Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemulihan Pascabanjir Sumatra, Mentan Usulkan Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun

Pemulihan Pascabanjir Sumatra, Mentan Usulkan Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah awal pemulihan sektor pertanian pascabanjir di wilayah Sumatra dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia pada tahun 2026 ini.

Langkah tersebut ditempuh menyusul besarnya dampak banjir yang merusak lahan sawah seluas 107,4 ribu hektare dan menyebabkan kematian sekitar 820 ribu ekor ternak.

Amran mengakui, dengan tingkat kerusakan sebesar itu, kebutuhan pemulihan di lapangan jauh melampaui kapasitas anggaran yang tersedia saat ini.

“Pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI yang kami hormati, Kementerian Pertanian berupaya untuk membantu memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pasca bencana yang terjadi, baik dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia di tahun 2026 maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan apabila memungkinkan,” kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Sebagai tahap awal, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran hampir Rp1,5 triliun yang bersumber dari APBN 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah program pemulihan yang dinilai paling mendesak guna mengembalikan produktivitas pertanian.

“Alokasi anggaran APBN Kementerian Pertanian 2026 yang siap digulirkan untuk pemulihan pascabencana mencapai Rp1,49 triliun yang terdiri dari rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi sebesar Rp736,21 miliar; bantuan benih tanaman pangan Rp68,6 miliar; rehab kawasan perkebunan Rp50,46 miliar; serta penyediaan alsintan, pupuk, pestisida Rp641,25 miliar,” kata Amran.

Amran menegaskan, penyaluran bantuan akan diprioritaskan ke wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah, terutama pada lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang agar dapat segera kembali ditanami.

“Alokasi bantuan-bantuan tersebut kami prioritaskan pada wilayah-wilayah yang paling terdampak di ketiga provinsi, khususnya lahan sawah yang rusak ringan dan sedang,” kata Amran.

Sementara itu, untuk lahan sawah yang mengalami kerusakan berat, Amran menilai penanganannya tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Pertanian secara mandiri. Diperlukan sinergi lintas kementerian agar pemulihan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.

“Adapun untuk sawah yang mengalami kerusakan berat, rehabilitasinya memerlukan sinergi yang kuat dengan Kementerian ATR/BPN terkait dengan penataan ruang dan Kementerian PU untuk perbaikan jaringan irigasi,” ujarnya.

Meski telah menyiapkan anggaran awal, Amran menyebut kebutuhan pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih jauh dari mencukupi. Pemerintah, kata dia, membutuhkan tambahan anggaran dalam jumlah besar agar pemulihan tidak berjalan setengah-setengah.

“Selain dengan mengoptimalkan alokasi anggaran yang tersedia saat ini pada APBN Kementerian Pertanian 2026, kami memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membantu pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi terdampak tersebut memerlukan anggaran tambahan 5,1 triliun rupiah,” kata Amran.

Tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis, tanpa mengganggu agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Usulan alokasi anggaran tambahan Rp5,1 triliun tersebut kami fokuskan untuk melaksanakan tambahan rehabilitasi sawah senilai Rp3,4 triliun; rehab kawasan perkebunan Rp456,4 miliar; bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar; pakan ternak Rp262,8 miliar; sarana prasarana Rp674,7 miliar; rehab bangunan dan sarana penunjang lainnya Rp291 miliar,” ujar Amran.

Menutup pemaparannya, Amran secara terbuka meminta dukungan politik dari DPR RI agar usulan tambahan anggaran tersebut dapat disetujui demi mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir.

“Untuk itu, pada kesempatan ini kami memohon dukungan dari pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung adanya alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat proses pemulihan pasca bencana yang terjadi, khususnya pemulihan sektor pertanian,” sebut Amran.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terlalu Terburu-buru, RUU DKJ Belum Menunjukan Adanya “Kekhususan”

    Terlalu Terburu-buru, RUU DKJ Belum Menunjukan Adanya “Kekhususan”

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakartya,msinews.com-Rancangan Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) dinilai terlalu terburu-buru dan belum melibatkan partisipasi masyarakat yang bermakna (meaningful participation). Selain itu, belum menunjukkan adanya kekhususan yang ada untuk kota Jakarta di setiap pasalnya. Demikian kata Anggota Badan Legislasi DPR RI Ansory Siregar. “Fraksi PKS berpendapat (RUU DKJ) belum melibatkan partisipasi masyarakat yang bermakna ya, belum […]

  • Terbakar? Dibakar?

    Terbakar? Dibakar?

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    RABU lusa, para wartawan di Karo akan menyalakan lilin bersama. Lokasinya: di reruntuhan rumah rekan mereka di Kabanjahe. Nama rekan wartawan itu: Rico Sempurna Pasaribu. Usia sekitar 45 tahun. Sempurna tewas terbakar di rumahnya bersama istri, anak, dan cucunya. Para wartawan sudah mendesak agar aparat keamanan mengungkap sejelas-jelasnya: itu kebakaran atau dibakar. Kecurigaan sengaja dibakar […]

  • Komisi VIII : Revisi UU Haji Akan Fokus pada Asrama, Petugas, dan Investasi di Arab Saudi

    Komisi VIII : Revisi UU Haji Akan Fokus pada Asrama, Petugas, dan Investasi di Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ri ,Abdul Wachid mengatakan bahwa, Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menjadi fokus Komisi VIII DPR RI. Dijelaskan, revisi ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari asrama haji, petugas haji, hingga investasi dana haji di Arab Saudi. “Perubahan inilah yang sekaligus yang […]

  • Presiden Prabowo Setujui Pinjaman Dana dari Spanyol untuk BNPB 

    Presiden Prabowo Setujui Pinjaman Dana dari Spanyol untuk BNPB 

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Msinews.com –  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberi persetujuan kepada BNPB untuk memperoleh pinjaman dana dari pemerintah Spanyol guna memperkuat mitigasi bencana. Suharyanto menjelaskan, dana pinjaman tersebut akan difokuskan pada peningkatan kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. “Untuk 2026, kami […]

  • Kampanye Akbar AMIN Gelar di Jakarta International Stadium

    Kampanye Akbar AMIN Gelar di Jakarta International Stadium

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menggelar kumpul akbar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (10/2/2024). Ribuan pendukung yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Indonesia (AMIN) memadati stadion tersebut. Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Anies […]

  • Mendagri Izinkan Pemda Rapat di Hotel Asal Tepat Sasaran dan Tidak Berlebihan

    Mendagri Izinkan Pemda Rapat di Hotel Asal Tepat Sasaran dan Tidak Berlebihan

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengizinkan pemerintah daerah (Pemda) menggelar rapat di hotel dan restoran, asal tidak berlebihan. Ia menekankan agar kegiatan tersebut dilakukan dengan menyasar hotel atau restoran yang tengah mengalami kesulitan. Hal itu disampaikan Mendagri kepada awak media terkait arahannya pada acara Pelantikan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten […]

expand_less