Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gelar Aksi Demo di Kementerian ESDM, KMFTG Sampaikan 10 Tuntutan, Tolak Geothermal di Flores

Gelar Aksi Demo di Kementerian ESDM, KMFTG Sampaikan 10 Tuntutan, Tolak Geothermal di Flores

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Puluhan massa demonstran yang tergabung dalam
Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geothermal (KMFTG) kembali mendatangi Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta Pusat,Kamis (5/6/2025),dipimpin oleh Roy Watu.

Dalam orasinya, ditegaskan bahwa, masyarakat Flores Menolak Proyek Panas Burai, karena Kerusakan Lingkungan, Dampak Sosial dan Perampasan Ruang Hidup Warga

Adapun perwakilan yang tergabung dalam komunitas menyerukan keprihatian terkait pembagungan Geothermal di Flores,menurut mereka telah merusak lingkungan hidup dan alam Pulau Flores hingga kerugian para petani setempat.

Komunita-komunitas itu adalah Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Ende (IPIC KAE), JPIC SVD Ruteng, JPIC SVD Ende dan JPIC SSPS, Alianas Terlibat Bersama Korban Geothermal Flores (Alter-KGF), Jaringan Anti Tambang Indoensia (JATAM), Wahana Lingkungan Hidup NTT (WALHI NTT), menyatakan dengan tegas menolak proyek panas bumi (Geothermal) yang sekarang beroperasi di Mataloko dan Nage Kabupaten Ngada, di Sokoria Kabupaten Ende, di Poco Leok Kabupaten Manggarai, di Atadei-Kabupaten Lembata, dan rencana pembukaan lahan baru geothermal di Kabupaten Nagckeo dan lain-lain.

“Pembangunan proyek-proyek geothermal di Flores telah mengabaikan prosedur yang baik dan benar, tidak menghuraukan suara warga serta tanpa melalui persetujuan kebanyakan masyarakat (tanpa social-license) Hal yang telah terjadi adalah perampasan ruang hidup warga melalui pendekatan gerilya dari pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan tentang kerusakan ekosistem, pencemaran air sungai, kegagalan panen, kerusakan atep romah, polusi udara, dan berbegai masalah kesehatan warga tidak ditanggapi pihak pemerintah dan instansi terkan.”kata para demonstran.

Dijelaskan, sejumlah warga yang berasal dari desa terdampak menolak pengambilan air dari sumber air bersih dan dari sungai sumber irigasi pertanian mereka. Selain itu, tidak jauh dari lokasi pemboran Nage, telah terjadi keretakan tanah yang menyebabkan keruntuhan sejumlah rumah adat dan pekuburan masa di Nua-Olo Nage Jerebuu. Aktivitas pengeboran telah memicu kerusakan rumah-rumah adat, serta menyebabkan pengungsian warga ke tempat lain.

“Telah terjadi emisi gas beracun seperti Hidrogen Sulfida (H2S), yaitu senyawa kimia gas yang menyebabkan karat, dan berbau seperti telur busuk, dan Sulfir Dioksida (SO2) yaitu gas polutan yang mengandung unsur belerang yang menyebabkan intasi pada sistem pernafasan. Hal ini menimbulkan pencemaran udara yang sangat mengganggu kesehatan warga terlebih bagi bayi-bayi dan balita.”

Membuka Luka Lama

KMFTG menyebut, bahwa proyek Geothermal telah menyebabkan wajah bumi teluka (Daratei, Sokoria dan Atadei), mendatangkan limbah bagi masyarakat (Sokoria), menimbulkan konflik horisontal antar warga (Ulubeli dan sekitar Mataloko), pelanggaran hukum (proyek dibangun tanpa lisensi mayoritas warga), intimidasi pihak keamanan terhadap tua-tua adat (Sokoria), tanah terbelah dan keruntuhan rumah adat dan pekuburan warga (Nua-Olo, Nage-Ngada), dan pengabaian keterlibatan warga dalam proses pengambilan keputusan. Proyek-proyek geothermal telah merampas ruang hidup warga, dan tidak mendatangkan keuntungan yang nyata.

“Laluu, untuk apa membangun proyek listrik kalau warga sendiri masih harus membayar listrik setiap bulan, dan warga juga belum pernah mengaduh kekurangan listrik?” tanya demonstran dalam aksinya.

“Kami butuh tanah dan air serta udara yang sehat untuk kelangsungan hidup dan bagi generasi penerus. Kami butuh pendidikan gratis dan bantuan kesehatan bagi semua yang sakit. Listrik sudah cukup buat kami. Kami telah menyadari bahwa peinbangunan geothermal sebagai energi listrik terbarukan hanya sebagai kedok dan intrik permainan para penguasa yang bersekongkol dengan kaum kapitalis untuk merampas ruang hidup kami sebagai warga. Kami tidak mau diperalat oleh “logika sesat dan strategi penipuan kaum kapitalis dan para pejabat yang telah bersekongkol.”

Proyek panas bumi telah menyebabkan kegagalan panen bagi para petani. Kami menuntut agar proyek panas bumi harus diaudit secara independen demi pemulihan keutuhan alam dan ciptaan. Kami menuntut Gubernur NTT dan para Bupati serta semua anggota DPR sedaratan Flores untuk bertanggungjawab atas penyembuh luka batın, pemulihan psikologi dan keresahan sosial yang telah terjadi di antara warga di wilayah terdampak. Semua pemimpin yang duduk di kursi kekuasaan telah dipilih rakyat, dan sebagai konsekuensi, para pemimpin harus menjaga dan memperjuangkan hak sipil, hak politik, hak sosial dan hak budaya warga dengan bijaksana dan penuh tanggungjawab.

“Kami tidak mau kehilangan hak dasar untuk menentukan nasib sendiri” (the right to self-determination). Karena itu, kami menolak keterlibatan aparat keamanan yang mengintimidasi dan melakukan terror serta ancaman terhadap para pemegang hak ulayat, terhadap para aktivis HAM, para pejuang lingkungan hidup, dan para pemuka agama yang membela HAM dan keutuhan alam ciptaan.”

“Kami menuntut agar semua dokumen AMDAL dan dokumen lain tentang proyek-proyek panas bumi di seluruh Flores harus dibuka ke ruang publik agar tidak menimbulkan kecurigaan warga terhadap persekongkolan pemerintah dan kapitalis demi proyek-proyek geothermal. Kami mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang objektif, dan tidak ditipu. Kami juga mempunyai hak untuk mencari tahu (hak atas kebenaran) informasi tentang prosedur pelaksanaan proyek geothermal di wilayah kami. Kami mempunyai hak untuk hidup di dalam lingkungan sosial, budaya dan pendidikan yang menjamin kebenaran dan keyakinan kami atas nilai-nilai luhur yang bermartabat.”

Berikut adalah pernyataan bersama KMFTG : 

“Pertama,Hentikan operasi proyek geothermal dan melakukan audit lingkungan dari pihak konsultasi independen.”

Kedua, Pulihkan kerusakan lingkungan, keretakan tanah, pencemaran udara dan air sebagai sumber hidup warga dan sumber irigasi pertanian warga.

“Ketiga, Beri kompensasi yang adil dan merata bagi warga yang terdampak, seperti kerusakan rumah, kegagalan panen, gangguan kesehatan, dan pendidikan.

Keempat, Hentikan ekspansi industri ekstraktif di seluruh wilayah kepulauan Indonesia!.

Kelima, Cabut semua izin tambang, panas bumi, dan proyek energi “hijau” yang merampas tanah dan merusak lingkungan!

Enam, Cabut Keputusan Menteri ESDM nomor 2268 K/30/MEM/2017 yang menetapkan Flores sebagai “Pulau Panas Bumi”.

Ketuju, Hentikan kriminalisasi dan intimidasi terhadap warga, aktivis, jurnalis, rohaniwan/ti dan pendamping hukum yang memperjuangkan hak hidu

“Kedelapan, Pulihkan hak masyarakat adat dan petani atas tanah, hutan, dan wilayah kelola mereka secara utuh dan tanpa syarat!”

Kesemban, Audit dan hukum korporasi serta para pejabat negara yang terlibat dalam penyuapan (korupsi sumber daya alam) sehingga menyebabkan kerugian negara.

“Kesepuluh, Bangun politik demokratis yang bersumber pada kebijakan demi kebutuhan warga sebagai prioritas, berasaskan pada kedaulatan dan kesejahteraan rakyat, dan bukan pada kemakmuran pihak-pihak tertentu dan hanya demi kepentingan para pemodal.” ** tim/dm.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat Terapkan Sistem Asrama, Sudah Banyak Kisah Suksesnya

    Sekolah Rakyat Terapkan Sistem Asrama, Sudah Banyak Kisah Suksesnya

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    JAKARTA,KABARDAERAH.Com – Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan lebih luas dan berkualitas kepada keluarga miskin akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2025/2026. Sekolah Rakyat akan memberikan layanan pendidikan gratis berkonsep asrama dengan lingkungan berkualitas. “Presiden ingin memuliakan keluarga miskin, sekaligus mendorong agar wong cilik bisa bangkit dan berperan signifikan […]

  • Pemda Diingatkan Soal Batas Pengimputan Laporan SPM Tahunan 2024 Triwulan 1

    Pemda Diingatkan Soal Batas Pengimputan Laporan SPM Tahunan 2024 Triwulan 1

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 171
    • 0Komentar

    JAKARTA,KABARDAERAH.COM – Plh. Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Zamzani B. Tjenreng mengatakan,bahwa sistem  e-SPM sudah berjalan dengan baik sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Selain itu, hasil penginputan data pelaporan dilakukan evaluasi per triwulan melalui rapat baik luring maupun daring. Demikian disampaikan saat membuka rapat evaluasi pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun […]

  • Senator Aceh Minta Kementan Perhatikan Kelangkaan Pupuk

    Senator Aceh Minta Kementan Perhatikan Kelangkaan Pupuk

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Permasalahan kelangkaan pupuk subsidi di Aceh menjadi perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI yang juga mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh. Untuk itu dia mendesak Kementerian Pertanian untuk menjadi lebih komunikatif dalam menangani isu ini. “Saya lihat saat ini ada tantangan serius terkait kelangkaan pupuk subsidi di Aceh, karena adanya kelangkaan dapat mempengaruhi sektor pertanian […]

  • FPAK Desak KPK Periksa Kadis Pendidikan dan Kesehatan Lamteng

    FPAK Desak KPK Periksa Kadis Pendidikan dan Kesehatan Lamteng

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Lampung, MSINews.com – Forum Penggiat Anti Korupsi (FPAK) Novan Haryadi, menekankan pentingnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek pembangunan rehab di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Novan mengungkapkan bahwa terdapat indikasi tindak pidana KKN terkait pemilihan penyedia jasa konstruksi melalui sistem e-catalog. Baca juga : Jokowi Igatkan Nadiem Naikan Anggaran Riset Sebelum […]

  • IMI berikan uang pembinaan Rp 100 juta kepada pembalap Muda Aldi Satya Mahendra

    IMI berikan uang pembinaan Rp 100 juta kepada pembalap Muda Aldi Satya Mahendra

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org- Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua MPR RI, Dr. Bambang Soesatyo,SE.MBA memberikan uang pembinaan Rp 100 juta kepada pembalap muda kebanggaan Indonesia, Aldi Satya Mahendra (17 tahun). Aldi berhasil menjadi Juara 1 dalam Kejuaraan Dunia World Supersport300 di Sirkuit Autodrom Most, Ceko (30/7/23). Sehingga lagu Indonesia Raya bisa dikumandangkan dan bendera Merah Putih […]

  • Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat Tegaskan, Pengamalan Pancasila dalam Keseharian Menjadi Keharusan

    Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat Tegaskan, Pengamalan Pancasila dalam Keseharian Menjadi Keharusan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Wakil Ketua MPR RI, Dr. Lestari Moerdijat, menegaskan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menjadi keharusan untuk menghadapi tantangan ekonomi global, memperkuat persatuan, dan membangun ketahanan bangsa. Menurut politisi perempuan dari partai NasDem ini, bahwa momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa Pancasila harus hidup dan […]

expand_less