UNSRI Perkuat Keberlanjutan Air Bersih dan Energi Surya di Pulau Kemaro
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Msinews.com- Forum Group Discussion (FGD) didukung LPDP melalui Program WCU–EQUITY UNSRI, menegaskan pentingnya tata kelola, SOP, dan kolaborasi multipihak untuk menjaga manfaat layanan dasar tetap berjalan
Tiga fasilitas berbasis energi surya sudah berdiri di Pulau Kemarau sejak akhir 2025. Air bersih mengalir, masjid punya listrik mandiri, dan warga tidak lagi kesulitan untuk berwudhu.
Tapi bagi tim dosen Universitas Sriwijaya yang membangunnya, justru di situlah kegelisahan mulai muncul — siapa yang akan memeriksa filter bulan depan, dari mana biaya ganti komponen kalau ada yang rusak, dan apa yang harus dilakukan warga ketika sistem tiba-tiba berhenti sementara tim kampus sudah tidak ada di sana.
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendorong UNSRI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi pengabdian masyarakat pada 13 April 2026 di Palembang.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan warga, tokoh masyarakat, pengelola masjid, mahasiswa, dan akademisi duduk bersama memutuskan hal-hal yang sangat konkret.
Pulau Kemarau sendiri adalah pulau kecil di aliran Sungai Musi yang bertahun-tahun bergumul dengan tiga masalah dasar yang saling berkaitan: air minum yang tidak selalu aman, kekurangan air bersih untuk keperluan ibadah, dan listrik yang tidak andal.
Tim dosen lintas jurusan dari Fakultas Teknik UNSRI melibatkan Teknik Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin datang membawa tiga solusi sekaligus: fasilitas wudhu hemat air, pembangkit listrik tenaga surya off-grid untuk rumah ibadah, dan unit ultrafiltrasi bertenaga surya yang mengolah air sungai menjadi air layak minum.
Ketiga sistem itu diserahterimakan ke warga pada 22 November 2025. Untuk menjawab permasalahan pasca pemasangan, diselenggarakan kegiatan FGD yang didanai LPDP melalui Program WCU–EQUITY UNSRI 2025–2026 yang diketuai Prof. Ir. Subriyer Nasir, M.S., Ph.D.
FGD dipimpin Dr. Ir. Herlina, S.T., M.T., IPM. dan dibuka Dekan Fakultas Teknik UNSRI, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T., IPM. Hadir sekitar 50 orang dari beragam unsur.
Hadir pula Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng., Peneliti Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berbagi pengalaman soal teknologi membran dan pentingnya akses air bersih bagi kesehatan masyarakat memperluas diskusi agar tidak semata soal teknis, tapi juga soal dampak nyata pada kehidupan sehari-hari.
Materi yang dibahas dalam forum sangat membumi. Peserta menentukan siapa yang masuk Tim Operasional Lokal, menyepakati SOP ringkas untuk masing-masing sistem, merancang logsheet pemantauan harian, menyusun jalur pelaporan jika ada gangguan, hingga memutuskan skema pembiayaan rutin yang bisa ditanggung warga sendiri.
Mahasiswa UNSRI turut dilibatkan sebagai co-fasilitator sekaligus pendamping teknis, menjaga agar pengetahuan tidak berhenti di forum lalu hilang begitu saja.
“Membangun fasilitasnya itu bagian yang lebih mudah,” kata Dr. Herlina. Yang jauh lebih sulit adalah membangun sistem agar fasilitas itu tetap hidup ketika tidak ada lagi yang datang dari kampus untuk mengeceknya.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan agenda lebih besar. Program ini mendukung langsung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, serta nomor 7 tentang energi bersih dan terjangkau dua komitmen yang Indonesia ikut tandatangani dan ditargetkan tercapai pada 2030.
Di Pulau Kemarau, air bersih dan listrik tenaga surya kini bukan lagi barang asing. Tantangannya tinggal satu: memastikan semua itu masih berfungsi sepuluh tahun ke depan, ketika nama-nama yang membangunnya mungkin sudah terlupakan, tapi manfaatnya masih benar-benar terasa. (msinews/Biro Sumsel-Babel). *
Sumber: Alan Novi Tompunu
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Saat ini belum ada komentar