Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Di Kalbar, BMKG Gunakan Sistim OMC untuk Redakan Karhutla 

Di Kalbar, BMKG Gunakan Sistim OMC untuk Redakan Karhutla 

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan dukungan analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer untuk menyukseskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.

Adapun, langkah pencegahan berbasis teknologi tersebut terbukti memicu hujan yang membasahi lahan gambut serta memadamkan titik api di sejumlah titik rawan.

Melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan Pemerintah Daerah, BMKG menerjunkan tim untuk mengawal pelaksanaan operasi.

Tim BMKG memantau pergerakan massa awan, arah angin, serta tingkat kelembapan udara secara real-time guna memastikan sasaran penyemaian awan tepat sasaran dan berdaya guna tinggi.

Menurut Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, bahwa keakuratan pasokan data cuaca menjadi syarat mutlak keberhasilan misi pencegahan bencana ekologis ini. BMKG mengoptimalkan setiap potensi awan yang memungkinkan tim untuk menyemai garam demi mendukung percepatan pengendalian karhutla.

“Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,” kata Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Sementara itu  Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan bahwa data dari radar cuaca BMKG menjadi bekal utama armada udara gabungan untuk menerbangkan “misi penyemaian awan” yang dikendalikan dari Posko OMC di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya. OMC di Kalbar dengan pembiayaan KLH/BPLH berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2026.

“Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,” ujar Budi.

Intervensi teknologi atmosfer ini langsung memicu hujan di berbagai titik termasuk wilayah Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, hingga Kota Pontianak pada Jumat (4/10). Guyuran hujan berhasil meningkatkan kelembapan tanah gambut, mendinginkan area terdampak, “menipiskan kabut asap” dan menekan kemunculan titik api baru.

Secara paralel, pemerintah juga menggelar OMC di wilayah Kalimantan Tengah sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026 yang telah mencatatkan 10 sortie penerbangan dengan total 8.000 kg NaCl.

Adapun, hasilnya menunjukkan adanya kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Melihat efektivitas hasil dan kebutuhan lapangan, pemerintah memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB.

Seto menegaskan bahwa integrasi teknologi analisis cuaca BMKG dalam OMC menandai pergeseran paradigma tata kelola bencana ekologis di Indonesia. Pemerintah tidak lagi sekadar melakukan pemadaman reaktif saat api membesar, melainkan memprioritaskan tindakan pencegahan dini yang terukur.

Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, BMKG berkomitmen terus menyediakan analisis meteorologi terbaik guna menjaga kualitas udara, membasahi ekosistem gambut, dan melindungi masyarakat dari ancaman bahaya kabut asap. ** (Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama). 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evakuasi Jenazah Anonim di Jl. Kh. Agung Anang, Bandar Lampung

    Evakuasi Jenazah Anonim di Jl. Kh. Agung Anang, Bandar Lampung

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    B. Lampung, MSINews.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Lampung, Polairud Polresta Bandar Lampung, Inafis Polda Lampung, Babinsa Ketapang, Babinkamtibmas Ketapang, dan warga sekitar, melakukan evakuasi jenazah anonim yang ditemukan di Jl. Kh. Agung Anang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Kejadian bermula saat Ibu Fira, seorang warga sekitar, melaporkan penemuan jenazah yang diduga […]

  • SPPG Tidak Boleh Menolak Pasokan UMKM, Petani, dan Peternak Kecil

    SPPG Tidak Boleh Menolak Pasokan UMKM, Petani, dan Peternak Kecil

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Msinews.com – Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh menolak produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), maupun hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang dibawa para petani, peternak dan nelayan kecil ke SPPG dengan semena-mena. Mereka justru harus dirangkul, dibina dan diarahkan untuk menjadi pemasok dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). “Dalam Pasal 38 ayat […]

  • Perkuat Komitmen Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

    Perkuat Komitmen Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Peringatan Hari Guru Nasional momentum bagi negara dan masyarakat meneguhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru di tanah air, demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang dicita-citakan para pendiri bangsa. “Peringatan Hari Guru Nasional bersamaan dengan mulai bekerjanya pemerintahan baru merupakan momentum bagi negara dan kita semua untuk bersama-sama mewujudkan kualitas dan kesejahteraan guru […]

  • Kembali Marak Wabah PMK, Hindun Anisah Minta Kementan segera Lakukan Vaksinasi

    Kembali Marak Wabah PMK, Hindun Anisah Minta Kementan segera Lakukan Vaksinasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta.msinews.com-Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan ini merebak di beberapa daerah, harus segera disikapi serius oleh Kementerian Pertanian. Pasalnya, lonjakan PMK semakin hari semakin meningkat, bahkan menyebabkan kematian pada hewan ternak, terutama sapi. “Laporan dari beberapa daerah di Lamongan, Lumajang (Jawa Timur) dan Rembang (Jawa Tengah), PMK mulai meningkat. Kementan harus segera melakukan […]

  • Ganjar Pranowo Sindir Menteri-Menteri di Balik Prabowo-Gibran

    Ganjar Pranowo Sindir Menteri-Menteri di Balik Prabowo-Gibran

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menanggapi sindiran Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran terhadap calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD. Ganjar menyindir menteri-menteri yang selalu berada di belakang pasangan Prabowo-Gibran dalam debat Pilpres 2024. Baca juga : Prabowo Dorong Food Estate Sebagai Strategi pada Dialog Kadin “Enggak apa-apa, […]

  • Dari Uhud Kenang Boedi Oetomo yang Menyala

    Dari Uhud Kenang Boedi Oetomo yang Menyala

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 288
    • 0Komentar

    DI bukit ini, Rasulullah terluka. Sahabat gugur. Pasukan tercerai-berai. Tapi dari puing kepedihan itu, mereka tidak mati. Mereka introspeksi. Membenahi barisan. Lalu bangkit menjadi kekuatan yang tak terkalahkan. 1.283 tahun kemudian, di Batavia, dr. Wahidin dan dr. Sutomo melakukan hal yang sama. Bangsa sedang terpuruk dalam penjajahan. Tapi mereka memilih bergerak. Dari ruang kecil. Tanpa […]

expand_less