proses pemulihan pascabencana, termasuk penyediaan hunian tetap dan perlindungan bagi masyarakat yang masih terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Editor ; tim redaksi msinews/dese lewuk
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar