Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 12 Oktober 2026
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Minggu hingga Senin, 11-12 Oktober 2026. Sejumlah kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan mendominasi dan menjadi atensi pemerintah pusat maupun daerah pada periode ini.
Adapun kejadian yang pertama, karhutla melanda satu hektare lahan di Kelurahan Uentanaga, Kecamatan Rotalindo, Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu (11/10). Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Tojo Una bersama tim gabungan bergegas melakukan pemadaman dengan menggunakan dua unit armada mobil Pemadam Kebakaran fan mobil Dinsos. Pada Minggu (11/10) api sudah berhasil dipadamkan, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Masih di Sulawesi Tengah, karhutla juga terjadi di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolanu Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Kronologi kejadian bermula pada Minggu (11/10) pukul 15.30 WITA. Api terlihat membakar lahan kebun kosong di Dusun IV, Desa Petunasugi. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Sanudin, seorang petani yang melihat asap dan kobaran api di sekitar kebun milik Sajum. Api kemudian menjalar ke lahan milik Lian Asriana, Wayan, Dahlan, dan Tursiman, Jarak lokasi kebakaran dari pemukiman warga sekitar 500 meter.
Akibat kejadian ini, seluas tiga hektare lahan terbakar. BPBD Kabupaten Parigi Moutong berkoordinasi dengan unsur terkait serta aparat kecamatan dan desa dan melakukan pemadaman hingga tahap pendinginan. Api padam pada Minggu (11/10) pukul 19.30 WITA.
Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Dua kelurahan yaitu Kelurahan Maccorawalie di Kecamatan Watang Sawitto dan Desa Watang Pulu di Kecamatan Suppa dilanda kebakarang pada Minggu (11/10). Total luas lahan terbakar di masing-masing wilayah adalah sepuluh hektare. Operasi pemadaman melibatkan personil gabungan dari TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, Damkar, TNI, POLRI, Pemerintah Desa setempat dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada Minggu sore.
Selanjutnya, dari Ternate dilaporkan kebakaran melanda Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPA) Takome di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara. Kebakaran diketahui pertama kali pada Kamis (8/10).
Informasi termutakhir, pada Minggu (11/10) pukul 08.00 WIT terpantau tampak asap dari dalam tumpukan sampah, dan api kembali bermunculan di beberapa titik. Sampai saat ini tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman. Kabut asap menutupi areal sekitar TPA dan menyebar sampai ke pemukiman warga.
Sementara itu, anomali cuaca terjadi di wilayah Pulau Sumatra bagian utara, atau tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika beberapa wilayah sedang mengalami kekeringan ekstrem, namun pada Sabtu (10/10), terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang hingga mengakibatkan banjir di beberapa titik. Empat kecamatan terdampak banjir yaitu Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, karang Baru, dan Bendahara.
Hasil kaji cepat, BPBD Kabupaten Aceh Tamiang mendata, sebanyak 222 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.
Pada Minggu (11/10), hujan dilaporkan masih berlangsung di sebagian wilayah dan banjir belum surut. Tinggi muka air 50 sentimeter.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini. Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, gunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan gunakan kembali air bekas yang masih layak (misalnya air cucian sayur untuk menyiram tanaman).
Di tengah teriknya cuaca akibat fenomena EL Nino yang terjadi saat ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka ladang dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuang putung sembarangan dan pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi bahaya hidrometeorologi akibat anomali cuaca, khususnya di wilayah utara pulau Sumatra.
BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.**
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar