Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Urgensi Menghidupkan Rute Trans Semarang di Pasar Johar

Urgensi Menghidupkan Rute Trans Semarang di Pasar Johar

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 428
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINEWS.COM-Pasar Johar bukan sekadar episentrum perdagangan, melainkan saksi bisu denyut nadi transportasi massal di Kota Semarang. Jika pada era 1980-an kawasan ini menjadi hub utama tempat bermuaranya puluhan trayek Bus DAMRI dan angkutan kota, kini potret tersebut telah bergeser secara drastis._

Ironisnya, di tengah upaya menghidupkan kembali pasar bersejarah ini, infrastruktur penunjang seperti halte justru berdiri membisu tanpa fungsi. Menghidupkan kembali konektivitas transportasi ke dalam pasar bukan lagi sekadar pilihan rute, melainkan langkah strategis untuk merajut kembali kejayaan ekonomi dan aksesibilitas kawasan cagar budaya ini.

Di Kawasan Pasar Johar, terdapat fasilitas halte bus yang saat ini terbengkalai. Padahal, untuk mendongkrak aktivitas dan meramaikan pasar, pemerintah daerah bisa mengalihkan atau memperpanjang rute Trans Semarang agar langsung masuk ke kawasan tersebut.

Sejak awal operasionalnya pada era 1980-an, Bus DAMRI di Semarang telah menjadikan Pasar Johar sebagai pusat tujuan trayek utama, seperti rute Pasar Babadan–Pasar Johar, Jrakah-Pasar Johar dan Pasar Jatingaleh–Pasar Johar. Tak hanya bus, sejumlah rute angkutan kota (angkot) pun berpusat di sini, mulai dari Sampangan, Karangayu, Tlogosari, Tanah Mas, Tegalwareng, Genuk, Banyumanik, hingga Kabluk. Namun kini, pusat integrasi tersebut telah beralih ke Simpang Lima. Pergeseran ini membuat Halte Simpang Lima bersama Halte Balaikota menjadi halte tersibuk di Kota Semarang karena melayani hampir seluruh koridor Trans Semarang.

Jika sejumlah rute Trans Semarang, baik koridor utama maupun rute feeder (pengumpan) berhasil dimasukkan ke dalam Kawasan Pasar Johar, manfaat yang dihasilkan akan sangat signifikan. Manfaat ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan penataan ruang kota.

*Pertama, dampak ekonomi (mengaktifkan _economic multiplier effect_ )* . Meningkatkan kunjungan pembeli, Pasar Johar sebagai pusat grosir dan ritel bersejarah membutuhkan aksesibilitas yang mudah untuk menarik pengunjung. Kehadiran Trans Semarang yang langsung berhenti di dalam kawasan pasar akan menurunkan hambatan psikologis masyarakat untuk datang, sehingga potensi transaksi pedagang meningkat. Kemudian efisiensi biaya logistik dan perjalanan. Transportasi publik yang andal dan murah akan menekan pengeluaran transportasi bulanan bagi para pedagang, pegawai pasar, maupun pembeli. Penghematan biaya transportasi ini dapat dialihkan untuk konsumsi barang di dalam pasar.

*Kedua, peningkatan aksesibilitas dan keadilan sosial ( _social inclusivity_ )* . Kemudahan bagi kelompok rentan, Pasar Johar dihuni oleh beragam demografi, termasuk lansia, perempuan, dan pekerja sektor informal (seperti buruh gendong). Armada Trans Semarang, terlebih jika menggunakan armada _low deck_ (lantai rendah), memberikan aksesibilitas yang ramah, aman, dan berkeadilan bagi mereka untuk bermobilitas tanpa harus berjalan jauh ke jalan raya luar kawasan. Selain itu, konektivitas antarwilayah yang lebih luas dengan menghubungkan Pasar Johar langsung ke koridor utama, warga dari wilayah pinggiran Semarang (seperti Mangkang, Penggaron, Cangkiran, atau Gunungpati) dapat menuju pusat perdagangan ini dengan sekali atau dua kali naik kendaraan secara efisien.

*Ketiga, efisiensi jaringan dan optimalisasi infrastruktur transportasi* . Pemanfaatan aset halte yang mangkrak dengan memasukkan bus ke dalam kawasan akan menghidupkan kembali infrastruktur halte yang saat ini tidak termanfaatkan. Hal ini mengoptimalkan belanja modal ( _capex_ ) yang dulu telah dikeluarkan pemerintah untuk membangun halte tersebut. Disamping itu, mengurai kepadatan di hub utama (Simpang Lima dan Balaikota), saat ini, beban transit Trans Semarang menumpuk di Halte Simpang Lima dan Balaikota. Menjadikan Pasar Johar sebagai salah satu titik akhir atau titik singgah alternatif akan mendistribusikan akumulasi penumpang (passenger load) secara lebih merata di pusat kota.

*Keempat, manajemen lalu lintas dan lingkungan (modal _shift_ )* . Mereduksi emisi lokal, konsentrasi polusi udara dari kendaraan pribadi yang merayap di kemacetan sekitar Pasar Johar dapat ditekan jika mobilitas masyarakat diwadahi oleh transportasi massal, terutama jika menggunakan armada bus listrik yang ramah lingkungan.

*Kelima, revitalisasi Kawasan Cagar Budaya dan wisata ekonomi* . Pasar Johar bukan sekadar tempat belanja, melainkan kawasan heritage yang berdekatan dengan Kota Lama Semarang dan Masjid Agung Kauman. Integrasi Bus Trans Semarang ke dalam kawasan ini mendukung konsep _Transit-Oriented Development_ (TOD) skala mikro, di mana kawasan bersejarah dihidupkan kembali melalui akses transportasi publik yang terintegrasi, menjadikannya lebih hidup dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

*Catatan akhir*
Mengembalikan rute transportasi umum ke jantung Pasar Johar bukanlah sekadar perkara teknis memodifikasi trayek bus. Langkah ini adalah wujud komitmen nyata untuk menghidupkan kembali roh kawasan bersejarah, memberdayakan ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan keadilan mobilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sudah saatnya Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah progresif untuk mengaktifkan kembali halte yang terbengkalai tersebut. Dengan perencanaan yang matang dan rekayasa lalu lintas yang tepat, masuknya kembali Bus Trans Semarang ke Pasar Johar akan menjadi katalisator kebangkitan kawasan cagar budaya ini, sekaligus mengukuhkan Semarang sebagai kota yang inklusif dan berkelanjutan.

_*Djoko Setijowarno* , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri PKP Tinjau Lahan 45 Hektare di Depok untuk Pembangunan Rusun MBR

    Menteri PKP Tinjau Lahan 45 Hektare di Depok untuk Pembangunan Rusun MBR

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 2.818
    • 0Komentar

    Msinews.com- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Depok, Jawa Barat. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proses pembangunan dimulai. “Lahan ini milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan […]

  • Profil Harta Kekayaan Eks Menag Yaqut, Kasus Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp 1 T

    Profil Harta Kekayaan Eks Menag Yaqut, Kasus Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp 1 T

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menggali perkara pembagian kouta haji di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) saat dipimpin oleh eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas periode 2019-2024. Terkini, erbaru dalam perkara ini, KPK mencegah mantan Menteri Agama (Menag) dan kedua lainya yakni Stafsus dan pihak travel tidak pergi keluar negeri […]

  • Regulasi Digital, Jokowi Sebut Payung Besar Dibuat Holistiis

    Regulasi Digital, Jokowi Sebut Payung Besar Dibuat Holistiis

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pentingnya aturan dibuat otoritas untuk mengawasi teknologi (regulasi) digital bidang bisnis. Regulasi dibuat untuk mengantisipasi pesatnya kemajuan teknologi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya regulasi tersebut harus dibuat lebih holistis agar perkembangan teknologi, potensi ekonomi baru. Ia menyebut teknologi tidak menghambat perekonomian yang sudah ada. “Payung besar regulasi tentang transformasi […]

  • Demi Kesehatan Rakyat, Komisi VII DPR.RI Dorong Panja Standarisasi AMDK Buat Regulasi Air Kemaan

    Demi Kesehatan Rakyat, Komisi VII DPR.RI Dorong Panja Standarisasi AMDK Buat Regulasi Air Kemaan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Pembentukan Panitia Kerja (Panja) sangatlah penting untuk menata ulang kebijakan dan regulasi terkait standarisasi bahan baku Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Hal tersebut diregaskan oleh Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty. Menurutnya, persoalan air minum dalam kemasan bukan sekadar urusan bisnis, tetapi menyangkut keberlangsungan sumber daya alam dan kesehatan masyarakat luas. “Ini […]

  • Prof Dadan Hindayana Laporkan Perkembangan Penerima Manfaat MGB kepada Presiden Praboworogram BGN Telah Mencapai 20 Juta Penerima

    Prof Dadan Hindayana Laporkan Perkembangan Penerima Manfaat MGB kepada Presiden Praboworogram BGN Telah Mencapai 20 Juta Penerima

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang kini telah mencapai 20 juta orang penerima manfaat. Hal tersebut disampaikan usai melaporkan data terbaru penerima manfaat MBG kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (12/8/2025 ). “Penerima manfaatnya sudah di atas 15 […]

  • Prabowo Harus Pecat Nusron Wahid Terkait OTT KPK

    Prabowo Harus Pecat Nusron Wahid Terkait OTT KPK

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 136
    • 0Komentar

    PADA Senin (14/9/2026) Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pengurusan hak guna bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor dan indikasi penerimaan-penerimaan lainnya. Dalam operasi ini KPK menangkap Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional […]

expand_less