Hari Buruh 2026 ; Prabowo Janji Sejahterakan Buruh dan Rakyat Kecil,Bangun Ribuan unit Rumah
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Peringatan Hari Buruh 2026 di Kawasan Monumen Nasional atau Monas, Jumat 1 Mei 2026 yang disaksikan sekitar 200 ribu perwakilan buruh dari berbagai daerah di 38 Provinsi .
Pantaun awak media, sejak pagi peserta mulai bertadangan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Mereka mengenakan pakaian adat masing-masing daerah yang diwakilinya.
Ada pun,tema sentral Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 adalah ‘‘BURUH SEJAHTERA,INDONESIA KUAT”.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan rakyat, khususnya kaum buruh, dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto menyampaikan dirinya mendapat dukungan kuat dari buruh, petani, nelayan, dan pekerja di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi dasar moral dalam menjalankan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
“Saya bertekad dan bersumpah untuk berjuang bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo.
Ditegaskan, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas demi melindungi kepentingan rakyat.
“Kami tidak akan gentar, tidak akan menyerah, dan tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,”ujarnya di hadapan ribuan buruh.
Selain itu, Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah. Salah satunya adalah pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang telah diperjuangkan selama 22 tahun.
Diuraikan bahwa, regulasi tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah perlindungan pekerja di Indonesia.
Lanjutnya, pemerintah juga menetapkan aktivis buruh Marsinah sebagai pahlawan nasional. Prabowo mengungkapkan rencana pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh.
Dalamm kesempatan itu, Presiden juga menegaskan pentingnya menghargai pekerja yang mencari nafkah secara jujur. Ia menilai buruh, petani, dan nelayan merupakan kelompok yang memiliki integritas tinggi.
Sementara di sisi lain, Presiden juga mengkritik praktik korupsi yang masih terjadi di kalangan elite. Ia menilai hal tersebut bertentangan dengan semangat perjuangan bangsa.
”Saya tidak rela negara ini dirampok oleh maling,” ujarnya.
Presiden mengakhiri pidatonya dengan menegaskan bahwa, komitmen pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Ia menyatakan negara harus hadir menjamin kesejahteraan rakyat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan gizi.

Katarina saat memimpin orasi di salah satu perusahaan. Foto: domi dese lewuk
Menanggapi pidato Presiden Prabowo pada peringatan Hari Buruh Internasional dengan tema ”BURUH SEJEHTERA,INDONESIA KUAT” Katarina Katar Lewuk,salah seorang pekerja buruh Kelapa Sawit di Merapun, Berau,Kalimantan Timur,berharap, agar pernyataan orang orang nomor 1 di Republik Indonesia ini benar-benar dapat direalisasikan.
Katarina adalah Ketua Perkumpulan Buruh Bersatu Nusantara-PBBN di bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau,Provinsi Kalimantan Timur . Bertahun-tahun ia memperjuangkan hak-hak kaumnya juga teman-teman senasib terkait hak-hak mmereka sebagai buruh yang harus didapatkan dari pihak pemberi pekerjaan bagi ratusan buruh yang tergabung dalam komunitas buruh yang dipimmpinnya.
”Sebagai pekerja Buruh Perempuan, kami sangat berharap supaya hak-hak pekerja /buruh perempuan di setiap perusahaan dapat diberikan sesuai peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, mencakup cuti haid (hari ke-1 & 2 jika sakit), cuti hamil/melahirkan (1,5 bulan sebelum & sesudah), cuti keguguran (1,5 bulan), hak menyusui/memerah ASI, perlindungan kerja malam, serta larangan PHK karena menikah, hamil, atau melahirkan,dan lainnya” tegas wanita asal Dusun Natarita, Desa Darat Gunung,Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Flores,NTT yang saat ini sebagai Ketua Persatuan Buruh Bersatu Nusantara -PBBN di sebuah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau,Provinsi Kalimantan Timur .
Editor ; Domi Dese Lewuk/Tim redaksi
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar