Kepala BNPB Atensi Integritas Data Karhutla Lintas Instansi
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANJARMASIN,MSINEWS— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya melalui optimalisasi satuan tugas darat, integrasi data lintas instansi, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Kalimantan Selatan pada Rabu (23/9).
Kepala BNPB menekankan pentingnya keseragaman data dan pelaporan dalam satu pintu agar seluruh upaya penanganan karhutla di lapangan dapat terpantau secara utuh dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat.
“Jangan sampai upaya yang luar biasa di bawah ini tidak tersampaikan. Setiap ada hal-hal yang kurang, kita langsung melaksanakan komunikasi,” ujar Suharyanto dalam arahannya terkait penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Penguatan integrasi data menjadi perhatian karena masih ditemukan perbedaan angka antara laporan dari sejumlah unsur di lapangan. Menurut Suharyanto, seluruh data mengenai titik kebakaran, luas lahan terbakar, hasil pemadaman, jumlah personel, hingga kebutuhan dukungan harus disinkronkan agar menjadi satu data yang dapat digunakan bersama.
Suharyanto menambahkan, data yang terintegrasi akan memudahkan tim lapangan dalam menentukan prioritas penanganan dan menyusun strategi operasi di lapangan. Dengan data yang sama, setiap unsur dapat mengetahui secara lebih jelas jumlah hotspot, titik kebakaran nyata, luasan terdampak, serta kebutuhan kekuatan pemadaman di masing-masing kabupaten. Hal tersebut juga membantu memastikan pengerahan sumber daya dilakukan secara tepat sasaran.
Kepala BNPB mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditentukan oleh jumlah sumber daya yang dikerahkan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur untuk bekerja secara terpadu berdasarkan informasi yang sama.
Selain persoalan data, Kepala BNPB juga menekankan bahwa operasi pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan helikopter water bombing. Berdasarkan evaluasi operasi, kemampuan pemadaman melalui udara memiliki keterbatasan, sehingga penggunaannya perlu diarahkan terutama pada lokasi yang sulit dijangkau oleh satgas darat maupun untuk membantu memutus dan mengendalikan penjalaran api.
“Berapa pun yang dikerahkan pasti hasilnya sedikit. Makanya ini sebetulnya digunakan hanya untuk tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh satgas darat, atau mungkin nanti bantuan atau kombinasi antara satgas darat dengan satgas udara,” jelas Suharyanto.
Saat ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan didukung enam unit helikopter. BNPB mencatat bahwa operasi water bombing perlu dipadukan dengan upaya pemadaman melalui jalur darat agar hasil penanganan lebih optimal. Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.
*Perkuat Satgas Darat*
BNPB mendorong penambahan tim pemadaman darat apabila jumlah personel yang tersedia masih belum mencukupi. Setiap tim dapat beranggotakan sekitar 15 orang dengan perlengkapan pemadaman yang memadai.
Komposisi tim dapat melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, relawan, maupun masyarakat setempat. BNPB juga mendorong pembentukan tim gabungan sehingga terdapat unsur yang memiliki pengalaman dan kemampuan teknis dalam penanganan karhutla.
Dukungan operasional termasuk kebutuhan peralatan dapat diajukan sesuai kebutuhan lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpum oleh BNPB per Selasa (22/9), total target penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 125,31 hektare dengan rincian 62,15 ha lahan terbakar telah berhasil dipadamkan dan 63,16 hektare lahan masih dalam penanganan.
Kepala BNPB meminta seluruh unsur di Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pemadaman dalam beberapa waktu ke depan, mengingat potensi karhutla masih perlu diantisipasi hingga memasuki musim hujan yang diprediksi akan datang pada Dasarian I bulan November mendatang.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga tren karhutla di Kalimantan Selatan tetap terkendali sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru dan mengantisipasi kembali terbakarnya lahan yang sebelumnya telah dipadamkan.**
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar