Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Bakal Periksa Rekening Pejabat Eselon I sampai III

Menkeu Purbaya Bakal Periksa Rekening Pejabat Eselon I sampai III

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 305
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperketat pengawasan internal dengan memeriksa rekening tabungan seluruh pejabat eselon I hingga III di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Langkah Menkeu Purbaya ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan sekaligus bahan pertimbangan dalam rotasi dan promosi jabatan.

Purbaya menegaskan pemeriksaan dilakukan menyeluruh, terutama terhadap pejabat yang berpotensi menduduki jabatan lebih tinggi.

“Saya punya akses untuk pejabat saya, semuanya, tetapi yang saya periksa sampai eselon III, karena yang mau naik kan yang di situ. Nanti kalau yang di bawahnya mau naik, kita lihat lagi. Eselon I juga saya lihat,” kata Purbaya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan rekening tabungan dilakukan di luar mekanisme Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pegawai secara mandiri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Di luar LHKPN. LHKPN juga kita lihat masuk akal atau enggak, terus dibandingkan dengan uangnya yang di bank dari tahun ke tahun gimana,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Purbaya menyebut belum ditemukan lonjakan saldo yang mencolok pada rekening pejabat, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Ia menilai hal tersebut menunjukkan kemampuan pejabat dalam mengelola keuangan secara rapi.

“Angka saldo tabungannya normal-normal saja termasuk yang diproses (KPK). Jadi sepertinya orang pajak, bea cukai dan orang keuangan sudah jago memanage saldo di tabungan,” ucap Purbaya.

Purbaya menambahkan pengawasan tidak berhenti pada satu sumber data. Menurutnya, berbagai instrumen pengawasan tetap bisa digunakan untuk menelusuri potensi penyimpangan.

“Tapi Anda jangan anggap enteng, saya masih bisa lihat dari tempat yang lain atau orang lain bisa lihat. Jadi, yang penting Anda bersih, lurus, harusnya tidak ada masalah. Masalah kesejahteraan nanti kami pikirkan supaya Anda bisa duduk tenang itu cukup tanpa harus melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Purbaya menekankan bahwa secerdik apa pun seseorang menyembunyikan penyimpangan, pada akhirnya akan tetap terdeteksi.

Ia menyinggung penerapan tiga lini pertahanan dalam tata kelola dan manajemen risiko di Kemenkeu sebagai instrumen pengawasan berlapis.

“Harapan masyarakat ada di pundak Anda dan saya pastikan pengawasan juga berjalan. Jadi pilihannya jelas, jaga amanah atau minggir,” imbuh Purbaya.

Selain itu, ia mengingatkan para pejabat agar tidak abai terhadap pengawasan bawahan. Menurutnya, ketidaktahuan atasan atas pelanggaran anak buah tidak bisa dijadikan alasan untuk lepas dari tanggung jawab.

“Jangan sampai terlibat, tetapi jangan juga sampai dikibulin. Bawahannya main-main, atasannya nggak tahu. Jadi saya ingin kita ambil langkah strategis sampai ke level-level Kakanwil kita mutasikan,” tegas Purbaya.

Ia menegaskan satu tindakan penyimpangan dapat merusak kepercayaan publik yang dibangun oleh ribuan pegawai lainnya. Karena itu, Kemenkeu tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas sesuai tingkat pelanggaran.

“Mulai dari mutasi ke wilayah terpencil, sampai penghentian sesuai tingkat pelanggarannya. Ini bukan karena saya emosi atau mau gaya-gaya, tetapi ini karena negara tidak boleh kalah oleh penyimpangan,” pungkasnya.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi III DPR Minta Transparansi Penuh Soal Kematian Brigadir Nurhadi: Jangan Sisakan Ruang Abu-abu

    Anggota Komisi III DPR Minta Transparansi Penuh Soal Kematian Brigadir Nurhadi: Jangan Sisakan Ruang Abu-abu

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani mengatensi khusus perkembangan kasus kematian tragis Brigadir Muhammad Nurhadi yang terjadi di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada 16 April 2025. Dewi mendesak agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan menyeluruh. “Seharusnya dengan adanya kematian, hasil forensik dan bukti lainnya, kasus […]

  • Gugatan Praperadilan Karen Agustiawan ditolak Pengadilan Jaksel

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Gugatan praperadilan yang diajukan Karen Agustiawan atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) akhirnya pupus. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel ) secara resmi menolak permohonan. Pengadilan Jaksel menolak permohonan yang diajukan oleh mantan Direktur PT. Pertamina (Persero) terkait penetapan tersangka dugaan kasus pengadaan gas alam cair. Baca Juga : Sidang […]

  • Debat ke Tiga Memanas, Masing-masing Capres Sikap Tidak Puas

    Debat ke Tiga Memanas, Masing-masing Capres Sikap Tidak Puas

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Debat ke Tiga Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, Nomor urut 1 Anis Baswedan dan Nomor urut 2 Prabowo Subianto nampaknya belum merasa puas dengan pembicaraan masih-masing antara calon. Pasalnya pertanyaan hingga saling sindir dan waktu membuat mereka harus menyampaikan kembali persoalan dalam konferensi pers. Berawal dari Ganjar kembali menegaskan keinginannya untuk […]

  • Rieke Sampaikan Duka Cita Tragedi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep

    Rieke Sampaikan Duka Cita Tragedi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM [Jakarta]-Anggota Komisi XIII DPR RI,Bidang Hukum dan HAM)Dr. Rieke Diah Pitaloka menyampaikan duka cita memdalam atas peristiwa kebakaran KMP Mutiara  Senyosa 2  di perairan utara Sumenep,Madura,JAwa Timur,Minggu 2 Agustus 2026. Adapun, musibah yang menimpa kapal bermuatan 271 penumpang ini telah menelan korban jiwa sebanyak 5 orang tewas dan 41 orang hilang. “Tragedi ini tidak […]

  • 45 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan dan Pejabat Esalon II Resmi Dilantik Menag

    45 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan dan Pejabat Esalon II Resmi Dilantik Menag

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Sebanyak 45 pimpinan perguruan tinggi Keagamaan dan Pejabat Esalon II resmi dilantik oleh Menteri Agama RI,Nasaruddin Umar . Pengukuhan para pejabat di lingkungan pendidikan keagamaan itu dilaksanakan pada akhir Juni 2025,bertempat di Aula Kantor Kemenag Thamrin Jakarta. Dalam sambutannya, Menag berpesan untuk menerima apa yang sudah ditakdirkan Allah. “Hari ini adalah sebuah takdir baru buat […]

  • Demi Kesehatan Rakyat, Komisi VII DPR.RI Dorong Panja Standarisasi AMDK Buat Regulasi Air Kemaan

    Demi Kesehatan Rakyat, Komisi VII DPR.RI Dorong Panja Standarisasi AMDK Buat Regulasi Air Kemaan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Pembentukan Panitia Kerja (Panja) sangatlah penting untuk menata ulang kebijakan dan regulasi terkait standarisasi bahan baku Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Hal tersebut diregaskan oleh Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty. Menurutnya, persoalan air minum dalam kemasan bukan sekadar urusan bisnis, tetapi menyangkut keberlangsungan sumber daya alam dan kesehatan masyarakat luas. “Ini […]

expand_less