Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » DPR Serukan Bangun Kekuatan Ekonomi untuk Hancurkan Israel

DPR Serukan Bangun Kekuatan Ekonomi untuk Hancurkan Israel

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
  • visibility 0
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI menggelar diskusi Dialektika Demokrasi Dengan tema “Aksi Demo Bela Palestina Menyebar Keseluruh Dunia, Peran Penting Indonesia Dinanti.

Diskusi rutin setiap Kamis ini bertempat di Ruang Pusat Penyiaran dan Informasi Parlemen (PPID), Lantai 1 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2024) dengan menghadirkan pembicara yakni Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta, Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana,dan Praktisi Media Jhon oktaveri,dengan moderator Eric Suroyo,anggota KWP.

Diskusi membahas soal posisi, sikap dan taktik Indonesia dalam membela Hak Bangsa Palestina, menyusul sikap 11 dari 27 negera eropa sehingga menjadi 143 negara yang mengakui Palestina sebagai negeri Merdeka dan berdaulat.

“Hal ini bukan saja atas nama keadilan dan kemanusiaan namun sesuai dengan UUD 1945 bahwa kemerdekaan hak segala bangsa.”

Sukamta menyebut bahwa Israel memiliki tiga sikap. Pertama “orang-orang yang mau menerima koeksisten hidup bersama antara Israel sebagai warga dengan Palestina sebagai warga.

Kedua nya ingin ber koeksistensi sebagai negara Israel sendiri Palestina negeri sendiri di dua negara.Ketiga adalah yang ekstrim yang tidak mau menerima 2 negara ,Israel hanya bisa diisi oleh satu negara yaitu negara Israel, di tanah yang dulu namanya Palestina .

Sayangnya kelompok ini sekarang sedang berkuasa, pemerintahnya, partai-partainya ,maupun rakyatnya sedang berada di sayap kanan paling kanan. Sikap mereka sangat ekstrem,karena punya tiga sikap terhadap Palestina.

“Mereka memberi ultimatum kepada Palestina, satu perang sampai Palestina habis atau Palestina mau tinggal di negara ini boleh, tapi tidak boleh punya pemerintahan sendiri ,tidak boleh punya hak pilih memilih pemerintah pusat paling boleh memerintah sampai tingkat daerah.” urai Sukamta.
Lanjutnya, bahwa seluruh warga Palestina pergi dari Palestina dan mereka mau membiayai kalau ada negara yang mau nampung .

“Tapi sayangnya, yang sikap ketiga ini yang sekarang ada, dulu Simon Perez itu mau koeksisten hidup dua negara solusi 2 negara yang dimotori oleh banyak negara dunia internasional, termasuk Indonesia ingin ada solusi dua negara. Nah dengan peristiwa GAZA yang sekarang ini mau tidak mau kita punya tafsir bahwa yang ketiga ini sedang mengusahakan agar Gaza ini bersih dari penduduk Palestina,”sambungya.

“Jadi, dulu awalnya saya menduga ini hanya akan membebaskan sandera dan melumpuhkan Hamas. Tapi kemudian ternyata melumpuhkan Hamas itu tidak bisa ketika masih ada warga negara Palestina di situ. Maka dilakukanlah upaya pembersihan seluruh sarana kehidupan, infrastruktur, jalan-jalan pemerintahan sejarah, yang ada di Gaza semua dihancurkan bahkan fasilitas untuk menunjang kehidupan dihancurkan, rumah-rumah sakit, sekolah, dihancurkan.” urainya.

Sementara itu, Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana mengatakan bahwa, adanya aksi demo dari berbagai belahan dunia termasuk dari Amerika Serikat yang dimotori oleh para mahasiswa dari universitas ternama.

Jadi, ini semua sebenarnya ujungnya adalah dunia tidak bisa melihat penindasan terhadap manusia-manusia yang ada di dunia. Maka isunya adalah isu kemanusiaan ,tentu mereka tidak dalam konteks membela apapun tapi juga tidak mau membela Israel.

“Israel dalam penindasan ini, saya katakan penindasan kenapa ada tiga alasan. pertama adalah kalau Israel mengatakan bahwa kami melakukan serangan balik. Jadi, serangan balasan karena tanggal 7 Oktober kami diserang oleh Hamas tapi jumlah 35.000 orang yang menjadi korban itu menurut saya sudah tidak proporsional. ”

Internasional menerima permohonan dari Afrika Selatan untuk mempermasalahkan tindakan Israel karena ini dianggap sebagai pertentangan dengan konferensi genosida. bahkan dalam putusan sela dari mahkamah internasional baru-baru ini mereka minta Israel menghentikan serangan. **DM.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Diplomasi Pertahanan, Kasad Jalin Kemitraan Strategis dengan Tentara Rakyat Vietnam

    Perkuat Diplomasi Pertahanan, Kasad Jalin Kemitraan Strategis dengan Tentara Rakyat Vietnam

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Hanoi,msinews.com-Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan resmi dan pertemuan bilateral dengan _Chief of the General Staff Vietnam People’s Army_, General Nguyen Tan Cuong, di Hanoi, Senin (19/5/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama militer antara TNI Angkatan Darat dan Tentara Rakyat Vietnam. Pertemuan […]

  • Timnas Garuda Raih Kemenangan Dramatis 1-0 Atas Vietnam, AFC Asian Cup Qatar 2023

    Timnas Garuda Raih Kemenangan Dramatis 1-0 Atas Vietnam, AFC Asian Cup Qatar 2023

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Doha, MSINews.com – Timnas Indonesia meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Vietnam dalam laga sengit di babak penyisihan grup AFC Asian Cup Qatar 2023. Pertandingan yang dihelat di Stadion Lusail mempertemukan kedua tim papan atas, namun keunggulan akhirnya berpihak pada Garuda. Baca juga : Ketua FPTI Yenny Wahid, Kaesang dan Rocky Gerung ada Dikepengurusan Ini Daftarnya:  […]

  • Soal RUU Perumahan, Menteri PKP:  Kepentingan Rakyat dan Dunia Usaha

    Soal RUU Perumahan, Menteri PKP:  Kepentingan Rakyat dan Dunia Usaha

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pemerintah menegaskan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perumahan dilakukan dengan menyeimbangkan kepentingan rakyat, negara, dan dunia usaha sebagai satu kesatuan kebijakan nasional di sektor hunian. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pendekatan tersebut menjadi prinsip utama agar regulasi perumahan tidak hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • Tanggapi Gas LPG 3 Kg: Menkopolkam Tekankan Kelancaran Distribusi dan Cegah Penimbunan

    Tanggapi Gas LPG 3 Kg: Menkopolkam Tekankan Kelancaran Distribusi dan Cegah Penimbunan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong distribusi gas LPG 3 kg tetap berjalan dengan lancar dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Seiring dengan penerapan kebijakan baru yang menetapkan pembelian gas LPG 3 kg sudah dapat dilakukan kembali di tingkat pengecer dan tidak lagi terbatas pada pangkalan resmi Pertamina, pemerintah akan terus melakukan […]

  • Aliansi PT. Polo Ralph Desak MA Tinjau Kembali (PK) Nomor 9 PK/PDT.SUS-

    Aliansi PT. Polo Ralph Desak MA Tinjau Kembali (PK) Nomor 9 PK/PDT.SUS-HKI/2024 Penuh Kontroversi

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Puluhan masa yang tergabung Aliansi karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia menggelar aksi di Jl. Ir. H. Juanda Jakarta Pusat dan depan Gedung Mahkamah Agung (MA). Mereka mendesak agar penegak hukum meninjauan Kembali (PK) Nomor 9 PK/PDT.SUS-HKI/2024 telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kontroversi. Kasus ini melibatkan Mohindar HB yang diduga melakukan perbuatan […]

  • PWI Desak Revisi RUU Penyiaran Jamin Kebebasan Pers di Era Digital

    PWI Desak Revisi RUU Penyiaran Jamin Kebebasan Pers di Era Digital

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran kembali menjadi perdebatan panas setelah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) menyampaikan catatan kritis dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi I DPR RI. Pertemuan yang digelar di Senayan, Senin (5/5/2025), ini bertujuan menyerap masukan dari para pemangku kepentingan media terkait […]

expand_less