Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Apresiasi Pelestarian Desa Adat Matabesi Di Belu, Mendagri : Jadikan Warisan Budaya dan Destinasi Wisata

Apresiasi Pelestarian Desa Adat Matabesi Di Belu, Mendagri : Jadikan Warisan Budaya dan Destinasi Wisata

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BELU-NTT, MSINEWS.COM-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengunjungi Desa Adat Matabesi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (28/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri mengapresiasi upaya pelestarian adat dan budaya yang masih terjaga di tengah kehidupan modern. Menurutnya, Desa Adat Matabesi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai warisan budaya sekaligus destinasi wisata.

Mendagri mengatakan, desa tersebut mengingatkannya pada Wae Rebo yang juga berada di NTT. Namun, Desa Adat Matabesi memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari rumah adat yang telah bertahan ratusan, bahkan mungkin ribuan tahun hingga lingkungan yang masih asri dengan pepohonan berusia tua.

“Kali ini saya lihat ada sesuatu yang lain di sini. Jadi mirip-mirip dengan Wae Rebo, tapi punya kekhasan sendiri, sejarah sendiri. Kalau di sana harus jalan dua jam katanya. Di sini naik mobil langsung jadi. Artinya kemudahan untuk turis lebih mudah,” katanya.

Menurut Mendagri, sejarah Desa Adat Matabesi akan semakin menarik apabila terus digali dan didokumentasikan. Dengan demikian, keberadaannya dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang untuk memahami sejarah serta adat dan budaya yang telah hidup selama ratusan tahun.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Belu dalam melestarikan Desa Adat Matabesi.

“Saya berterima kasih, apresiasi saya kepada Pak Bupati [Belu] yang melestarikan tempat ini. Makasih, Pak, hanya yang punya passion yang mau begini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga mengunjungi Museum Fohorai yang sedang dibangun di Desa Adat Matabesi. Menurutnya, museum itu akan semakin menarik apabila terus dilengkapi dengan berbagai koleksi yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat, tidak hanya tenun, tetapi juga tradisi, pertanian, peternakan, hingga proses pengolahan kemiri.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tersebut tidak terlepas dari peran para tetua adat dan masyarakat setempat yang terus menjaga nilai-nilai warisan leluhur.

“Saya memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada tetua-tetua adat yang ada di sini. Masyarakat adat yang ini. Di tengah-tengah kehidupan modern. Kita tidak harus berganti dengan modern. Tapi kita bisa mempertahankan dan banyak filosofi-filosofi di masa lalu [yang dipertahankan],” ungkapnya.

Mendagri kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan pengalamannya saat berkunjung ke Hawaii. Menurutnya, kawasan di Hawaii yang dahulu memiliki desa-desa adat kini telah mengalami modernisasi besar-besaran sehingga jejak budaya asli lebih banyak ditampilkan sebagai pertunjukan di hotel, bukan lagi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Akibatnya, desa-desa adat di Hawaii menghilang dan berganti menjadi kawasan dengan gedung-gedung bertingkat.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Mendagri mengingatkan agar modernisasi tidak menghilangkan akar budaya masyarakat.

“Kita tetap melakukan modernisasi di titik tertentu, tapi di bagian tertentu harus kita jaga seperti ini. Supaya menjadi objek, salah satu objek wisata, dan juga menjadi monumen bersejarah yang itu akan berguna untuk anak cucu kita. Biar dia tahu di mana grassroot-nya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan ke Desa Adat Matabesi itu Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua Umum Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, pengurus TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, serta para kepala suku dan masyarakat adat Matabesi. [Puspen Kemendagri].**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

    Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Di sebuah galeri sederhana yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, deretan Tenun Buna Insana terpajang bak lukisan yang merangkai kisah kehidupan. Motif-motif berbentuk pengait menyerupai huruf Z berbicara dalam keheningan, menyampaikan warisan leluhur yang dijaga dengan penuh cinta dan ketekunan oleh mama-mama setempat. Di setiap helaian benang yang tersulam, ada peluh, […]

  • Skandal Korupsi

    KPK Panggil Anggota DPR Terkait Suap Proyek Kereta Api

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga anggota DPR RI dari Komisi V terkait kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI pusat. Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait pembangunan jalur kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa-Sumatera pada tahun anggaran 2018-2022. “Hari ini, tim penyidik […]

  • Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan dan DTI Tahun 2026

    Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan dan DTI Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Papua untuk segera menyelesaikan penyusunan dan penyampaian Rencana Anggaran Program (RAP) penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tambahan dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut menyusul ditetapkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Rincian Alokasi Dana Otsus […]

  • Kemensos Berikan Layanan Dukungan Psikososial kepada Anak-Anak Penyintas Gempa Bumi Bandung

    Kemensos Berikan Layanan Dukungan Psikososial kepada Anak-Anak Penyintas Gempa Bumi Bandung

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bandung,msinews.com– Selang sehari setelah gempa bumi berkekuatan 5,0 SR mengguncang Kabupaten Bandung, Kemensos memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi anak-anak korban gempa. Kegiatan ini merupakan salah satu pemberian bantuan untuk meringankan beban psikologis para penyintas akibat trauma yang timbul pascabencana. “Kami sudah berikan kegiatan rekreasional siang hingga sore tadi,” kata Roni Faisal, Pekerja Sosial Bidang […]

  • Pembahasan RPJPN 2025-2045 Harus Beranjak dari Evaluasi dan Data Terkini

    Pembahasan RPJPN 2025-2045 Harus Beranjak dari Evaluasi dan Data Terkini

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Rancangan Undang-Undang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045. Terkait itu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan sejumlah pakar untuk menghimpun masukan terkait pembahasan tersebut. Adapun, para pakar yang diundang tersebut, di antaranya adalah Prof. Bambang Brodjonegoro, Prof Fasli Jalal, dan Lukita Dinarsyah Tuwo. Dalam Kesempatan itu, para […]

  • Erwin Syahputra Siregar Berharap, Pesantren Harus Jadi Fondasi Peradaban dan Moral Bangsa di Era Modern

    Erwin Syahputra Siregar Berharap, Pesantren Harus Jadi Fondasi Peradaban dan Moral Bangsa di Era Modern

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MSINWS.COM– Alumni Pondok Pesantren Ahmadul Jariah,Erwin Syahputra Siregar SH, menegaskan pentingnya peran Pesantren sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya membentuk keimanan, tetapi juga karakter dan keterampilan generasi muda. Pernyataan itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober. Menurut Erwin yang juga seorang wartawan senior yangsaat ini menjabar Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan […]

expand_less