Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bupati Sudewo Mau Berantas Praktek Rekrutmen di RSUD Soewondo, Ini Kata Legislator Golkar

Bupati Sudewo Mau Berantas Praktek Rekrutmen di RSUD Soewondo, Ini Kata Legislator Golkar

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINEWS.COM, Jakarta – Anggota DPR Fraksi Golkar mendukung langkah Bupati Pati Sudewo mempersilakan tenaga honorer yang gagal lolos dalam seleksi pegawai tetap RSUD RAA Soewondo melapor ke kepolisian jika merasa tidak puas dengan keputusan panitia

“Penertiban untuk rekrutment pegawai dengan pola bayar harus dihentikan dan diberantas dan tidak hanya sampai di RSUD saja, tetapi harus semua elemen sampai dengan tingkat rekrutmen perades, Honorer, P3K dan lelang penempatan jabatan harus bersih dari suap,” kata Firman kepada wartawan, Sabtu (12/4/2025).

Golkar menurut Firman, dalam pertemuan sebelum dilakukan pilkada sslah satu komitmen yg diminta PG
selaku pemgusung adalag bila Sudewo terpilih dan menang menjadi Bupati Pati berjanji menghilangkan praktek-praktek korupsi rekrutmen pegawai hingga perangkat desa harus bebas bayar, karena praktek bayar membayar seperti ini di wilayah Pati sudah meresahkan masyarakat dan sudah banyak memakan korban.

Oleh karena itu, Golkar, menurut Firman sebagai partai pengusung harus mendukung dan mengawasi supaya tindakan tegas Bupati Sudewo untuk bersih-bersih ini dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan di semua sektor.

“Spirit dan semangat bersih-bersih ini adalah bertujuan baik agar pemerintahan berjalan lebih baik dengan SDM unggul bukan SDM bayaran,” tegas legislator dapil Jateng III meliputi Pati, Gerobogan da Rembang ini.

Firman pun berharap peran media dan NGO dan parpol pengusung harus konsisten mengawasi
sebagai fungsi kontrol untuk menuju pemerintahan yang lebih bersih dari KKN.

Sebelumnya diberitakan, id – Bupati Pati Sudewo mempersilakan tenaga honorer yang gagal lolos dalam seleksi pegawai tetap RSUD RAA Soewondo melapor ke kepolisian jika merasa tidak puas dengan keputusan panitia.
Hal itu disampaikan Sudewo menanggapi kabar adanya pegawai honorer RSUD Soewondo Pati yang ingin melapor ke polisi karena tidak puas dengan hasil seleksi.
“Kebijakan pengurangan pegawai honorer adalah kebijakan dari saya atas dasar kondisi rumah sakit. Jadi saya bertanggung jawab,” kata Sudewo saat meninjau RSUD Soewondo Pati.

Meski demikian, Sudewo menegaskan bahwa pihaknya lebih memiliki hak untuk melapor ke polisi karena para pegawai honorer RSUD Soewondo Pati masuk tanpa melalui prosedur yang benar.

“Silakan yang tidak lolos lapor polisi. Yang seharusnya lapor polisi itu kami, bukan mereka yang tidak lolos. Karena dia masuk itu tidak melalui prosedur yang benar,” katanya.

Bahkan, kata Sudewo, ada indikasi sogok-menyogok uang hingga ratusan juta rupiah per pegawai honorer dalam penerimaan tenaga lepas di RSUD Soewondo Pati.

“Tidak ada pengumuman, nggak ada seleksi, tiba-tiba masuk. Dan indikasinya nyogok-menyogok, katanya pakai Rp 80 juta, Rp 100 juta,” ujarnya.

Sudewo mengaku akan membuat laporan balik jika ada pegawai honorer yang melapor ke polisi.
“Nanti diuji saja di kepolisian. Jadi dia yang harus proses hukum atau dari kami pihak rumah sakit pemda kabupaten,” tegasnya.
Sudewo menjelaskan bahwa tenaga honorer RSUD Soewondo Pati yang gagal lolos dalam seleksi pegawai tetap tidak langsung diberhentikan.
Para pegawai honorer yang tidak lolos seleksi masih bisa bekerja hingga masa kontrak mereka berakhir.
“Saya berhentikan itu kalau kontraknya habis. Bukan ini tidak lolos langsung saya hentikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dari total 503 tenaga honorer RSUD Soewondo Pati, sebanyak 216 orang dinyatakan tidak lolos seleksi tertulis.

Saat ini, 287 tenaga honorer yang lolos seleksi tahap pertama tengah mengikuti tes wawancara pada 10-11 April 2025.

Peserta yang lolos tes wawancara nantinya akan lanjut mengikuti tes kesehatan jiwa minnesota multiphasic personality inventory (MPPI).

Nantinya, hasil akhir seleksi pegawai tetap RSUD Soewondo Pati akan diumumkan pada Kamis, 17 April 2025 mendatang. (***)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II Geram terhadap Biaya PBB yang Membengkak Akibat Sertifikat Tanah

    Komisi II Geram terhadap Biaya PBB yang Membengkak Akibat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Maros,msinews.com– Mahalnya biaya pembuatan sertifikat tanah membuat Anggota Komisi II DPR RI, Rosiyati MH Thamrin geram bahkan kecewa. Ia pun  mengecam kebijakan terkait sertifikat tanah yang merugikan masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melonjak drastis setelah penerbitan sertifikat tanah. “Sangat disayangkan melihat betapa besarnya biaya PBB yang […]

  • ITC Desak Parpol Hindari Calon Kepala Daerah Yang Bermasalah Hukum

    ITC Desak Parpol Hindari Calon Kepala Daerah Yang Bermasalah Hukum

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 58
    • 0Komentar
  • Dirjen Perhub Sebut,Tahun 2024 Momentum Maskapia Bisa Pulih Kembali 100 Persen

    Dirjen Perhub Sebut,Tahun 2024 Momentum Maskapia Bisa Pulih Kembali 100 Persen

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Putu Eka Cahyadi mengatakan,  saat ini perkembangan maskapia sudah mencapai 83 persen. Dirinya optimis tahun 2024 merupakan momentum sektor transportasi udara bisa pulih kembali 100 persen, seperti sebelum pandemi. Ditegaskan, bahwa sektor transportasi udara sudah mulai menuju pemulihan, setelah dihantam pandemi. “Kini masyarakat mulai kembali […]

  • PPN 12 Persen Hanya Untuk Barang Mewah, Menkopolkam: Presiden Lindungi Masyarakat Kecil

    PPN 12 Persen Hanya Untuk Barang Mewah, Menkopolkam: Presiden Lindungi Masyarakat Kecil

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah istimewa untuk Tahun Baru 2025 kepada seluruh masyarakat Indonesia, yakni membatalkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12 persen. “Sebagaimana pesan Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto sebelum pergantian tahun lalu, yang berharap seluruh […]

  • PWI Jawa Tengah Dorong PercepatanPenyelesaian Masalah di PWI Pusat demi Marwah Organisasi

    PWI Jawa Tengah Dorong PercepatanPenyelesaian Masalah di PWI Pusat demi Marwah Organisasi

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Semarang,msinews.com — PWI Provinsi Jawa Tengah mendorong penyelesaian masalah yang saat ini membelit PWI Pusat, demi penyelamatan marwah organisasi profesi kewartawanan tertua ini. Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud NS didampingi Wakil Sekretaris Aris Syaefudin menjelaskan beberapa hal menyangkut kemelut tersebut, khususnya hubungan Pengurus Harian PWI Pusat dan Dewan Kehormatan (DK), berkaitan dengan dugaan […]

  • Pemerintah Diminta Satgas Sasar Mafia Impor Ilegal

    Pemerintah Diminta Satgas Sasar Mafia Impor Ilegal

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah mengingatkan agar Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Barang Tertentu yang Diberlakukan Tata Niaga Impor atau Satgas Barang Impor Ilegal buatan pemerintah untuk menyasar pemain besar dan oknum-oknum mafia di belakangnya. DPR meminta Satgas Impor Ilegal tidak mengincar pelaku usaha kecil atau ritel, apalagi UMKM. “Satgas jangan […]

expand_less