Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 23 Des 2024
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Di sebuah galeri sederhana yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, deretan Tenun Buna Insana terpajang bak lukisan yang merangkai kisah kehidupan. Motif-motif berbentuk pengait menyerupai huruf Z berbicara dalam keheningan, menyampaikan warisan leluhur yang dijaga dengan penuh cinta dan ketekunan oleh mama-mama setempat. Di setiap helaian benang yang tersulam, ada peluh, doa, dan cerita tentang harapan.

Tenun yang terkenal dengan nama Buna Insana itu memiliki sekitar 60 motif berbeda dengan warna yang mencolok. Bukan sembarang motif, para mama di NTT mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada keturunan mereka melalui keterampilan menenun dan membuat motif.

“Motif kami beda-beda dan masing-masing ada lambang yang beda-beda. Sekarang diidentifikasi ada 60 motif. Ada yang mengajarkan jiwa gotong royong, kerja bakti, kesetiaan, sampai kekuatan. Kita tunjukkan dalam motif supaya jiwa gotong royong ini terbentuk serta menghargai hasil karya leluhur,” cerita Elvira Berta Maria Ogom, Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Tenun Buna Insana saat diwawancara pada Minggu, 22 Desember 2024.

Bagi Elvira, menenun adalah cara perempuan di Timor Tengah Utara berbicara kepada dunia. Ibu dari dua anak ini mengisahkan tradisi yang mengakar dalam kehidupan mereka. Menenun bukan hanya sebuah keterampilan, tetapi juga ritual yang menjadi gerbang kedewasaan bagi setiap anak perempuan di sana.

“Anak-anak perempuan di sini banyak yang bilang bahwa menenun itu sulit setengah mati, tetapi karena kami punya kepercayaan itu tadi, mama-mama harus ajarkan anak perempuan mereka untuk bisa menenun. Ini adalah cara kami membekali anak-anak perempuan kami keterampilan dan menjaga warisan leluhur,” lanjutnya.

Di tangan para mama, benang-benang kapas maupun sintetis yang diberi pewarna alami itu bersatu menjadi kain yang indah, membawa nama Timor Tengah Utara ke penjuru negeri, bahkan hingga ke luar negeri. Setiap helai kain menenun masa depan, memberikan harapan kepada banyak keluarga untuk mengirim anak-anak mereka menggapai pendidikan yang lebih tinggi. Tidak jarang, kain-kain ini dipesan khusus, dibeli melalui lokapasar dengan harga yang tinggi, bahkan menyentuh Rp10 juta. Tidak hanya bisa digunakan sebagai selendang atau pakaian, hasil tenun juga bisa dimodifikasi sebagai tas, dekorasi, dan menjadi pelengkap ritual kelahiran, perkawinan, serta kematian.

Namun, jalan menuju pengakuan hukum bagi Tenun Buna Insana memerlukan perjuangan dan kerja sama banyak pihak. Sebelum 2024, motif-motif unik mereka sering ditiru tanpa izin, mengancam kelestarian budaya yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang. Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis ketika pada November 2024, Tenun Buna Insana resmi terdaftar sebagai produk indikasi geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.

“Di tahun 2024 ini kami coba untuk lindungi hukumnya… Ini sebagai upaya kami untuk melindungi dan mempertahankan tenun dan kain di Kabupaten Timor Tengah Utara dan kami sangat bangga akhirnya Tenun Buna Insana mendapatkan status terdaftar sebagai produk indikasi geografis,” ujarnya.

Namun, Elvira tahu perjuangan belum usai. Di tengah zaman yang kian modern, menenun berhadapan dengan tantangan baru. Banyak remaja kini lebih memilih sibuk dengan layar ponsel ketimbang menyentuh alat tenun tradisional. Untuk itulah, Elvira menggagas pendidikan vokasi bagi remaja perempuan, terutama mereka yang putus sekolah.

“Kami berikan pendidikan itu agar ada regenerasi apabila suatu saat nanti para lansia dan mama-mama sudah tidak sanggup lagi menenun. Tidak dapat dipungkiri menenun itu kerajinan yang rumit yang mungkin tidak banyak dilirik remaja-remaja yang sekarang lebih gemar main handphone,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Bunda Paud, Bunda Literasi dan Pengawas Sekolah di Dinas Pendidikan serta Ketua Kwartir Cabang Timor Tengah Utara.

Elvira berharap semangat para mama untuk memberdayakan anak-anak perempuan mereka ini tidak akan pernah terkikis zaman. Meskipun wanita memang memiliki kodrat untuk melahirkan, menjadi istri sekaligus ibu bagi keluarga, perempuan juga harus bisa berdiri di kaki sendiri dan menjadi pemimpin.

“Perempuan harus percaya diri dan punya kemampuan sehingga kapanpun dia bisa dipercaya untuk memimpin organisasi atau bahkan juga menjabat tugas di pemerintahan. Di tempat kami perempuan yang jadi kepala hanya dua orang. Maka saya berharap kepada kaum perempuan, ayo kita bersemangat untuk menjadi kreatif, terampil serta percaya diri agar memiliki kemampuan yang sama atau bahkan lebih dibanding laki-laki untuk bisa menjadi perempuan yang tangguh,” pungkas Elvira.

Tenun Buna Insana adalah bukti nyata kekuatan perempuan dalam mempertahankan tradisi sekaligus menenun masa depan. Di tangan mama-mama NTT, kain ini telah menjadi lambang keteguhan hati, kreativitas, dan cinta yang tak lekang oleh waktu. Selamat Hari Ibu bagi seluruh perempuan Indonesia—penjaga warisan, pelita keluarga, dan inspirasi bagi generasi mendatang. ** rzf.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan Negara Terancam: DPR Desak KKP Sanksi Tegas bagi Penjual Pulau Kecil

    Kedaulatan Negara Terancam: DPR Desak KKP Sanksi Tegas bagi Penjual Pulau Kecil

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Praktik penjualan pulau-pulau kecil di Indonesia menuai sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Sa’adah. Mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengambil langkah hukum tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam jual beli ilegal tersebut. Rina menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya […]

  • Soal RUU Perumahan, Menteri PKP:  Kepentingan Rakyat dan Dunia Usaha

    Soal RUU Perumahan, Menteri PKP:  Kepentingan Rakyat dan Dunia Usaha

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pemerintah menegaskan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perumahan dilakukan dengan menyeimbangkan kepentingan rakyat, negara, dan dunia usaha sebagai satu kesatuan kebijakan nasional di sektor hunian. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pendekatan tersebut menjadi prinsip utama agar regulasi perumahan tidak hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • IHW Ramaikan Bulan Solidaritas Palestina dengan Sosialisasi Fatwa Boikot Produk Israel di Cirebon

    IHW Ramaikan Bulan Solidaritas Palestina dengan Sosialisasi Fatwa Boikot Produk Israel di Cirebon

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Cirebon,msinews.com – Dalam rangka mendukung Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2024 dan menggencarkan gerakan boikot terhadap produk Israel dan afiliasinya, Indonesia Halal Watch (IHW) akan mengadakan kegiatan bertajuk “Bulan Palestina dengan Sosialisasi Fatwa MUI atas Boikot Produk Israel dan Afiliasinya”. Acara yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina ini akan dilaksanakan pada […]

  • Ketua DPR RI, Minta Kemenlu Proaktif Pastikan Keselamatan WNI Usai Gempa Taiwan

    Ketua DPR RI, Minta Kemenlu Proaktif Pastikan Keselamatan WNI Usai Gempa Taiwan

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), meminta Kementerian Luar Negeri untuk proaktif mencari tahu terhadap kondisi Warga Negara Indonesia yang berada di Taiwan, baik itu keberadaannya, identifikasi namanya, hingga kondisi kesehatannya. Dengan begitu, WNI di Taiwan dapat segera mendapatkan perlindungan dan pertolongan. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. “Jika perlu dievakuasi […]

  • Ada Apa, Forum Intelektual Anak Timur Indonesia Hari Ini Datangi Polda Metro Jaya

    Ada Apa, Forum Intelektual Anak Timur Indonesia Hari Ini Datangi Polda Metro Jaya

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JAKARTA – Merasa kesal atas sikap Jatanras Polda Metro Jaya yang telah menangkap enam warga asal dari Timur Indonesia, Forum Intelektual Anak Timur Indonesia yang dikoordinir Josh Letwory dan Hengky Hengkesa berencana hari ini, kamis (27/06), akan mendatangi Polda Metro Jaya. Kedatangan ini terkait penangkapan yang telah dilakukan Jatanras Polda Metro terkait terhadap enam warga […]

  • Catat, Mulai 15-28 Juli Polres Prabumulih Gelar “Operasi Musi 2024”

    Catat, Mulai 15-28 Juli Polres Prabumulih Gelar “Operasi Musi 2024”

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Palembang,msinews.com-Polres Prabumulih Polda Sumatera Selatan akan menggelar Operasi Patuh Musi 2024. Operasi ini digelar secara serentak dilaksanakan selama dua pekan mulai tanggal 15-28 Juli 2024. Adapun beberapa contoh sasaran dalam kegiatan operasi adalah berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas korban akibat kecelakaan lalu lintas seperti menggunakan HP saat berkendara atau berada di bawah pengaruh miras […]

expand_less