Sinergi Dapur SPPG Cibingbin dan Petani Lokal Dorong Kemandirian Pangan Desa
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
msinews.com – Kolaborasi antara mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPS) Cibingbin, Kecamatan Bojong, Purwakarta.
Dan petani lokal dukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Cibingbin, Kecamatan Bojong dan sekitarnya.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Cibingbin, Dedi Supriadi Cakrabuana, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan mitra MBG Dapur SPPG Cibingbin Ega.
Ia menilai keterlibatan langsung petani sebagai pemasok bahan baku mampu memperkuat rantai pasok sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.
“Ini adalah langkah konkret yang patut diapresiasi. Ketika petani lokal diberdayakan sebagai pemasok utama, maka dampaknya sangat luas mulai dari peningkatan pendapatan petani hingga terjaganya kualitas bahan baku yang lebih segar dan terkontrol,” ujar Dedi, di Purwakarta, pada Sabtu 11 April 2026.
Di kesempatan yang sama Kepala Desa Cibingbin, H. Deni Supriatna, menyatakan dukungan terhadap kolaborasi tersebut.
Menurutnya, sinergi antara program dapur dan petani lokal menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian desa secara berkelanjutan.
“Kami dari pemerintah desa sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah ini. Kolaborasi antara MBG Dapur Cibingbin dengan petani lokal adalah bentuk nyata pembangunan berbasis potensi desa. Ini bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan bahan baku, tetapi juga tentang menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan pemerintah desa siap mendorong serta memfasilitasi kolaborasi serupa agar terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal dengan melibatkan petani sebagai mitra utama penyedia bahan baku dapur.
Skema ini diharapkan mampu menyerap hasil pertanian secara langsung tanpa melalui rantai distribusi panjang yang selama ini dinilai merugikan petani.
Sementara itu, Ega menegaskan komitmen untuk mengangkat potensi lokal sebagai kekuatan utama dalam operasional dapur.
“Kami percaya bahwa kekuatan desa ada pada masyarakatnya sendiri, khususnya para petani. Oleh karena itu, kami hadir bukan hanya sebagai pengguna bahan baku, tetapi sebagai mitra yang siap tumbuh bersama,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga sinergi antara pelaku program dan petani lokal mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.*
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Saat ini belum ada komentar