Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » UNSRI Perkuat Keberlanjutan Air Bersih dan Energi Surya di Pulau Kemaro

UNSRI Perkuat Keberlanjutan Air Bersih dan Energi Surya di Pulau Kemaro

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 278
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG,MSINEWS.COM– Forum Group Discussion (FGD) didukung LPDP melalui Program WCU–EQUITY UNSRI, menegaskan pentingnya tata kelola, SOP, dan kolaborasi multipihak untuk menjaga manfaat layanan dasar tetap berjalan.

Tiga fasilitas berbasis energi surya sudah berdiri di Pulau Kemaro sejak akhir 2025. Air bersih mengalir, masjid punya listrik mandiri, dan warga tidak lagi kesulitan untuk berwudhu. Tapi bagi tim dosen Universitas Sriwijaya yang membangunnya, justru di situlah kegelisahan mulai muncul siapa yang akan memeriksa filter bulan depan, dari mana biaya ganti komponen kalau ada yang rusak, dan apa yang harus dilakukan warga ketika sistem tiba-tiba berhenti sementara tim kampus sudah tidak ada di sana.

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendorong UNSRI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi pengabdian masyarakat pada 13 April 2026 di Palembang. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan warga, tokoh masyarakat, pengelola masjid, mahasiswa, dan akademisi duduk bersama memutuskan hal-hal yang sangat konkret.

Pulau Kemaro sendiri adalah pulau kecil di aliran Sungai Musi yang bertahun-tahun bergumul dengan tiga masalah dasar yang saling berkaitan: air minum yang tidak selalu aman, kekurangan air bersih untuk keperluan ibadah, dan listrik yang tidak andal. Tim dosen lintas jurusan dari Fakultas Teknik UNSRI — melibatkan Teknik Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin datang membawa tiga solusi sekaligus: fasilitas wudhu hemat air, pembangkit listrik tenaga surya off-grid untuk rumah ibadah, dan unit ultrafiltrasi bertenaga surya yang mengolah air sungai menjadi air layak minum. Ketiga sistem itu diserahterimakan ke warga pada 22 November 2025. Untuk menjawab permasalahan pasca pemasangan, diselenggarakan kegiatan FGD yang didanai LPDP dan Kemendiktisaintek melalui Program WCU–EQUITY UNSRI 2025–2026 yang diketuai Prof. Ir. Subriyer Nasir, M.S., Ph.D.

FGD dipimpin Dr. Ir. Herlina, S.T., M.T., IPM. dan dibuka Dekan Fakultas Teknik UNSRI, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T., IPM. Hadir sekitar 50 orang dari beragam unsur. Hadir pula Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng., Peneliti Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berbagi pengalaman soal teknologi membran dan pentingnya akses air bersih bagi kesehatan masyarakat — memperluas diskusi agar tidak semata soal teknis, tapi juga soal dampak nyata pada kehidupan sehari-hari.

Materi yang dibahas dalam forum sangat membumi. Peserta menentukan siapa yang masuk Tim Operasional Lokal, menyepakati SOP ringkas untuk masing-masing sistem, merancang logsheet pemantauan harian, menyusun jalur pelaporan jika ada gangguan, hingga memutuskan skema pembiayaan rutin yang bisa ditanggung warga sendiri. Mahasiswa UNSRI turut dilibatkan sebagai co-fasilitator sekaligus pendamping teknis, menjaga agar pengetahuan tidak berhenti di forum lalu hilang begitu saja.

“Membangun fasilitasnya itu bagian yang lebih mudah,” kata Dr. Herlina. Yang jauh lebih sulit adalah membangun sistem agar fasilitas itu tetap hidup ketika tidak ada lagi yang datang dari kampus untuk mengeceknya.

Kegiatan ini juga berkaitan dengan agenda lebih besar. Program ini mendukung langsung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta nomor 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau dua komitmen yang Indonesia ikut menandatangani dan ditargetkan tercapai pada 2030.
Di Pulau Kemaro, air bersih dan listrik tenaga surya kini bukan lagi barang asing. Tantangannya tinggal satu: memastikan semua itu masih berfungsi sepuluh tahun ke depan, ketika nama-nama yang membangunnya mungkin sudah terlupakan, tapi manfaatnya masih benar-benar terasa. (msinews/Biro Sumsel-Babel).**

Sumber: Alan Novi Tompunu

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Presiden Ma’ruf Amin

    Ma’ruf Amin Ingatkan Larangan Bawa Anak-anak dalam Kampanye

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak mengajak anak-anak dalam kegiatan kampanye Pemilihan Umum 2024. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Wapres Ma’ruf menekankan pentingnya memahami aturan yang melarang keterlibatan anak-anak dalam kegiatan politik, termasuk kampanye pemilu. Baca juga : Capres 2 Prabowo Ungkap Indonesia Pelopor Global South […]

  • APTMA Desak Pemerintah Turunkan Harga Cukai untuk Pedagang Kecil

    APTMA Desak Pemerintah Turunkan Harga Cukai untuk Pedagang Kecil

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Msinews.com – Razia rokok ilegal yang digelar Satpol PP Surabaya bersama Bea Cukai Sidoarjo menuai sorotan. Asosiasi Pengusaha Tembakau Muda Madura (APTMA) menilai penindakan yang menyasar toko kecil dan pedagang asongan justru menyakiti rakyat kecil yang hanya berusaha mencari nafkah. Sebelumnya, Satpol PP Surabaya mengamankan 9.500 batang rokok ilegal tanpa pita cukai dari seorang penjual […]

  • RUU PKH Mampu Kuatkan Posisi Penyelenggara Pendidikan Hewan

    RUU PKH Mampu Kuatkan Posisi Penyelenggara Pendidikan Hewan

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kepala Badan Keahlian (BK) Setjen DPR RI, Dr.Inosentius Samsul mengatakan, RUU (Rancangan Undang-Undang) Pendidikan Kedokteran Hewan akan menjadi dasar hukum yang penting untuk menguatkan posisi penyelenggara Pendidikan tinggi kedokteran hewan di Indonesia. Mengingat, saat ini belum ada Undang-Undang khusus yang menaunginya. Berbeda dengan Pendidikan kedokteran yang sudah memiliki Undang-Undang Pendidikan kedokteran. Pernyataan itu disampaikan saat […]

  • Pemerintah Siapkan Insentif

    Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal Usul Kenaikan Pajak 40-75%, Ini Rinciannya:

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif fiskal berupa diskon Pajak Penghasilan (PPh) Badan bagi pelaku usaha di sektor hiburan. Hal ini merupakan respons terhadap rencana kenaikan pajak hiburan sebesar 40-75 persen. Ketentuan mengenai pajak hiburan tercantum dalam bagian Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dalam Undang-Undang […]

  • Perkuat Komitmen Swasembada Nasional, Kasad-PT Agrinas Teken Kerja Sama Ketahanan Pangan

    Perkuat Komitmen Swasembada Nasional, Kasad-PT Agrinas Teken Kerja Sama Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Korps Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia tak henti berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Berbagai lini Korps TNI AD ini menjalin kerja sama, salah satunya dibidang ketahanan pangan. Terkini, Korps TNI AD melalui KASAD (Kepala Staf Angkatan Darat ) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, melakukan kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara […]

  • Jokowi

    Jokowi: Debat Ketiga Harus Edukatif dan Fokus pada Kebijakan

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Presiden Joko Widodo menyampaikan pandangannya terhadap debat ketiga Pilpres 2024, menganggapnya kurang edukatif karena banyak serangan yang bersifat personal. Menurut Jokowi, serangan dalam debat seharusnya berfokus pada kebijakan dan visi, bukan aspek personal. “Saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang. Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira […]

expand_less