Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Serial Bandar-bandar Tua di Nusantara: Sibolga dan Datuk Bandar (bagian 2) 

Serial Bandar-bandar Tua di Nusantara: Sibolga dan Datuk Bandar (bagian 2) 

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PARA Pedagang Arab pada abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi menyebut Sibolga dengan nama Fansur. Tentu pembaca pernah mendengar nama. sastrawan Hamzah Al-Fansuri? Sastrawan terkemuka Indonesia berasal dari kawasan, yang pada masa Sriwijaya (abad ke-7-ke-13 M) disebut oleh orang Arab sebagai Fansur.

Bandar Sibolga atau Fansur adalah satu di antara 14 Bandar Dagang terkemuka/utama Sriwijaya pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, sebagai tercatat dalam Kronik Dinasti Tang.

Tome Pires menuliskan, pada masa lalu posisi bandar yang juga dikenal dengan nama “Fansur” masih merupakan bandar terpenting hingga abad ke-16 Masehi. Secara geografis letak Bandar Fansur atau Sibolga lebih mudah dijangkau dari arah laut dibandingkan dengan Bandar Barus.

Atlas Pelabuhan-pelabuhan Bersejarah di Indonesia suntingan Endjat Djaenuderajat (2013), menyebutkan, di pesisir barat Pulau Sumatra membujur dari arah barat laut ke tenggara, di sana terdapat pelabuhan Lamuri (Aceh), Barus, Sibolga, Tiku, Pariaman, Padang (Muaro dan Teluk Bayur), Bengkulu (Padang Baai), dan Lampung.

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal pada 7 Desember 1842 tempat kedudukan Residen Tapanuli dipindahkan dari Air Bangis ke Sibolga. Sejak itu Sibolga resmi menjadi Ibukota Keresidenan. Kendati statusnya sebagai Ibukota Keresidenan sempat dipindahkan ke Padang Sidempuan, yaitu antara tahun 1885-1906, predikat itu kembali lagi ke Sibolga berdasarkan Staadblad 1906.

Tercatat hingga 1920, Sibolga masih bernama Onderafdeeling Sibolga en Ommelanden dan berada di bawah Residen Tapanuli dan beribukota Sibolga.

Pada 7 Maret 2019 Presiden Joko Widodo meresmikan Bandar Sibolga. Sudah tentu, ketika peresmian itu Sibolga bukan pelabuhan yang benar-benar baru, melainkan hasil pengembangan dari bandar sebelumnya.

Bandar tua ini hingga saat ini masih berfungsi sebagai pelabuhan kecil bagi masyarakat nelayan di sana, kendati keberadaannya kini nyaris sulit berkembang menjadi pelabuhan besar.

Bandar Sibolga berkarakteristik pelabuhan alam, berada di Teluk Tapian Nauli atau Teluk Sibolga. Topografi bandar tua ini relatif terlindungi dari ombak besar Samudera Indonesia.

Teluk Sibolga dan pelabuhannya antara tahun 1910 dan 1920 (Foto: Tropenmuseum). 

Sejak awal abad Masehi, pedagang India dan Arab biasa berlayar menyeberangi Samudra Hindia ke Sumatra menggunakan, salah satunya gerbang barat ini. Daya tarik utama di sini adalah komoditas kapur barus berkualitas tinggi, yang diambil dari pelabuhan Barus di dekatnya. Sama-sama berada di kawasan pesisir, Sibolga berjarak lebih kurang sekitar 67 kilometer di selatan Barus.

Sejak abad ke-19, Bandar Sibolga muncul dengan fasilitas lebih baik dari pada Bandar Barus. Sejarah mencatat, kawasan Sibolga dahulu merupakan bandar kecil di tepi Teluk Tapian Nauli di Pulau Poncan Ketek (sebuah pulau kecil tak jauh dari Kota Sibolga).

Bandar kecil ini dibangun pada sekitar abad ke-18 dengan penguasanya bergelar Datuk Bandar. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sekitar abad ke-19, bandar kecil itu dipindahkan ke daratan di Pulau Sumatra, yaitu di lokasi Sibolga saat ini untuk menggantikan bandar di Pulau Poncan Ketek.

Karena lokasinya dekat dengan sumber alam dan sumber air sebagai sumber perbekalan bagi kapal yang tengah berlabuh, Bandar Sibolga di kemudian hari berkembang menjadi lebih besar sebagai kota pelabuhan dan perdagangan.

Sibolga pada zaman Hindia Belanda berjaya sebagai pelabuhan dan gudang niaga untuk barang-barang hasil pertanian dan perkebunan seperti kapur barus, karet, cengkeh, kemenyan dan rotan.

Inggris bahkan pernah menjadikan Sibolga sebagai pelabuhan gudang niaga lada terbesar di Teluk Tapian Nauli. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal pada 7 Desember 1842 tempat kedudukan Residen Tapanuli dipindahkan dari Air Bangis ke Sibolga.

Sejak itulah Sibolga resmi menjadi Ibu Kota Keresidenan. Status Sibolga sebagai Ibu Kota Keresidenan sempat juga dipindahkan ke Padang Sidempuan, yaitu antara tahun 1885-1906.

Status itu kembali lagi ke Sibolga berdasarkan Staadblad yang dikeluarkan pada 1906. Tercatat hingga 1920, Sibolga masih bernama Onderafdeeling Sibolga en Ommelanden dan berada di bawah Residen Tapanuli dan beribukota Sibolga.[]

*)Penulis adalah Ketua Departemen Data pada Pusat Kajian Sriwijaya FISIP UNSRI.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendagri Dukung Penguatan BAZNAS

    Kemendagri Dukung Penguatan BAZNAS di Daerah, Apa Saja :

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta – Kemendagri RI mendukung kesiapannya untuk menfasilitasi penguatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) khususnya yang berada di daerah. Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Menteri Dalam Negeri La Ode Ahmad P. Balombo pada plenary session Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2023 yang diselenggarakan di Jakarta, 20-22/9/2023. “Kalau membutuhkan instrumen untuk […]

  • Kemensos Tawarkan Kampus Berkualitas dengan Biaya Kuliah Rp1 Jutaan per Semester

    Kemensos Tawarkan Kampus Berkualitas dengan Biaya Kuliah Rp1 Jutaan per Semester

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, Bandung – Kementerian Sosial melalui Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) berkomitmen menciptakan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di bidang kesejahteraan sosial di Indonesia, Poltekesos menetapkan biaya kuliah terjangkau, yaitu Rp1,950 juta per semester. “Poltekesos memastikan pendidikan tinggi tetap dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan, terutama mereka yang berasal […]

  • Kolaborasi Inovatif Dua Mata Kuliah: Komunikasi Internasional & Diplomasi Digital Universitas Paramadin

    Kolaborasi Inovatif Dua Mata Kuliah: Komunikasi Internasional & Diplomasi Digital Universitas Paramadin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MSINEWS.Com-Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran dengan menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk “Visual Diplomacy: Film sebagai Medium Komunikasi Internasional di Era Digital”, yang berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 09.00–12.00 WIB di Aula C1, Universitas Paramadina, kampus Cipayung, Jakarta Timur. Acara ini menghadirkan empat sineas muda berbakat Indonesia: Mikhail Adam, […]

  • Kartu Prakerja Gelombang 60 Resmi Dibuka, Insentif 4,2 Juta

    Kartu Prakerja Gelombang 60 Resmi Dibuka, Insentif 4,2 Juta

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta–Bagi yang menantikan Kartu Prakerja Gelombang 60, akhirnya Pemerintah secara resmi telah mengumumkan pembukaan pendaftaran diri sebagai calon peserta Prakerja. Pembukaan pendaftaran akun Kartu Prakerja Gelombang 60 ini, diumumkan Pemerintah melalui media sosial akun Instagram resminya, @prakerja.go.id, Jumat 25 Agustus 2023 siang. Bagi anda minat mengembangkan keahlian sesuai bidang atau ingin mengembangkan usahanya, perlu diketahui […]

  • Sekolah Rakyat Prabowo Misi Besar Entaskan Kemiskinan Dimulai Juli

    Sekolah Rakyat Prabowo Misi Besar Entaskan Kemiskinan Dimulai Juli

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Program andalan Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat, akan resmi beroperasi mulai bulan Juli mendatang. Adapun, inisiatif ini lebih dari sekadar pendidikan gratis Sekolah Rakyat adalah strategi komprehensif pemerintah melalui Kemensos untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan menggandeng aktif dunia usaha melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Wakil Menteri Sosial atau Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan, […]

  • Sebanyak 3.500 Pelari Bakal ikut IPB RUN HALF MARATHON 2024

    Sebanyak 3.500 Pelari Bakal ikut IPB RUN HALF MARATHON 2024

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Bogor,msinews.com – Sedikitnya 3500 pelari dipastikan akan ikut serta pada IPB RUN HALF MARATHON 2024 yang akan digelar pada Minggu (6/10/2024) mendatang di Kampus IPB University Dramaga. Ketua Panitia IPB RUN HALF MARATHON 2024, Afrizal mengatakan kegiatan tak hanya diikuti oleh para pelari pemula, tapi juga diikuti oleh pelari berbagai usia dan kalangan. “Mulai dari […]

expand_less