Eddy Soeparno ; Penurunan Harga Minyak Harus Untungkan Masyarakat
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Eddy Soeparno
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno ,meminta pemerintah segera menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah memperoleh pasokan minyak mentah dengan harga yang lebih rendah. Dengan demikian, tren penurunan harga minyak dunia dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebijakan energi berjalan sesuai dinamika pasar global.
Eddy Soeparno yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan, pelemahan harga minyak mentah dunia pada akhirnya akan memengaruhi harga BBM di dalam negeri. Meskipun, penyesuaian harga belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah masih menyalurkan BBM yang berasal dari stok minyak dengan harga pembelian sebelumnya yang lebih tinggi.
“Nanti akan ada penyesuaian terhadap harga minyak mentah, dan terhadap produk turunannya seperti BBM pasti akan ada pengaruh. Hanya sekarang mungkin masih belum bisa dilakukan penurunannya karena kita masih menjual BBM yang dibeli dengan harga yang mahal. Ketika stok itu sudah habis dan diganti dengan pembelian baru yang harganya lebih murah, otomatis nanti akan ada penyesuaian,” kata Eddy kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Lanjutnya, Komisi XII juga telah menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat dengar pendapat. Menurutnya, pemerintah perlu segera menyesuaikan harga jual BBM kepada masyarakat setelah memperoleh pasokan dengan harga yang lebih rendah.
“Kami sudah sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian ESDM bahwa segera setelah pemerintah mendapatkan harga yang lebih murah dan sudah bisa menjual kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah, tentu harus disesuaikan harga penjualan BBM-nya,” tegas Politisi Fraksi PAN tersebut.
Penyesuaian kata dia, penurunan harga minyak dunia juga harus dimanfaat kan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Ia mendorong pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan bauran bioenergi agar ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dapat terus ditekan.
”Peningkatan penggunaan biodiesel maupun campuran etanol dalam BBM perlu diiringi dengan penguatan produksi bahan baku dan industri pengolahannya di dalam negeri sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,”katanya.
Sebelumnya, isu penurunan harga minyak mentah dunia ini mengemuka setelah negara-negara anggota OPEC+ meningkatkan produksi minyak sehingga menekan harga minyak global.
Adapun, kondisi tersebut memunculkan harapan agar biaya energi dapat lebih terkendali dan memberikan ruang bagi penyesuaian harga BBM di dalam negeri, sekaligus menjadi momentum memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan dan bioenergi.
Harga minyak dunia melemah
Dihimpun dari berbagai sumber, harga minyak dunia melemah pada akhir perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat atau Selasa (7/7/2026) pagi WIB ke level sebelum perang Amerika Serikat (AS) dan Iran mencuat.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun tipis 13 sen atau 0,2 persen menjadi 71,99 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 14 sen atau 0,2 persen menjadi 68,55 dollar AS per barrel.
Adapun, patokan global minyak Brent berada di angka sekitar US$72,29 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar US$68 hingga US$72,3 per barel.
Harga tersebut menunjukkan sedikit penguatan di tengah bayang-bayang melimpahnya pasokan global dan pemangkasan harga jual oleh produsen utama.
Editor; tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar