Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Nurhadi Rangkuti

SEBONGKAH BATU tertelungkup di dataran rawa. Tempat itu bernama Talang Tuo, letaknya di barat laut Bukit Siguntang, dengan jarak lurus lima kilometer. L.C. Westenenk, Residen Palembang, menemukan batu itu pada 17 November 1920.  Permukaan batu pasir itu seluas 50 X 80 cm dan  terdapat empat belas baris tulisan Pallawa, India, menggunakan bahasa Melayu Kuno dan Sansekerta.

Sejumlah ahli tulisan kuno telah membaca dan menafsirkan isi Prasasti Talang Tuo. Pada tahun 1930, seorang ahli tulisan kuno bangsa Perancis, George Coedes menyempurnakan pembacaan teks dan terjemahannya.

Kemakmuran! Itulah kata pembuka isi Prasasti Talang Tuo yang diterbitkan oleh Raja Sriwijaya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada 23 Maret 684 Masehi. Sebelumnya, kata yang sama, tersebut pula pada Prasasti Kedukan Bukit bertarikh 16 Juni 682 Masehi ketika sang raja mengadakan perjalanan suci dari Minanga Tamwan hingga ibu kota kerajaan, dan beliau meletakan batu pertama pembangunan permukiman (vanua) baru. Kemakmuran, menjadi kata kunci bagi Raja Sriwijaya pada masa itu. Kemakmuran tidak sekadar kata atau janji, melainkan suatu  tindakan nyata yang dilakukan raja untuk membahagiakan semua mahluk hidup di muka bumi.

Tindakan nyata itu tersurat dalam Prasasti Talang Tuo. Prasasti ini  memuat peristiwa pembangunan Taman Sriksetra atas perintah raja. Di taman itu, ditanam berbagai tumbuhan seperti pohon kelapa, pinang, aren, sagu,  bambu haur, wuluh dan sebagainya. Taman Sriksetra menjadi acuan untuk pengembangan taman-taman atau kebun-kebun lainnya yang dilengkapi dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolam.

Kapal Sriwijaya yang reliefnya terpahat di Candi Borobudur, Jateng. (Foto: Dok)

Pada masa itu taman, kebun, bendungan, dan kolam tersebar di berbagai tempat. Semua itu untuk kebahagian semua: manusia, tumbuhan, dan hewan. Raja menginginkan semua kebun dengan berbagai tumbuhan hidup subur dan berlebih panennya, demikian pula ternak-ternak yang dipelihara penduduk terus bertambah. Raja mempunyai komitmen tidak ada lagi orang yang lapar, tidak ada lagi pencuri, pembunuh, atau pezinah.

Amanat Dapunta Hyang Sri Jayanasa melalui Prasasti Talang Tuo sangat jelas: kelola lingkungan untuk kemakmuran dan kesejahteraan semua mahluk. Amanat tersebut perlu ditindaklanjuti oleh para pemimpin saat ini dan yang akan datang.

Taman Sriwijaya

Taman Sriksetra disebutkan dalam Prasasti Talang Tuo memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa mempunyai niat baik dalam mengelola lingkungan untuk kemakmuran semua mahluk hidup di muka bumi. Prasasti Talang Tuo juga memberi informasi berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan bila dikelola dengan baik.

Penelitian arkeologi di daerah lahan gambut Sumatera Selatan yang dilakukan sejak tahun 2000 sampai sekarang oleh Balai Arkeologi Sumatra Selatan dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional telah mengungkap situs-situs permukiman sejak awal Masehi sampai masa Sriwijaya (abad ke-7 hingga 13 Masehi). Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Bukti-bukti arkeologis tersebut menggambarkan bahwa pada masa lampau daerah pantai timur Sumatra Selatan menjadi pusat aktivitas manusia.

Wilayah persebaran situs tersebut merupakan daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut. Kebakaran juga merusak situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, situs-situs tersebut perlu dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan.

Berkaitan dengan upaya restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan selama lima tahun (2016-2020), maka restorasi gambut di Sumatra Selatan menggunakan pendekatan budaya, yaitu memberi ruang dan makna pada situs-situs arkeologi pada lahan-lahan gambut yang akan direstorasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Spirit Sriwijaya untuk Pelestarian Lingkungan Hidup yang ikut terlibat dalam Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan merancang program, yaitu program Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya adalah nama kawasan budaya dan ekologi yang berdasarkan keberadaan tinggalan arkeologis masa Pra Sriwijaya dan masa Sriwijaya di wilayah lahan gambut, yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Model Taman Sriwijaya dapat menjadi program taman digital. (Foto: Dok)

Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, ditentukan lima kawasan situs sebagai Taman Sriwijaya. Seperti halnya di masa lalu, Taman Sriwijaya juga berfungsi sebagai spot hidrologis gambut, habitat keanekaragaman hayati, dan sumber ekonomi berkelanjutan atau sumber kehidupan masyarakat.

Target yang ingin dicapai dalam Program Taman Sriwijaya, yaitu:

Ditetapkannya lima kawasan situs di lahan gambut sebagai Cagar Budaya Sriwijaya

1) Spot hidrologis gambut
2) Habitat keanekaragaman hayati
3) Sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat
4) Taman Sriwijaya menjadi objek wisata pendidikan sejarah dan lingkungan

Berdasarkan daerah aliran sungai (DAS), ditentukan pula kawasan-kawasan Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya Langpipi-Ketupak

Kawasan yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Lumpur di daerah Cengal, Kabupaten OKI. Situs-situs arkeologi terdapat di wilayah Desa Ulak-Kedondong pada aliran Sungai Langpipi dan Sungai Ketupak. Kawasan arkeologis ini, berasal dari abad ke-8 hingga 12 Masehi. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perhiasan emas, perahu, manik-manik, prasasti pendek, keramik, pipisan, dan alat penumbuk biji-bijian.

Taman Sriwijaya Riding-Lebunggajah

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Riding dan DAS Lebung Gajah di daerah Simpang Tiga Sakti di daerah Tulung Selapan, Kabupaten OKI. Di kawasan ini ditemukan perahu dan tempayan keramik.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kanan

Kawasan ini bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI. Kawasan situs berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, perahu, manik-manik, tembikar, keramik, getah damar.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kiri

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perahu, keramik, tembikar, dan manik-manik.

Salah satu teknis membaca teks Prasasti Talang Tuo, dengan melapisi batu prasasti dengan media kertas. (Foto: Dok)

Taman Pra Sriwijaya Lalan-Sembilang

Kawasan ini merupakan bagian DAS Lalan dan DAS Sembilang di daerah Karangagung Tengah Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Kawasan situs ini berasal dari abad ke-4 Masehi (Pra Sriwijaya). Di kawasan ini, ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, manik-manik, kemudi perahu, keramik, tembikar, kubur tempayan, sisa-sisa manusia dalam tempayan.

Peta persoalan

Guna mewujudkan program tersebut ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan atau dipenuhi.

Pertama, situs-situs sejarah Kerajaan Sriwijaya tersebut belum ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya. Kedua, hampir sebagian besar situs berada di lahan konsesi perusahaan dan sebagian kecil berada di lahan masyarakat. Saat ini ada beberapa peluang di lahan konsesi perusahaan karena wilayah gambut yang akan direstorasi oleh pemerintah. Misalnya sejumlah situs di Cengal, yang sebagian besar berada di lahan konsesi PT. BMH (Bumi Mekar Hijau) yang akan direstorasi karena terbakar.

Ketiga, sampai saat ini belum ada anggaran untuk melaksanakan program ini. Baik dari pemerintah maupun sponsor. Terakhir, penelitian situs Sriwijaya di lahan gambut Sumatra Selatan masih terus berlangsung atau belum selesai hingga saat ini. Akan ada informasi penting yang didapat dalam pelaksanaan program ini.* (SN/Biro SumselBabel).

*) Penulis adalah Arkeolog, mantan Kepala Balai Arkeologi Sumatra Selatan. E-mail:nurhadirangkuti@yahoo.com.

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemnaker Siapkan BLK Jadi Pusat Pelatihan, Kewirausahaan, dan Produktivitas

    Kemnaker Siapkan BLK Jadi Pusat Pelatihan, Kewirausahaan, dan Produktivitas

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Ambon – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi pusat layanan ketenagakerjaan yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga mendukung lahirnya wirausaha baru dan membantu industri meningkatkan produktivitas. Transformasi ini bertujuan agar pelatihan vokasi memberikan dampak nyata, terutama melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dan penempatan lulusan setelah […]

  • KAMI PMKRI Yogyakarta,Serukan Keadilan Sosial 

    KAMI PMKRI Yogyakarta,Serukan Keadilan Sosial 

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 247
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA,MSINEWS.COM – Keluarga Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas atau KAMI PMKRI Yogyakarta secara resmi mendeklarasikan pendiriannya pada tanggal 27 Mei 2026. Pendirian wadah organisasi ini, yang secara resmi lahir melalui musyawarah daring pada momen peringatan St. Thomas Aquinas awal Januari lalu, merupakan wujud realisasi dari cita-cita para alumni. Inisiasi […]

  • Prabowo Dapat Ucapan Selamat dari Pemimpin Negara Sahabat

    Prabowo Dapat Ucapan Selamat dari Pemimpin Negara Sahabat

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kembali mendapatkan ucapan selamat dari pemimpin negara sahabat setelah unggul sementara dalam hitung suara atau real count Pilpres 2024. Kali ini, ucapan selamat disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui sambungan telepon. Prabowo menyatakan bahwa ucapan selamat dari Presiden Macron merupakan sebuah kehormatan besar baginya. Dia […]

  • Menkop Ferry Julianto Hadiri Dialog  Bersama Pengurus KDMP di Kabupaten Sikka

    Menkop Ferry Julianto Hadiri Dialog  Bersama Pengurus KDMP di Kabupaten Sikka

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MAUMERE,MSINEWS.COM-Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri dialog bersama pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat [29/5/2025]. Hal tersebut dilakukan guna memperkuat koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi rakyat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas,Kota Maumere,Flores,NTT yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sikka. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat […]

  • Tayub Menuju Bintang Episode “Untung Ada Pengacara”

    Tayub Menuju Bintang Episode “Untung Ada Pengacara”

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 287
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Tayangan TouTube (Tayub) kali ini soal bisnis kreatif saat ini cukup menjanjikan. Ditambah kemudahan beriklan melalui jalur sosial media membuat ’cuan’ besar seperti rembulan di balik ranting pepohonan, seolah mudah digapai tangan. Tak peduli kenyataannya seperti apa, seorang pria ambisius, Evry Joe mengajak rekannya Gunawan memanfaatkan kesempatan itu. Dengan menjual mobil-mobil premium yang mereka miliki […]

  • Kemnaker-KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Dukung Pelindungan Ozon

    Kemnaker-KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Dukung Pelindungan Ozon

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 607
    • 0Komentar

    BEKASI,MSINEWS.COM— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pengembangan green jobs untuk mendukung pelindungan lapisan ozon dan pendinginan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari Puncak Perayaan Hari Ozon Sedunia 2026 yang diselenggarakan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, transisi menuju ekonomi hijau perlu diikuti kesiapan tenaga […]

expand_less