Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

Prasasti Talang Tuo dan Taman Sriwijaya untuk Kemakmuran Makhluk Hidup

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Nurhadi Rangkuti

SEBONGKAH BATU tertelungkup di dataran rawa. Tempat itu bernama Talang Tuo, letaknya di barat laut Bukit Siguntang, dengan jarak lurus lima kilometer. L.C. Westenenk, Residen Palembang, menemukan batu itu pada 17 November 1920.  Permukaan batu pasir itu seluas 50 X 80 cm dan  terdapat empat belas baris tulisan Pallawa, India, menggunakan bahasa Melayu Kuno dan Sansekerta.

Sejumlah ahli tulisan kuno telah membaca dan menafsirkan isi Prasasti Talang Tuo. Pada tahun 1930, seorang ahli tulisan kuno bangsa Perancis, George Coedes menyempurnakan pembacaan teks dan terjemahannya.

Kemakmuran! Itulah kata pembuka isi Prasasti Talang Tuo yang diterbitkan oleh Raja Sriwijaya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada 23 Maret 684 Masehi. Sebelumnya, kata yang sama, tersebut pula pada Prasasti Kedukan Bukit bertarikh 16 Juni 682 Masehi ketika sang raja mengadakan perjalanan suci dari Minanga Tamwan hingga ibu kota kerajaan, dan beliau meletakan batu pertama pembangunan permukiman (vanua) baru. Kemakmuran, menjadi kata kunci bagi Raja Sriwijaya pada masa itu. Kemakmuran tidak sekadar kata atau janji, melainkan suatu  tindakan nyata yang dilakukan raja untuk membahagiakan semua mahluk hidup di muka bumi.

Tindakan nyata itu tersurat dalam Prasasti Talang Tuo. Prasasti ini  memuat peristiwa pembangunan Taman Sriksetra atas perintah raja. Di taman itu, ditanam berbagai tumbuhan seperti pohon kelapa, pinang, aren, sagu,  bambu haur, wuluh dan sebagainya. Taman Sriksetra menjadi acuan untuk pengembangan taman-taman atau kebun-kebun lainnya yang dilengkapi dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolam.

Kapal Sriwijaya yang reliefnya terpahat di Candi Borobudur, Jateng. (Foto: Dok)

Pada masa itu taman, kebun, bendungan, dan kolam tersebar di berbagai tempat. Semua itu untuk kebahagian semua: manusia, tumbuhan, dan hewan. Raja menginginkan semua kebun dengan berbagai tumbuhan hidup subur dan berlebih panennya, demikian pula ternak-ternak yang dipelihara penduduk terus bertambah. Raja mempunyai komitmen tidak ada lagi orang yang lapar, tidak ada lagi pencuri, pembunuh, atau pezinah.

Amanat Dapunta Hyang Sri Jayanasa melalui Prasasti Talang Tuo sangat jelas: kelola lingkungan untuk kemakmuran dan kesejahteraan semua mahluk. Amanat tersebut perlu ditindaklanjuti oleh para pemimpin saat ini dan yang akan datang.

Taman Sriwijaya

Taman Sriksetra disebutkan dalam Prasasti Talang Tuo memberikan inspirasi kepada kita untuk senantiasa mempunyai niat baik dalam mengelola lingkungan untuk kemakmuran semua mahluk hidup di muka bumi. Prasasti Talang Tuo juga memberi informasi berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan bila dikelola dengan baik.

Penelitian arkeologi di daerah lahan gambut Sumatera Selatan yang dilakukan sejak tahun 2000 sampai sekarang oleh Balai Arkeologi Sumatra Selatan dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional telah mengungkap situs-situs permukiman sejak awal Masehi sampai masa Sriwijaya (abad ke-7 hingga 13 Masehi). Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Bukti-bukti arkeologis tersebut menggambarkan bahwa pada masa lampau daerah pantai timur Sumatra Selatan menjadi pusat aktivitas manusia.

Wilayah persebaran situs tersebut merupakan daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut. Kebakaran juga merusak situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, situs-situs tersebut perlu dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan.

