Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Gubernur Akpol Ajak Pasis Bangun Integritas dengan Belajar dari Filsafat Kamera

Gubernur Akpol Ajak Pasis Bangun Integritas dengan Belajar dari Filsafat Kamera

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINEWS.COM-Gubernur Akademi Kepolisian RI (Akpol) Irjen Pol Midi Siswoko SIK mengajak para Perwira Siswa (Pasis) Akpol untuk mengembali kan citra dan kepercayaan publik terhadap Kepolisian yang belakangan terus menurun dengan membangun integritas. Gubernur Akpol mengajak para Pasis bisa belajar dari Filsafat Kamera.

Sementara itu, dalam paparannya “Redefining dan Manajemen Media“, Konsultan Komunikasi Strategis AM Putut Prabantoro, menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap Polri hanya datang bila Tri Brata dan Catur Prasetya dilaksanakan tanpa tawar menawar. Ditekankan tentang Center of Gravity (pusat kekuatan) dan sekaligus sumber kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dalam Tri Brata, center of gravity terdapat pada nomor 2 (dua) dan dalam Catur Prasetya terdapat pada nomor 3 (tiga).

Hal tersebut disampaikan keduanya dalam acara Penyamaan Persepsi Dewan Penguji dan Pembimbing Tugas Akhir Manuskrip Pasis Akpol 57/Batalyon Adhi Wiratama, di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang, Senin (20/10/2025), yang dihadiri Wagub Akpol Brigjen Pol Muhammad Taslim Chairuddin, para dosen dari Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang, para pengasuh, para pembimbing akademik, dan ratusan Pasis.

Turut pula memberikan pembekalan Kabid Pengsos Akpol Kombes Pol Hady Winarno SIK MM, Prof Dr Rodiyah Tangwun, Prof Dr Arief Yulianto SE MM, dan Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH Mhum (diwakili Brigjen Pol Drs H Saptono Erlangga Waskitoro, Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas).

Dalam presentasinya yang bertajuk ”Manajemen Media dan Tugas Kepolisian: Filsafat Sebuah Kamera”, Irjen Pol Midi mengajak para Pasis membangun cara pandang seorang perwira terhadap dunia informasi, mengingat hari ini, realitas tidak lagi hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di layar. Citra Polri tidak lagi dibentuk oleh kamera institusi, melainkan oleh jutaan kamera masyarakat.

Irjen Pol Midi menguraikan kamera adalah alat yang diciptakan untuk menangkap cahaya, tetapi di tangan manusia, ia menjadi alat untuk menangkap makna. Ia tidak pernah berbohong, tetapi bisa salah arah. Merekam apa yang tampak, namun sering kali lupa pada konteks di baliknya.

“Begitulah media. Ia merekam, menyorot, menilai. Kadang adil, kadang tidak. Tugas polisi memastikan dirinya tetap layak difoto dari sudut mana pun. Kamera hanya merekam cahaya. Kalau yang kita pancarkan adalah integritas, maka hasilnya akan tetap terang, meski direkam dari ruang yang gelap,” tandasnya. “Filsafat sebuah kamera mengajarkan kita bahwa gambar yang jernih lahir bukan karena alat yang hebat, tetapi karena sumber cahayanya murni,” imbuhnya.

Irjen Pol Midi Siswoko menyebutkan ada tiga unsur Filsafat Kamera dan Prinsip Manajemen Media Polri yang perlu dipahami. Yakni, Lensa yang mewakili Perspektif, Aperture yang berarti Transparansi dan Kecepatan, serta Fokus yang berkaitan dengan Integritas dan Konsistensi.

Media dan publik punya lensa, begitu pun polisi punya lensa sendiri. Masalah muncul karena polisi jarang berusaha memahami fokus orang lain. Maka, manajemen media dimulai dari kemampuan memahami perspektif. “Publik tidak melihat polisi sebagaimana polisi melihat dirinya, tetapi sebagaimana mereka mengalami polisi dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, jagalah kejernihan lensa moral dan intelektual kita, agar masyarakat pun dapat melihat Polri sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Aperture mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor. Terlalu tertutup, gambar gelap, terlalu terbuka silau. “Begitu pula dengan komunikasi publik Polri. Kita harus tahu kapan membuka diri dan kapan menahan diri. Transparansi tidak berarti membuka semua hal, tetapi memberi cukup cahaya agar publik tetap percaya,” katanya.

Kecepatan informasi Polri, tandas Irjen Pol Midi, bukan semata persoalan teknologi, tetapi juga tingkat kepercayaan yang dimiliki publik terhadap sumbernya. Polri tidak harus berbicara paling cepat, tetapi harus berbicara paling bisa dipercaya.

Selanjutnya, kamera secanggih apa pun tidak berguna jika fokusnya kabur. Begitu pun ilmu, jabatan, dan teknologi seorang perwira tak berarti kalau fokus moralnya goyah. “Kita tidak bisa mengendalikan semua pemberitaan, tapi apa yang kita lakukan, dan itu akan selalu terekam. Kekuatan Polri bukan terletak pada kemampuan mengontrol media, tetapi pada kemampuan membangun makna yang dipercaya publik,” ucapnya.

Lebih dalam, Ijen Pol Midi mengatakan bahwa kamera tidak punya hati, tetapi operatornya. Dan, dalam dunia kepolisian, operator itu adalah nurani. “Kalau hati kita gelap, hasilnya suram. Kalau hati kita jernih, setiap tindakan akan tampak terang, bahkan tanpa kata,” tukasnya.

Irjen Pol Midi menegaskan filsafat kamera mengingatkan bahwa keindahan bukanlah hasil pencitraan, tetapi pantulan karakter. Hakikat manajemen media yang presisi adalah memahami human optics yaitu bagaimana kejujuran bisa memantulkan keindahan, dan bagaimana empati bisa menenangkan pandangan publik.

Menutup pembekalannya, Irjen Pol Midi Siswoko menekankan saat ini setiap orang adalah jurnalis, setiap ponsel adalah kamera, dan setiap tindakan polisi adalah berita. “Karena itu, jadilah perwira yang paham cara bekerja cahaya! Jangan bersembunyi dari kamera, tapi pastikan kamera mana pun menangkap karakter dan ketulusan kalian,” tegasnya.

Polri, tandasnya, harus fokus pada tugas, jujur dalam cahaya, dan konsisten membangun kepercayaan publik. “Dan pada akhirnya, seperti dalam setiap karya fotografi yang baik, yang membuat gambar indah bukan alatnya, melainkan mata dan hati yang memotret,” pungkas Irjen Pol Midi Siswoko.

*Jaga Ruh Tri Brata dan Catur Prasetya*
Putut membuka paparannya dengan menggunakan kata-kata bijak tentang kebenaran yang diibaratkan seperti singa yang tidak perlu dibela. Kebenaran akan membela dirinya sendiri. Dalam konteks tersebut, kebenaran akan mewujudkan kepercayaan, kepercayaan akan menghasilkan citra dan berujung pada apresiasi masyarakat terhadap polisi. Dan itu semua, perlu dikomunikasikan.

Seragam, asesories, simbol kepolisian, perilaku aparat, wewenang & kekuasaan, kepastian & penegakan hukum, kinerja polisi serta komitmen dan slogan, menurut Putut, merupakan faktor penentu darimana kepercayaan itu berasal. “Namun hati-hati seragam, perilaku aparat dan lain-lainnya itu merupakan kekuatan tetapi sekaligus sumber masalah,” katanya.

Kebenaran yang menjadi center of gravity (pusat kekuatan) Polri terdapat dalam Tri Brata nomer 2 (dua), dan di dalam Catur Prasetya nomer 3 (tiga) perlu diketahui masyarakat. Yakni, “Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945“, dan ’Menjamin kepastian berdasarkan hukum“.

Melihat dinamika kepercayaan masyarakat terhadap Polri, menurut Putut Prabantoro, intitusi penegak hukum ini perlu melakukan Redefining dalam manajemen media mengingat pada saat ini komunikasi tidaklah mudah karena begitu banyak kanal yang digunakan. Selain itu, kesulitan komunikasi bertambah karena masing-masing kanal memiliki generasi sendiri dan memerlukan cara komunikasi, konten dan konteks yang berbeda dalam penyajiannya.

”Yang paling penting apapun bentuknya, sebuah media memerlukan reader, follower, subscriber. Sebaik apapun sebuah tulisan ataupun video jika tidak dibaca atau dilihat dan tidak memiliki dampak, tidak ada gunanya. Reader, follower dan subscriber adalah netizen cerdas yang mampu menghadirkan informasi sesuai kebutuhannya. Netizen ini yang menentukan bahwa sebuah informasi adalah sampah atau tidak berdasarkan persepsi, interpretasi dan perspektifnya,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, seberapa banyak follower atau subscriber ditentukan oleh konten yang dibungkus dalam isu. Yang tidak boleh dilupakan, kehebatan & kekuatan konten, isu dan opini publik membutuhkan teknologi untuk men-delivery pesan kepada netizen. Persepsi dan perspektif netizen dapat menjadikan komen sebuah konten terlepas dari konteks. Sehingga jangan heran jika sebuah komen terlepas dari konten dan konteks sebuah informasi. Pada akhirnya yang terjadi adalah, jempol ( komen netizen) lebih tajam daripada guillotine.

Terkait bagaimana sebuah berita menjadi trending topic, Putut melihat hal itu dipengaruhi oleh isu yang diangkat. Berita boleh sama, yang membedakan adalah isu dan bentuk penyajian yang oleh Putut disebut dengan istilah bahasa. Sedangkan isu akan dikemas dengan judul yang memancing persepsi dan interpretasi dari perspektif orang yang melihat atau membacanya.

“Polri memiliki semuanya, SDM, jaringan, teknologi, hingga finansial. Itu semua modal untuk membuat konten sesuai konteks, dan terakhir dikomunikasikan lewat medsos yang ada seperti Youtube, Facebook, Instagram, TikTok, Podcast, dan sebagainya, semuanya untuk menciptakan tone positif Polri,” tutup Putut Prabantoro. (*)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Tahunan 2023, Pimpinan MPR RI Rencanakan Rapat Konsultasi ke Presiden

    Sidang Tahunan 2023, Pimpinan MPR RI Rencanakan Rapat Konsultasi ke Presiden

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan akan segera melakukan rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2023, yang rencananya nanti akan digelar dalam satu rangkaian dengan sidang bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2023, pada Rabu, 16/8/2023 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR […]

  • KPPU Diminta Jangan Kendor Awasi Persaingan Usaha

    KPPU Diminta Jangan Kendor Awasi Persaingan Usaha

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Politikus Partai Demokrat,  Herman Khaeron mendorong Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam melakukan berbagai upaya pencegahan terjadinya pelanggaran dalam persaingan usaha. Sebab, kehadiran KPPU dinilai penting untuk bisa menertibkan sistem perdagangan utamanya terhadap komoditas yang menyangkut hajat hidup masyarakat. “KPPU dalam situasi seperti ini semestinya bisa berbuat banyak, misal persoalan harga […]

  • Gubernur Jatim

    Gubernur Jatim Khofifah Bergabung dengan TKN Prabowo-Gibran dan Siap Jadi TIM TKN

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Surabaya, MSINews.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memenuhi janji dukungan politiknya terhadap pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dengan bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN), Khofifah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pemenangan pasangan tersebut. “Saya sudah pulang umrah, sesuai janji saya bahwa saya siap masuk TKN,” ujar Khofifah di VIP Room […]

  • Bamsoet: Idealnya MPR RI Dikembalikan Menjadi Lembaga Tertinggi Negara

    Bamsoet: Idealnya MPR RI Dikembalikan Menjadi Lembaga Tertinggi Negara

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyinggung lembaga yang berwenang untuk menentukan sikap jika ada kondisi darurat jelang Pemilu. Bamsoet berbicara sebaiknya MPR RI dikembalikan menjadi lembaga tertinggi di Republik Indonesia. “Sekiranya menjelang Pemilu terjadi sesuatu yang di luar dugaan kita bersama, seperti bencana alam yang dahsyat berskala besar, peperangan, pemberontakan, atau pandemi yang tidak […]

  • Dinamika Internal PDIP: Hasto Anggap Kepergian 150 Kader Bagian Proses

    Dinamika Internal PDIP: Hasto Anggap Kepergian 150 Kader Bagian Proses

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Banteng atau PDIP, Hasto Kristiyanto, menganggap kepergian sejumlah kader dan simpatisan menjelang Pemilu dan Pilpres 2024 sebagai dinamika wajar dalam kehidupan partai. Hasto merespons keputusan 150 anggota sayap partai PDIP, Taruna Merah Putih (TMP) di Majalengka, Jawa Barat, yang menyatakan mundur menyusul Maruarar Sirait. TMP adalah organisasi sayap […]

  • Bambang Soesatyo : Peningkatan Kualitas Tenaga Pengajar Indonesia Sangat Penting

    Bambang Soesatyo : Peningkatan Kualitas Tenaga Pengajar Indonesia Sangat Penting

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong peningkatan kualitas pengajar Indonesia. Hal itu disampaikan saat mengikuti pelatihan peningkatan ketrampilan Dasar Teknik Instruksional  IPEKERTI) para dosen  oleh Prof. Dr. Hamka,Senin (13/5/2024). Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 orang peserta PEKERTI diselenggarakan sebagai pemenuhan persyaratan sertifikasi pendidik untuk dosen di Indonesia. Strategi pelaksanaan PEKERTI mencakup metode ceramah/presentasi, diskusi, tanya-jawab, […]

expand_less