Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Mengenal Cornelis Chastelein, Belanda Depok, Orang Baik Berbagi Tanah Gratis

Mengenal Cornelis Chastelein, Belanda Depok, Orang Baik Berbagi Tanah Gratis

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
  • visibility 264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, msinews.com– Adalah Cornelis Chastelein,warga kelahiran  Amsterdam 10 Agustus 1657 dan wafat 28 Juni 1714 di Batavia (Jakarta).

Ayah Cornelis bernama Anthony Chastelein, dan Ibunya bernama Maria Cruydenier, adalah putri walikota Dordrecht yang bekerja untuk Perusahaan Hindia Barat Belandа.

Sosok Cornelis seperti dikisahkan, adalah seorang Bangsawan dan orang terkaya, juga orang baik di Batavia pada zaman itu.

Lalu seperti apa kisah orang baik yang bernama Cornelis Chastelein itu? Berikut cukilan nya?

Cornelis Chastelein adalah pegawai VOC selama 20 tahun. Ia memulai karir di kongsi dagang itu sejak usia 20-an.

Tuan Cornelis Chastelein,Pahlawan Bagi Warga Kota Depok (dok)

Karier nya diawali dengan menjadi seorang pengawas gudang. Namun, perlahan-lahan kariernya naik hingga menjadi saudagar utama dan anggota Dewan Kota Batavia.

Pria kelahiran tahun 1658 itu mendapat gaji bulanan sekitar 200-350 gulden. Angka tersebut cukup besar pada masanya. Tapi, dia menjadi salah satu orang yang cukup pintar mengelola keuangan.

Corlenis menyadari bahwa harta itu tidak mungkin dibawah pulang saat Sang Pencipta memanggilnya untuk berpulang di Sisi Bapa Nya di Surga. Sebagai manusia lemah, Cornelis juga sadar bahwa satu-satunya warisan yang akan ditinggalkan adalah  “Nama Baik” selain harta karun atau harta duniawi.

Dikutip dalam buku Depok Tempo Doeloe (2011) dijelaskan, Cornelius pertama kali membeli sebidang seluas yang terletak di kawasan Weltevreden yang kini disebut Gambir. Lahan tersebut kemudian ditanami tebu.

Dikisahkan, dua tahun setelah nya, Cornelis Chastelein memutuskan pensiun dari VOC dan kemudian membeli lagi tanah di Serengseng yang kini disebut Lenteng Agung.

Cornelis menghabiskan masa pensiun dan menjalani kehidupan baru sebagai tuan tanah di kawasan Srengssng atau Lenteng Agung Depok.

Ia kemudian membangun rumah besar dan banyak membawa orang tak hanya keluarga.

Tugu Kota Depok

“Ketika pindah ke Seringsing atau Srengseng, Cornelis Chastelein bukan hanya membawa keluarganya saja, melainkan juga budak-budaknya,” tulis Tri Wahyuning M. Irsyam dalam Berkembang dalam bayang-bayang Jakarta: Sejarah Depok 1950-1990-an (2017:41).

Adapun,jumlah budak yang dibawa mencapai 150 orang. Pada umumnya para budak itu diambil dari luar pulaun Jawa yang mayoritas beragama Kristen.

Cornelis Chastelein sebagaimana dikisahkan dalam buku sejarah tersebut, Ia sangat menghormati budak-budaknya.

Sebagai orang kristen yang taat, dia memahami persoalan hak asasi manusia, sehingga sangat menghargai,menyayangi mereka. Atas dasar ini pula, dia membebaskan semua budaknya.

Dikisahkan bahwa para bekas budak yang kemudian jadi anak buah lantas ditugaskan Cornelis Chastelein mengelola rumah besar di Serengseng. Tugas lainnya, mengurus perkebunan yang baru saja dibelinya di kawasan Mampang dan Depok.

Bersyukur bahwa seluruh lahan tersebut menghasilkan uang maupun tanaman pertanian seperti tebu, lada, pala dan kopi.

Cornelis  Chastelein semakin kaya raya. Dia jadi salah satu orang terkaya di Batavia (kini Jakarta) sebelum akhirnya tutup usia pada 28 Juni 1714.

Setelah wafat, orang-orang tak ribut kemana perginya harta dan tanah miliknya.Karena  tiga bulan sebelum wafat, tepat pada 13 Maret 1714, dia sudah menuliskan surat wasiat.

Tugu Kotamadya Depok,Jawa Barat (Sekarang)

Bahwa dia ingin seluruh hartanya tak hanya dibagikan kepada keluarga, tapi juga dibagikan gratis kepada para mantan pekerja-pekerjanya yang dimerdekakan.

“Tujuannya supaya mereka bisa hidup secara mandiri dan sejahtera.”

Selain itu, dia juga ingin tanah tersebut berfungsi sebagai tempat penyebaran agama Kristen di Batavia. Para mantan budak itu lantas mengoptimalkan lahan untuk kepentingan masing-masing.

Salah satunya menjadi cikal bakal pembentukan Kota Depok modern dan melahirkan istilah ‘Belanda Depok’. ** DM/Dari Berbagai Sumber.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Imajiner dengan Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H.: Menepis Utopia Pertanian

    Dialog Imajiner dengan Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H.: Menepis Utopia Pertanian

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Dr. Riezky Aprilia, S.H, M.H (akrab dipanggil Kikie) atau disingkat RA, sebagaimana telah masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) ketahui adalah Calon Wakil Gubernur Sumsel, mendampingi H. Ir. Eddy Santana Putra, M.T (ESP) sebagai Calon Gubernur Sumsel, periode 2025-2030. ESP dan RA maju sebagai kandidat Cagub dan Cawagub dalam bendera E-RA BARU, membawa semboyan […]

  • Jarnas Ungkap Perdagangan Bayi dalam Kandungan, Dorong UU TPPO Direvisi

    Jarnas Ungkap Perdagangan Bayi dalam Kandungan, Dorong UU TPPO Direvisi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Jaringan Nasional Anti-Tindak Pidana Perdagangan Orang (Jarnas Anti-TPPO) mendorong proses revisi Undang-Undang Tindak Pidana Perdagaman Orang (UU TPPO) Nomor 21 Tahun 2007. Demikian yang disampaikan Ketua Umum Jarnas Anti-TPPO, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat konprensi pers seusai pertemuan di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Selasa 29 Juli 2026. Menurut Ketum Jarnas Anti- TPPO, urgensi […]

  • Prabowo: Saya Belajar Banyak dari PM Modi soal Pengentasan Kemiskinan

    Prabowo: Saya Belajar Banyak dari PM Modi soal Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    New Delhi,msinews.com— Presiden RI Prabowo Subianto menyebut dirinya banyak belajar dari Perdana Menteri India Narendra Modi soal pengentasan kemiskinan di negara India. Hal ini Prabowo sampaikan saat menghadiri jamuan makan malam oleh Presiden India Droupadi Murmu bersama Modi. Jamuan makan malam itu digelar kediaman kenegaraan Presiden India, di Rashtrapati Bhavan, yang terletak di New Delhi, […]

  • DPP Hanura Dukung Iwan Kila Tempuh Jalur Hukum Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Ende

    DPP Hanura Dukung Iwan Kila Tempuh Jalur Hukum Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Ende

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura menyatakan dukungan kepada kadernya, Hironimus Irwan Kila Pelo alias Iwan Kila, yang menempuh jalur hukum terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkannya terhadap Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso alias Ferry Taso. Iwan Kila merupakan Sekretaris DPC Partai Hanura Ende sekaligus Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Ende. Peristiwa yang dilaporkannya terjadi di ruang […]

  • DPD RI: Temuan BPK Harus Jadi Perbaikan Nyata Bagi Rakyat, Bukan Sekadar Catatan

    DPD RI: Temuan BPK Harus Jadi Perbaikan Nyata Bagi Rakyat, Bukan Sekadar Catatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 432
    • 0Komentar

      Msinews.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menegaskan bahwa Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester II Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus ditindaklanjuti secara konkret agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah. DPD RI pun berkomitmen untuk mengawal tindak lanjut IHPS Semester II Tahun 2025 agar menjadi kebijakan yang berpihak pada rakyat. […]

  • Mendiktisaintek Dukung Pendirian Universitas Sunan Gresik

    Mendiktisaintek Dukung Pendirian Universitas Sunan Gresik

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 216
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendukung pendirian Universitas Sunan Gresik (USG) yang ada di Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Pendirian kampus baru tersebut, kata Brian, merupakan bentuk nyata keterlibatan dan kontribusi masyarakat dalam mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia. “Partisipasi […]

expand_less