Sampah di TPA Galuga Disulap Jadi Solar,Target Satu Tahun Rampung
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR,MSINEWS.COM– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengatalan, bahwa timbuna sampah lama di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, akan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melalui fasilitas pengolahan berbasis teknologi pirolisis.
Adapun, proses pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan saT menghadiri peletakan batu pertama _(groundbreaking) Fasilitas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi (PSE) BBM Terbarukan (BBMT) berbasis teknologi pirolisis di TPA Galuga, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan sejumlah pejabat terkait.
Dijelaskan bahwa Fasilitas pirolisis yang dibangun di atas lahan seluas lima hektare tersebut pada tahap awal dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari. Sampah akan dipilah, khususnya sampah plastik lama, untuk kemudian diolah menjadi solar dengan proyeksi produksi sekitar 50–60 kiloliter per hari.
“Pembangunannya kira-kira memerlukan waktu satu tahun, akan kita percepat tapi target kita minimal satu tahun, dengan kapasitas 1.000 ton per hari akan diolah, dipilah jadi plastik, plastik jadi solar yang akan menghasilkan sekitar 50–60 kiloliter,” jelas Kasad.
Pengolahan sampah melalui teknologi pirolisis menjadi bagian dari upaya menangani timbunan sampah lama yang selama ini terus menumpuk. Teknologi tersebut memanfaatkan proses pemanasan pada suhu tinggi dalam kondisi tanpa udara atau dengan jumlah udara yang sangat terbatas untuk mengurai bahan anorganik menjadi gas, cairan, dan residu padat.
Selai itu, di kawasan TPA Galuga juga dibangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1. Kedua fasilitas tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi, dengan PSEL mengolah sampah menjadi energi listrik, sementara fasilitas pirolisis diarahkan untuk mengolah timbunan sampah lama menjadi produk bernilai guna.
Kasad menegaskan, pengembangan fasilitas pengolahan sampah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak. Selain di Galuga, pendekatan serupa diharapkan dapat dikembangkan di daerah lain dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Dengan pengembangan teknologi pirolisis, timbunan sampah lama diharapkan tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI AD dalam mendorong solusi pengelolaan sampah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi keterlibatan TNI AD dalam mendukung penanganan persoalan sampah. Menurutnya, fasilitas pirolisis menjadi salah satu upaya untuk menangani timbunan sampah lama sekaligus melengkapi pengolahan sampah baru melalui PSEL
“Saya terima kasih banyak sama Pak Maruli, Pak Kasad kita, luar biasa. Dengan dukungan TNI, menjadikan Indonesia Asri mudah-mudahan akan lebih cepat. Tanpa TNI repot juga kita. Saya di Menko Pangan, hampir semua kegiatan dapat dukungan dari TNI,” kata Zulkifli Hasan. **
Editor : tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar