Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

Tenun Buna Insana: Kisah Cinta dan Perjuangan Mama-mama Melindungi Warisan Budaya NTT

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 23 Des 2024
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Di sebuah galeri sederhana yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, deretan Tenun Buna Insana terpajang bak lukisan yang merangkai kisah kehidupan. Motif-motif berbentuk pengait menyerupai huruf Z berbicara dalam keheningan, menyampaikan warisan leluhur yang dijaga dengan penuh cinta dan ketekunan oleh mama-mama setempat. Di setiap helaian benang yang tersulam, ada peluh, doa, dan cerita tentang harapan.

Tenun yang terkenal dengan nama Buna Insana itu memiliki sekitar 60 motif berbeda dengan warna yang mencolok. Bukan sembarang motif, para mama di NTT mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada keturunan mereka melalui keterampilan menenun dan membuat motif.

“Motif kami beda-beda dan masing-masing ada lambang yang beda-beda. Sekarang diidentifikasi ada 60 motif. Ada yang mengajarkan jiwa gotong royong, kerja bakti, kesetiaan, sampai kekuatan. Kita tunjukkan dalam motif supaya jiwa gotong royong ini terbentuk serta menghargai hasil karya leluhur,” cerita Elvira Berta Maria Ogom, Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Tenun Buna Insana saat diwawancara pada Minggu, 22 Desember 2024.

Bagi Elvira, menenun adalah cara perempuan di Timor Tengah Utara berbicara kepada dunia. Ibu dari dua anak ini mengisahkan tradisi yang mengakar dalam kehidupan mereka. Menenun bukan hanya sebuah keterampilan, tetapi juga ritual yang menjadi gerbang kedewasaan bagi setiap anak perempuan di sana.

“Anak-anak perempuan di sini banyak yang bilang bahwa menenun itu sulit setengah mati, tetapi karena kami punya kepercayaan itu tadi, mama-mama harus ajarkan anak perempuan mereka untuk bisa menenun. Ini adalah cara kami membekali anak-anak perempuan kami keterampilan dan menjaga warisan leluhur,” lanjutnya.

Di tangan para mama, benang-benang kapas maupun sintetis yang diberi pewarna alami itu bersatu menjadi kain yang indah, membawa nama Timor Tengah Utara ke penjuru negeri, bahkan hingga ke luar negeri. Setiap helai kain menenun masa depan, memberikan harapan kepada banyak keluarga untuk mengirim anak-anak mereka menggapai pendidikan yang lebih tinggi. Tidak jarang, kain-kain ini dipesan khusus, dibeli melalui lokapasar dengan harga yang tinggi, bahkan menyentuh Rp10 juta. Tidak hanya bisa digunakan sebagai selendang atau pakaian, hasil tenun juga bisa dimodifikasi sebagai tas, dekorasi, dan menjadi pelengkap ritual kelahiran, perkawinan, serta kematian.

Namun, jalan menuju pengakuan hukum bagi Tenun Buna Insana memerlukan perjuangan dan kerja sama banyak pihak. Sebelum 2024, motif-motif unik mereka sering ditiru tanpa izin, mengancam kelestarian budaya yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang. Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis ketika pada November 2024, Tenun Buna Insana resmi terdaftar sebagai produk indikasi geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.

“Di tahun 2024 ini kami coba untuk lindungi hukumnya… Ini sebagai upaya kami untuk melindungi dan mempertahankan tenun dan kain di Kabupaten Timor Tengah Utara dan kami sangat bangga akhirnya Tenun Buna Insana mendapatkan status terdaftar sebagai produk indikasi geografis,” ujarnya.

Namun, Elvira tahu perjuangan belum usai. Di tengah zaman yang kian modern, menenun berhadapan dengan tantangan baru. Banyak remaja kini lebih memilih sibuk dengan layar ponsel ketimbang menyentuh alat tenun tradisional. Untuk itulah, Elvira menggagas pendidikan vokasi bagi remaja perempuan, terutama mereka yang putus sekolah.

“Kami berikan pendidikan itu agar ada regenerasi apabila suatu saat nanti para lansia dan mama-mama sudah tidak sanggup lagi menenun. Tidak dapat dipungkiri menenun itu kerajinan yang rumit yang mungkin tidak banyak dilirik remaja-remaja yang sekarang lebih gemar main handphone,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Bunda Paud, Bunda Literasi dan Pengawas Sekolah di Dinas Pendidikan serta Ketua Kwartir Cabang Timor Tengah Utara.

Elvira berharap semangat para mama untuk memberdayakan anak-anak perempuan mereka ini tidak akan pernah terkikis zaman. Meskipun wanita memang memiliki kodrat untuk melahirkan, menjadi istri sekaligus ibu bagi keluarga, perempuan juga harus bisa berdiri di kaki sendiri dan menjadi pemimpin.

“Perempuan harus percaya diri dan punya kemampuan sehingga kapanpun dia bisa dipercaya untuk memimpin organisasi atau bahkan juga menjabat tugas di pemerintahan. Di tempat kami perempuan yang jadi kepala hanya dua orang. Maka saya berharap kepada kaum perempuan, ayo kita bersemangat untuk menjadi kreatif, terampil serta percaya diri agar memiliki kemampuan yang sama atau bahkan lebih dibanding laki-laki untuk bisa menjadi perempuan yang tangguh,” pungkas Elvira.

Tenun Buna Insana adalah bukti nyata kekuatan perempuan dalam mempertahankan tradisi sekaligus menenun masa depan. Di tangan mama-mama NTT, kain ini telah menjadi lambang keteguhan hati, kreativitas, dan cinta yang tak lekang oleh waktu. Selamat Hari Ibu bagi seluruh perempuan Indonesia—penjaga warisan, pelita keluarga, dan inspirasi bagi generasi mendatang. ** rzf.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakasad Terima Kunjungan Chief of Staff (General Staff) Singapore Army, Bahas Penguatan Kerja Sama Militer

    Wakasad Terima Kunjungan Chief of Staff (General Staff) Singapore Army, Bahas Penguatan Kerja Sama Militer

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA, tniad.mil.id – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tandyo Budi R. menerima kunjungan _Chief of Staff (General Staff) Singapore Army_ , Brigadier General Tan Cheng Kwee, dalam rangka _Army Executive Meeting_ di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2025). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama militer antara TNI AD dan […]

  • Kabid Propam Polda Sumsel: Sebelum Menertibkan Masyarakat, Tertibkan Lebih Dulu Diri Sendiri

    Kabid Propam Polda Sumsel: Sebelum Menertibkan Masyarakat, Tertibkan Lebih Dulu Diri Sendiri

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Apel pagi sebagai aktivitas rutin seluruh anggota Polda Sumsel dan aparat sipil negara (ASN), untuk menerima arahan sebelum melaksanakan tugas. Dalam apel pagi di lapangan Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5 Palembang, Senin (15/07), dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Dadan Wahyudi S.I.K, SH, C.rim. […]

  • Kolaborasi Empat Lembaga Ini Perkuat Penanganan Korban TPPO

    Kolaborasi Empat Lembaga Ini Perkuat Penanganan Korban TPPO

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com -Empat Lembaga di antaranya Kemensos, Kemenkes,Kementedian P2MI, dan Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JARNAS Anti TPPO) berkolaborasi perkuat penanganan Korban TPPO. Adapun pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Empat perwakilan Lembaga yakni Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri P2MI, dan Ketua Umum Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang […]

  • Kemensos Buka Lowongan Guru Sekolah Rakyat

    Kemensos Buka Lowongan Guru Sekolah Rakyat

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan memulai proses perekrutan guru mulai hari ini, Selasa (10/6/2025). Syarat utama mengikuti seleksi ini adalah mengantongi sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Adapun seleksi ini membuka sebanyak 1.554 formasi jabatan fungsional guru ahli pertama untuk nantinya ditempatkan pada Sekolah Rakyat yang tersebar di 100 lokasi […]

  • DPR Apresiasi Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik Tepat Waktu

    DPR Apresiasi Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik Tepat Waktu

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Gresik,msinews.com-Komisi VII DPR RI mengapresiasi pembangunan smelter yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik. Adapun proses pembangunannya terselesai tepat waktu dan lancar hingga memasuki masa beroperasi. Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno. Oleh karenanya, Eddy mengapresiasi PTFI yang telah mencapai tahap operasi sesuai dengan jadwal yang telah […]

  • Milenial Digital Park: Burung Migran di Kawasan Taman Nasional Sembilang

    Milenial Digital Park: Burung Migran di Kawasan Taman Nasional Sembilang

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Pangkalan Balai, msinews.com – Migrasi (perpindahan tempat suatu spesies dari suatu habitat ke habitat tertentu oleh sebab faktor tertentu) secara anatomi-histologis juga berlaku pada hewan (fauna), khususnya spesies aves (burung berhabitat di air. Kelompok burung air itu bermigrasi secara periodik dari daratan Asia Timur (Siberia) seiring dengan kondisi cuaca, yakni musim dingin di tempat asalnya […]

expand_less