Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Info Agama » Erwin Syahputra Siregar Berharap, Pesantren Harus Jadi Fondasi Peradaban dan Moral Bangsa di Era Modern

Erwin Syahputra Siregar Berharap, Pesantren Harus Jadi Fondasi Peradaban dan Moral Bangsa di Era Modern

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINWS.COM– Alumni Pondok Pesantren Ahmadul Jariah,Erwin Syahputra Siregar SH, menegaskan pentingnya peran Pesantren sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya membentuk keimanan, tetapi juga karakter dan keterampilan generasi muda. Pernyataan itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober.

Menurut Erwin yang juga seorang wartawan senior yangsaat ini menjabar Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen ini,berpendapat bahwa Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, melainkan menjadi momen reflektif untuk menegaskan kembali kontribusi pesantren dalam membangun bangsa.

“Saya melihat langsung bagaimana pesantren menjadi tempat pembentukan kepribadian, pengembangan keterampilan hidup, dan penanaman semangat kebangsaan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu 22 Oktober 2025.

Pendidikan Berbasis Nilai dan Karakter

Dijelaskan bahwa, pendidikan di pesantren berakar pada nilai-nilai agama yang mendalam. Santri dibimbing untuk memahami ajaran Islam melalui kajian kitab klasik seperti tafsir, hadis, fiqih, dan akhlak. Nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, dan cinta tanah air menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan Pesantren.

“Rutinitas harian seperti shalat berjamaah dan pengajian membentuk disiplin dan kebiasaan positif yang memperkuat karakter santri,” ujarnya menambahkan.

Erwin menegaskan, bahwa pendekatan spiritual yang diterapkan di lembaga juga dinilai mampu membentuk pribadi yang stabil secara emosional dan siap menghadapi tantangan sosial.

Erwin juga menyoroti bahwa pesantren saat ini telah bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis seperti mekanik, pertanian, teknologi informasi, dan kepemimpinan.

“Interaksi sosial di pesantren melatih komunikasi dan membangun relasi yang sehat. Santri juga diberi kesempatan memimpin organisasi internal dan memahami dinamika sosial serta ekonomi,” jelasnya. Integrasi teknologi dalam kurikulum menjadi bukti bahwa pesantren siap menghadapi era digital.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pesantren juga berperan dalam membentuk jiwa kebangsaan. Melalui pembelajaran kolektif dan etos kerja, santri dilatih untuk hidup mandiri dan saling membantu.

“Pesantren adalah rumah kebangsaan yang menanamkan cinta tanah air dan menjadi benteng moral bangsa,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kembali peran historis pesantren dalam perjuangan kemerdekaan, seperti Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Ia berharaap, tengah arus globalisasi, pesantren tetap menjadi penjaga identitas budaya dan moral bangsa.
“Pesantren adalah pusat peradaban dan dakwah yang membawa perubahan positif bagi masyarakat sekitar,” tegas Erwin.
Pria yang tumbuh dan besar di Lombok, Nusa Tenggara Barat-NTB ini menilai bahwa pesantren sebagai lembaga pemberdayaan yang mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, karakter, dan pelestarian budaya.

Tema Hari Santri 2025 adalah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini menekankan peran santri tidak hanya dalam menjaga kemerdekaan Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban dunia dengan ilmu dan akhlak.

Hari Santri yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan spiritual dan intelektual para santri. Tema Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” menurut Erwin, menekankan tanggung jawab santri dalam menjaga kemerdekaan secara moral, budaya, dan intelektual.

“Santri harus mampu berkontribusi dalam membangun peradaban dunia yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan toleransi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan berbagai kegiatan yang biasa digelar untuk memperingati Hari Santri, seperti apel, lomba baca kitab kuning, pawai santri, lomba kaligrafi, pemutaran film Islami, bakti sosial, hingga pesantren kilat.

“Di tengah krisis moral dan disrupsi teknologi, pesantren hadir sebagai solusi. Ia mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing, siap mengawal Indonesia menuju peradaban dunia,” tutup Erwin dengan menegaskan bahwa pesantren adalah aset bangsa yang tak ternilai. ***

Editor ; Tim Redaksi/domi lewuk.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek BTS Kominfo Seperti Lingkaran Setan, Pemenag Tander Hanya Itu-itu Saja

    Proyek BTS Kominfo Seperti Lingkaran Setan, Pemenag Tander Hanya Itu-itu Saja

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Hakim ketua Fahzal Hendri mencecar saksi soal proses lelang proyek BTS 4G Bakti Kominfo. Setelah mendengar jawaban saksi, hakim menganggap lelang proyek itu bagai arisan, bahkan vicious circle atau lingkaran setan karena peserta lelangnya itu-itu saja pada setiap paket yang ditawarkan. Hal tersebut disampaikan hakim saat proses pemeriksaan Wakil Ketua Pokja Pemilihan Proyek Penyediaan Infrastruktur […]

  • Plus Minus di balik Moratorium Daerah Otonomi Baru

    Plus Minus di balik Moratorium Daerah Otonomi Baru

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Lubuklinggau msinews.com – Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) beberapa tahun terakhir makin marak dan menjadi sorotan banyak pihak. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Selatan HM Asnadi CA menyampaikan pemandangan kritis dia tentang gagasan DOB. Asnadi menilai hal tersebut sangat positif dipandang dari sisi tatakelola prmerintahan. Paling tidak, dengan pemekaran […]

  • Jembatan Iwur Selesai Dibangun

    Jembatan Iwur Selesai, Rencana Spei Bidana Undang Menteri

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Pegubin, MSINews.com – Jembatan Iwur selesai dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, masyrakat bahagia. Spei Bidana berencana mengundang menteri untuk meresmikan pembukaan jembatan. Keberhasilan menyelesaikan pembangunan Jembatan Iwur dengan konstruksi permanen, menghabiskan anggaran sebesar Rp. 14 miliar. Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, mengatakan pengerjaan jembatan hampir selesai, dengan rencana […]

  • Gubernur Kalbar Nyantap Hidangan Menu MBG Bareng Siswa di Pontianak

    Gubernur Kalbar Nyantap Hidangan Menu MBG Bareng Siswa di Pontianak

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 115
    • 0Komentar

    msinews.com –  Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan, menyantap hidangan bersama siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Pontianak, hal ini merupakan pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kegiatan ini dilakukan oleh Guberbur Kalbar tersebut, untuk memastikan menu MBG yang disediakan memenuhi standar gizi dan kualitas yang layak bagi para siswa. “Alhamdulillah, […]

  • PKB Mendesak Pemerintah Membuat SOP Perlindungan WNI di Luar Negeri

    PKB Mendesak Pemerintah Membuat SOP Perlindungan WNI di Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, mendesak pemerintah untuk segera membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang komprehensif untuk perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Desakan ini disampaikan menyusul berbagai permasalahan yang kerap menimpa WNI di luar negeri, termasuk kasus penembakan di Malaysia yang menyebabkan dua […]

  • M. Kadafi Dorong Potensi Atlet Bangsa Melalui Naturalisasi

    M. Kadafi Dorong Potensi Atlet Bangsa Melalui Naturalisasi

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta MSINews com – Anggota Komisi X DPR RI, M. Kadafi, menyoroti urgensi pembangunan tahapan jelas dalam mendorong potensi atlet anak-anak bangsa. Dia menegaskan naturalisasi bukanlah langkah akhir dalam mencapai target dan harapan untuk melahirkan atlet yang luar biasa. Baca juga : Mahfud MD Sebut Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 Tak Independen “Kita haruslah mengevaluasi bagaimana […]

expand_less