Berkaitan dengan upaya restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan selama lima tahun (2016-2020), maka restorasi gambut di Sumatra Selatan menggunakan pendekatan budaya, yaitu memberi ruang dan makna pada situs-situs arkeologi pada lahan-lahan gambut yang akan direstorasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Spirit Sriwijaya untuk Pelestarian Lingkungan Hidup yang ikut terlibat dalam Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatra Selatan merancang program, yaitu program Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya adalah nama kawasan budaya dan ekologi yang berdasarkan keberadaan tinggalan arkeologis masa Pra Sriwijaya dan masa Sriwijaya di wilayah lahan gambut, yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Model Taman Sriwijaya dapat menjadi program taman digital. (Foto: Dok)

Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, ditentukan lima kawasan situs sebagai Taman Sriwijaya. Seperti halnya di masa lalu, Taman Sriwijaya juga berfungsi sebagai spot hidrologis gambut, habitat keanekaragaman hayati, dan sumber ekonomi berkelanjutan atau sumber kehidupan masyarakat.

Target yang ingin dicapai dalam Program Taman Sriwijaya, yaitu:

Ditetapkannya lima kawasan situs di lahan gambut sebagai Cagar Budaya Sriwijaya

1) Spot hidrologis gambut
2) Habitat keanekaragaman hayati
3) Sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat
4) Taman Sriwijaya menjadi objek wisata pendidikan sejarah dan lingkungan

Berdasarkan daerah aliran sungai (DAS), ditentukan pula kawasan-kawasan Taman Sriwijaya.

Taman Sriwijaya Langpipi-Ketupak

Kawasan yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Lumpur di daerah Cengal, Kabupaten OKI. Situs-situs arkeologi terdapat di wilayah Desa Ulak-Kedondong pada aliran Sungai Langpipi dan Sungai Ketupak. Kawasan arkeologis ini, berasal dari abad ke-8 hingga 12 Masehi. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perhiasan emas, perahu, manik-manik, prasasti pendek, keramik, pipisan, dan alat penumbuk biji-bijian.

Taman Sriwijaya Riding-Lebunggajah

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Riding dan DAS Lebung Gajah di daerah Simpang Tiga Sakti di daerah Tulung Selapan, Kabupaten OKI. Di kawasan ini ditemukan perahu dan tempayan keramik.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kanan

Kawasan ini bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI. Kawasan situs berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Di kawasan ini ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, perahu, manik-manik, tembikar, keramik, getah damar.

Taman Sriwijaya Air Sugihan Kiri

Kawasan yang merupakan bagian dari DAS Air Sugihan di daerah Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Kawasan ini berasal dari masa Pra Sriwijaya sampai masa Sriwijaya. Ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu, perahu, keramik, tembikar, dan manik-manik.

Salah satu teknis membaca teks Prasasti Talang Tuo, dengan melapisi batu prasasti dengan media kertas. (Foto: Dok)

Taman Pra Sriwijaya Lalan-Sembilang

Kawasan ini merupakan bagian DAS Lalan dan DAS Sembilang di daerah Karangagung Tengah Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Kawasan situs ini berasal dari abad ke-4 Masehi (Pra Sriwijaya). Di kawasan ini, ditemukan sisa-sisa bangunan tiang kayu dan nibung, manik-manik, kemudi perahu, keramik, tembikar, kubur tempayan, sisa-sisa manusia dalam tempayan.

Peta persoalan

Guna mewujudkan program tersebut ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan atau dipenuhi.

Pertama, situs-situs sejarah Kerajaan Sriwijaya tersebut belum ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya. Kedua, hampir sebagian besar situs berada di lahan konsesi perusahaan dan sebagian kecil berada di lahan masyarakat. Saat ini ada beberapa peluang di lahan konsesi perusahaan karena wilayah gambut yang akan direstorasi oleh pemerintah. Misalnya sejumlah situs di Cengal, yang sebagian besar berada di lahan konsesi PT. BMH (Bumi Mekar Hijau) yang akan direstorasi karena terbakar.

Ketiga, sampai saat ini belum ada anggaran untuk melaksanakan program ini. Baik dari pemerintah maupun sponsor. Terakhir, penelitian situs Sriwijaya di lahan gambut Sumatra Selatan masih terus berlangsung atau belum selesai hingga saat ini. Akan ada informasi penting yang didapat dalam pelaksanaan program ini.* (SN/Biro SumselBabel).

*) Penulis adalah Arkeolog, mantan Kepala Balai Arkeologi Sumatra Selatan. E-mail:nurhadirangkuti@yahoo.com.

 

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toyota Telah Investasikan Sekitar Rp100 triliun untuk Mengembangkan Industrinya di Indonesia

    Toyota Telah Investasikan Sekitar Rp100 triliun untuk Mengembangkan Industrinya di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang, Rahmad Gobel terus mendorong pengembangan investasi Jepang di Indonesia yang telah memberikan keuntungan signifikan bagi kedua negara. Salah satu investasi Jepang yang berhasil mengangkat perekonomian di Tanah Air adalah Toyota. Rachmad Gobel yang juga Anggota Komisi VI DPR RI dan eks pimpinan DPR RI 2019-2024 itu menyebut, pada 2025, mobil […]

  • Demo Apdesi di Gedung DPR Berujung Kericuhan, Polisi Gunakan Water Cannon”

    Demo Apdesi di Gedung DPR Berujung Kericuhan, Polisi Gunakan Water Cannon”

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Massa demo dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menciptakan kekacauan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (31/1/2024). Upaya perusakan dilakukan dengan mengikat tali tambang ke pagar Gedung DPR, memukul tembok di sekitarnya, dan melempar batu serta botol berisi air ke polisi yang bersiaga. Polisi merespons dengan menyiram massa demo […]

  • Ribuan Orang Tunggu Paus Fransiskus di Pinggir Jalanan Jakarta

    Ribuan Orang Tunggu Paus Fransiskus di Pinggir Jalanan Jakarta

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta  msinews.com– Ribuan orang di berbagai jalan di Jakarta menunggu Paus Fransiskus yang akan meninggalkan Indonesia menuju Papua Nugini, Jumat (6/9/2024). Mereka menunggu di pinggir jalan yang akan dilalui Paus Fransiskus setelah meninggalkan Kedutaan Besar Vatikan di Jalan Merdeka Timur. Di sepanjang Jalan Sudirman misalnya, orang-orang dari pagi telah menunggu pemimpin umat Katolik sedunia tersebut. […]

  • all new range rover

    Baru Meluncur di RI, Mobil Mahal Ini Langsung Ludes Terjual

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2017
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PT Wahana Auto Ekamarga baru saja meluncurkan secara resmi produk baru, Range Rover Velar. Meski demikian, mobil impor asal Inggris tersebut sudah habis dibeli orang-orang kaya di Indonesia. Chief Operating Officer WAE Roland Staehler mengatakan, memang banyak konsumen yang menyukai Range Rover Velar dan menanti mobil ini di Tanah Air. “Kami membawa model Range Rover […]

  • Presiden Prabowo Lantik Wamendagri III, Mendagri: Perkuat Kinerja Kemendagri

    Presiden Prabowo Lantik Wamendagri III, Mendagri: Perkuat Kinerja Kemendagri

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Msinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyambut positif pelantikan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Ia menilai kehadiran tiga Wamendagri akan memperkuat kinerja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menjangkau seluruh daerah. “Bagus menurut saya, maksudnya kita dengan diberi tugas, […]

  • Puncak Peringatan HTN 2024, Ribuan Massa Gelar Aksi di Gedung DPR

    Puncak Peringatan HTN 2024, Ribuan Massa Gelar Aksi di Gedung DPR

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Sedikitnya 6.000 massa Tani dari Jawa Barat, Banten, Jawa Timur dan Bali akan menggelar aksi peringatan Hari Tani Nasional 2024 di sejumlah titik. “Seribu Kentungan Petani untuk Sinyal Darurat Agraria”. Memperingati momentum peringatan Hari Tani Nasional 2024 dan 64 tahun kelahiran Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA 1960) yang akan jatuh pada tanggal 24 September 2024. […]

expand_less