Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tolak MBG, Wali Murid Mengaku Diancam Dicoret dari Bansos

Tolak MBG, Wali Murid Mengaku Diancam Dicoret dari Bansos

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM— Anggota Komisi IX DPR.RI, Nurhadi, menyoroti kabar mengenai seorang wali murid yang mengaku mendapat ancaman akan dicoret dari penerima bantuan sosial (bansos) setelah menolak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh wali murid melalui media sosial Instagram. Dalam unggahannya di thread, wali murid dengan akun @dyavee tersebut mengaku keberatan menerima MBG dan menyebut adanya ancaman pencoretan dari bansos maupun bantuan yang berkaitan dengan anaknya apabila menolak program tersebut.

Menanggapi hal itu, Nurhadi menilai jika informasi tersebut benar, maka perlu menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang menjalankan program MBG.

“Kalau benar ada wali murid yang diancam akan dicoret dari bansos atau bantuan untuk anaknya karena menolak MBG, ini tentu harus menjadi perhatian serius. Program MBG adalah program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, bukan instrumen untuk menekan atau mengintimidasi masyarakat,” ujar Nurhadi kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan keberatan, kritik maupun kekhawatiran terhadap pelaksanaan program pemerintah. Perbedaan sikap terhadap program MBG, kata dia, semestinya tidak menjadi alasan untuk mengancam pencabutan bansos ataupun bantuan yang menjadi hak anak.

“Saya kira persoalannya sederhana: masyarakat berhak menyampaikan keberatan, kritik, maupun kekhawatiran terhadap sebuah program pemerintah. Jangan sampai perbedaan sikap terhadap MBG kemudian berujung pada ancaman pencabutan bansos atau hak anak,” kata politikus NasDem ini.

Nurhadi juga meminta BGN segera melakukan klarifikasi secara terbuka untuk memastikan duduk perkara sebenarnya. Menurutnya, apabila terbukti terdapat oknum yang melakukan ancaman terhadap masyarakat, tindakan tersebut harus ditindak agar tidak menjadi preseden dalam pelaksanaan program MBG.

“Saya meminta BGN segera mengklarifikasi kasus ini secara terbuka. Kalau memang ada oknum yang melakukan ancaman seperti itu, harus ditindak dan jangan dibiarkan menjadi preseden,” tegas anggota Baleg DPR ini.

Lebih lanjut, Nurhadi menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak semata-mata diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Aspek keamanan, ketepatan sasaran, transparansi dan penghormatan terhadap hak masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kita ingin MBG berjalan sukses, tetapi keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak makanan yang dibagikan. Yang jauh lebih penting adalah apakah program ini aman, tepat sasaran, transparan, dan dilaksanakan dengan menghormati hak masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah tidak mengabaikan kritik dan keberatan yang disampaikan masyarakat. Menurut Nurhadi, masukan dari orang tua dan wali murid justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG di lapangan.

“Jangan sampai program yang tujuannya memberi gizi kepada anak justru menimbulkan ketakutan bagi orang tua. Kritik dan keberatan masyarakat seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki MBG, bukan dibalas dengan intimidasi,” pungkas Nurhadi yang juga legislator dapil Jatim VII ini. (***)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Forum BRICS, Menaker RI Dorong Tata Kelola AI yang Adil dan Kolaboratif

    Di Forum BRICS, Menaker RI Dorong Tata Kelola AI yang Adil dan Kolaboratif

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Menteri Ketenagakerja an Republik Indonesia, Yassierli, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan sekadar tren, melainkan kekuatan transformasional yang mengubah cara dunia bekerja, termasuk di Indonesia. “AI telah mengubah industri dan mendefinisikan ulang keterampilan. Namun, dengan potensi sebesar itu, transformasi ini harus dikelola secara bijaksana dan inklusif,” ujar Menaker pada Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS di […]

  • Di KTT PBB, Presiden Prabowo : Kita Harus Akui Palestina Sekarang! Simak Podato Lengkapnya

    Di KTT PBB, Presiden Prabowo : Kita Harus Akui Palestina Sekarang! Simak Podato Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB) 2025 resmi dibuka. Sidang dipimpin oleh (co-chairs) Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Dikutip Kompas.com, Forum ini dibuka oleh pimpinan sidang yakni Emmanuel Macron, Pangeran Faisal, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock, […]

  • Catat, 10 Lokasi Shalat Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi oleh PP Muhammadiyah

    Catat, 10 Lokasi Shalat Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi oleh PP Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 247
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin (31/3/2025) melalui Maklumat Nomor 1/MLM/1.0/E/2025. Adapun, penetapan Idul Fitri 2025 Muhammadiyah dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan metode tersebut, Muhammadiyah akan menggelar shalat Idul Fitri di berbagai daerah, baik di lapangan terbuka maupun masjid. Bagi […]

  • Dugaan Perampasan Tanah 115 H

    Perampasan Lahan 115 H, DPR RI Menilai Pelanggaran Hukum

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Dugaan Perampasan lahan 115 H, di Desa Masiepi, Distrik Manokwai Selatan, Kabupaten Manokwai, Provinsi Papua Barat kian memanas. Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus, menilai keprihatinan terhadap dugaan kasus perampasan lahan tersubut merupakan pelangaran Hukum. Menanggapi dugaan perampasan lahan 115 H, melibatkan oknum warga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Guspardi mengatakan […]

  • Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

    Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 177
    • 0Komentar

    BANGKOK,MSINEWS.COM— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN melalui indikator yang dapat membantu mengukur penerapan inklusivitas di tempat kerja. Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, Indonesia memandang _Guideline to Promote Inclusive Employment for Persons with Disabilities_ sebagai instrumen penting untuk memperkuat penerapan prinsip kesempatan […]

  • Pendaki Lansia Meninggal di Puncak Gunung Pesagi, Lambar

    Pendaki Lansia Meninggal di Puncak Gunung Pesagi, Lambar

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Lambar, MSINews.com – Seorang pendaki asal Kota Bumi Lampung Utara dikabarkan meninggal dunia di puncak gunung pesagi Lampung Barat (Lambar). Diketahui korban merupakan seorang pria Lanjut Usia (Lansia) bernama Sape’i berumur 64 tahun yang mendaki pada Sabtu 24 Februari 2024 lalu melalui jalur pendakian via Hujung. Kejadian tersebut dibenarkan oleh Peratin (Kepala Desa) Pekon (Desa) […]

expand_less