Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • visibility 270
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Syamsul Noor

DI DALAM biografi Acharya (Guru Besar) Dipamkara Shrijnana (dikenal di Indonesia sebagai Pendeta Atisha) menuliskan pengalaman dia berkunjung ke Swarnadwipa (Sriwijaya) guna menimba ilmu kepada Acharya Dharmakirti pada 1013 Masehi.

Pada masa itu, Swarnadwipa adalah salah satu pusat pendidikan Buddhadharma terkemuka di dunia. Acharya Dharmakirti di Swarnadwipa dipandang sebagai cendekiawan terbesar pada masa itu.” (Alaka Chattopadhyaya (1999): Atisa and Tibet).

Pada 1012, Dipamkara Shrijnana bersama beberapa pedagang, berlayar menggunakan satu kapal besar (dari India) menuju Sriwijaya. Perjalanan melelahkan berlangsung berbulan-bulan. Selama perjalanan para penjelajah dilanda badai besar yang mengerikan.

“… Segera setelah menyeberangi lautan luas,” tulis Dipamkara, “Saya menuju Caitya (Stupa Keemasan; Golden Reliquary) Sukhagati dan bertemu dengan enam bhikshu meditator, murid dari Guru Swarnadwipa (Dharmakirti). Sebelah utara Caitya tersebut dikelilingi oleh hutan Swarnadwipa, di selatan (ditumbuhi) teratai-teratai indah, hutan bambu lebat di sebelah Barat, dan rawa-rawa di sebelah Timur.”

Dipamkara meneruskan, “Di sana kami tinggal bersama mereka selama 14 hari. Kemudian, para bhikshu mendatangi Guru Agung Swarnadwipa dan memohon. Lalu mereka pergi menemui beliau (Dharmakirti). Dari kejauhan kami melihat mereka berdiri dalam satu barisan menyambut kedatangan kami. Jarak antara satu sama lain tidak terlalu dekat tetapi tidak terlalu jauh. Mereka berjalan dalam barisan seperti pelangi warna-warni menuju tempat kediaman Guru Swarnadwipa. Kemudian para penghuni dan pengunjung bersama-sama menuju halaman biara tempat seorang bhikshu sepuh sedang mengajar sekelompok bhikshu. Saya bersujud di kaki beliau (Dharmakirti). Dengan demikian, beliau (guru Swarnadwipa) secara sempurna memberikan ajaran lima belas sesi Abhisamaya-alamkara kepadaku. Setelah itu, saya tinggal di Istana Payung Perak (palace of silver parasols) dan menggunakan waktu untuk belajar, kontemplasi, dan meditasi.” (Thupten Jinpa (2006): Mind Training – The Great Collection).

Tempat-tempat yang Dipamkara sebutkan dalam biografinya memiliki banyak sekali kecocokan dengan nama-nama kawasan di Komplek Percandian Muara Jambi.

Komunitas biara di lokasi candi terluas di Indonesia itu menjadi tempat ajaran-ajaran diberikan, yaitu di halaman terbuka (court yards) seperti juga sistem yang digunakan di India dan Tibet.

Acharya Dipamkara Shrijnana mengatakan bahwa dia tinggal di Istana Payung Perak (Palace of Silver Parasols). Sebutan nama ini sangat mungkin merupakan sebutan ketika itu untuk Bukit Perak (Bukit Sengalo) di Kawasan Percandian Muaro Jambi.

Asumsi ini tentu masih membutuhkan penelitian-penelitian lebih lanjut. Ajaran Acharya Dharmakirti yang sampai sekarang masih diajarkan, terutama di Tibet antara lain konsep kosmosentrisme Yamantaka Mandala dan ilmu transformasi pikiran yang disebut lojong.

Masyarakat Tibet menyebut orang Sriwijaya dengan sebutan Serlingpa. Mahaguru agama Budha dari Sriwijaya, yaitu Acharya Dharmakirti dan Acharya Dharmaraksita sampai saat ini sangat dihormati di Tibet. Ajaran mahaguru dari Sriwijaya itu sampai saat ini masih diterapkan oleh Dalai Lama.

Acharya Dipamkara Shrijnana tinggal di Suwarnadwipa sekitar 12 tahun untuk sepenuhnya menguasai ajaran-ajaran murni Buddhadharma. Beliau kembali ke India tahun 1025. Acharya Dipamkara Shrijnana berumur 44 tahun ketika kembali ke India.

Beliau tinggal di India sekitar 15 tahun, mengajarkan Dharma, dan memegang berbagai tanggung jawab yang sangat penting di beberapa biara di India sebelum ke Tibet.

Sekitar 15 tahun di India, beliau mendedikasikan diri demi penyebaran pengetahuan dan dharma di berbagai pusat pembelajaran seperti Vajrasana, Somapuri, Nalanda, Odantapuri, dan Vikramashila. Penyebarluasan dharma dan ajaran-ajaran dengan dimensi baru membuat beliau dianugerahi gelar “Dharmapala.”

Biara Vikramashila didirikan oleh Raja Dharmapala dari Dinasti Pala pada abad ke-8 Masehi. Sekitar 8.000 murid belajar di Vikramashila di bawah bimbingan para cendekiawan, yang dipimpin (sebagai Kepala Biara) oleh Acharya Dipamkara Shrijnana.

Para murid dari berbagai wilayah di India, Cina, Tibet, Ujjaini, Turkestan, dan Nepal datang untuk belajar di Vikramashila. Pada masa ini, Nalanda sedang mengalami kemunduran.

Ajaran-ajaran Mahayana dan Tantra yang berasal dari India kemudian tumbuh berkembang di Vikramashila dan menyebar ke berbagai wilayah di Asia.

*) Disarikan dari Arts of Asia, The Minneapolis Institute of Arts dan berbagai sumber lain. 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar Kasus BGN, Pakar Minta Kejagung Libatkan PPATK Terkait Aliran dana MBG

    Bongkar Kasus BGN, Pakar Minta Kejagung Libatkan PPATK Terkait Aliran dana MBG

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 244
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad meminta Kejaksaan Agung atau Kejagung melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap kasus di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, Kejagung melibatkan PPATK untuk mengungkap kasus dilingkungan BGN merupakan hal penting untuk menulusuri transaksi pergerakan aliran dana program MBG yang selama ini dikelola BGN […]

  • Skandal Korupsi

    Skandal Korupsi di Kemenhub Terus Bergulir: Empat ASN Diperiksa Terkait Pengondisian Audit BPK

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mengintensifkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hari ini, empat aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub menjalani pemeriksaan terkait pengondisian audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keempat ASN tersebut adalah Yunanda, Achyar Pasaribu, Zulkarnain, dan Anton Aprianto. Pemeriksaan dilakukan di […]

  • Lahan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Terancam Diambil Alih Warga

    Lahan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Terancam Diambil Alih Warga

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Pagar Alam, msinew.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam Provinsi Sumsel disinyalir belum mempunyai itikat baik menyelesaian masalah ganti rugi lahan peruntukan bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam. Warga menduga kuat lahan bersertifikat milik warga dirampas oleh Pemkot Pagar Alam untuk dijadikan bandara Atung Bungsu. Pemilik lahan di kantor Kuasa Hukum Usman Fitriansyah, SH dan […]

  • KPU Lamsel, Serahkan Santunan Rp.46 Juta ke Keluarga Almarhum Anggota KPPS

    KPU Lamsel, Serahkan Santunan Rp.46 Juta ke Keluarga Almarhum Anggota KPPS

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Lamsel, MSINews.com – KPU Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) telah menyerahkan santunan uang sebesar Rp.46 juta kepada keluarga almarhum Edi Susanto, anggota KPPS 03 Desa Margo Rejo Kecamatan Jati Agung. “Ya, hari ini kita mau ke Jati Agung untuk serahkan santunan uang duka. Sementara, Jati Agung dulu, sebab baru untuk Jati Agung yang sudah selesai berkasnya,” […]

  • Sambut Hari Sumpah Pemuda, Ida Fauziyah Ajak Mahasiswa UIN Jakarta Ambil Peran Lewat Pemikiran Kritis

    Sambut Hari Sumpah Pemuda, Ida Fauziyah Ajak Mahasiswa UIN Jakarta Ambil Peran Lewat Pemikiran Kritis

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 86
    • 0Komentar

    TANGERANG-Anggota Badan Pengkajian MPR RI,Ida Fauziyah  mengajak para mahasiswa berani Berkontribusi bagi Bangsa. Hal tersebut disampaikan saat hadir sebagai pembicara Seminar tentang “Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN): Menata Arah Pembangunan Nasional Indonesia” di Ruang Teater Lantai 2 Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (28/10/2026). Di hadapan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Anggota Badan […]

  • Kabar Baik Pendaftaran Seleksi CASN 2023 Akan Dimulai 17 September 2023

    Kabar Baik Pendaftaran Seleksi CASN 2023 Akan Dimulai 17 September 2023

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Plt. Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama (BHHK) BKN Nur Hasan menyampaikan bahwa jadwal pengumuman dan pendaftaran seleksi tersebut berlaku untuk seleksi CPNS dan PPPK tahun 2023. Nur Mengatakan ditetapkan Panselnas berdasarkan surat Menteri PANRB Nomor: B/1871/M.SM.01.00/2023 tanggal 21 Agustus 2023 perihal Penyesuaian Jadwal Pelaksanaan Seleksi CASN Tahun 2023. Terkait informasi pelaksanaan seleksi […]

expand_less