Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Info Agama » Erwin Syahputra Siregar Berharap, Pesantren Harus Jadi Fondasi Peradaban dan Moral Bangsa di Era Modern

Erwin Syahputra Siregar Berharap, Pesantren Harus Jadi Fondasi Peradaban dan Moral Bangsa di Era Modern

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINWS.COM– Alumni Pondok Pesantren Ahmadul Jariah,Erwin Syahputra Siregar SH, menegaskan pentingnya peran Pesantren sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya membentuk keimanan, tetapi juga karakter dan keterampilan generasi muda. Pernyataan itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober.

Menurut Erwin yang juga seorang wartawan senior yangsaat ini menjabar Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen ini,berpendapat bahwa Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, melainkan menjadi momen reflektif untuk menegaskan kembali kontribusi pesantren dalam membangun bangsa.

“Saya melihat langsung bagaimana pesantren menjadi tempat pembentukan kepribadian, pengembangan keterampilan hidup, dan penanaman semangat kebangsaan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu 22 Oktober 2025.

Pendidikan Berbasis Nilai dan Karakter

Dijelaskan bahwa, pendidikan di pesantren berakar pada nilai-nilai agama yang mendalam. Santri dibimbing untuk memahami ajaran Islam melalui kajian kitab klasik seperti tafsir, hadis, fiqih, dan akhlak. Nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, dan cinta tanah air menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan Pesantren.

“Rutinitas harian seperti shalat berjamaah dan pengajian membentuk disiplin dan kebiasaan positif yang memperkuat karakter santri,” ujarnya menambahkan.

Erwin menegaskan, bahwa pendekatan spiritual yang diterapkan di lembaga juga dinilai mampu membentuk pribadi yang stabil secara emosional dan siap menghadapi tantangan sosial.

Erwin juga menyoroti bahwa pesantren saat ini telah bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis seperti mekanik, pertanian, teknologi informasi, dan kepemimpinan.

“Interaksi sosial di pesantren melatih komunikasi dan membangun relasi yang sehat. Santri juga diberi kesempatan memimpin organisasi internal dan memahami dinamika sosial serta ekonomi,” jelasnya. Integrasi teknologi dalam kurikulum menjadi bukti bahwa pesantren siap menghadapi era digital.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pesantren juga berperan dalam membentuk jiwa kebangsaan. Melalui pembelajaran kolektif dan etos kerja, santri dilatih untuk hidup mandiri dan saling membantu.

“Pesantren adalah rumah kebangsaan yang menanamkan cinta tanah air dan menjadi benteng moral bangsa,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kembali peran historis pesantren dalam perjuangan kemerdekaan, seperti Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Ia berharaap, tengah arus globalisasi, pesantren tetap menjadi penjaga identitas budaya dan moral bangsa.
“Pesantren adalah pusat peradaban dan dakwah yang membawa perubahan positif bagi masyarakat sekitar,” tegas Erwin.
Pria yang tumbuh dan besar di Lombok, Nusa Tenggara Barat-NTB ini menilai bahwa pesantren sebagai lembaga pemberdayaan yang mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, karakter, dan pelestarian budaya.

Tema Hari Santri 2025 adalah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini menekankan peran santri tidak hanya dalam menjaga kemerdekaan Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban dunia dengan ilmu dan akhlak.

Hari Santri yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan spiritual dan intelektual para santri. Tema Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” menurut Erwin, menekankan tanggung jawab santri dalam menjaga kemerdekaan secara moral, budaya, dan intelektual.

“Santri harus mampu berkontribusi dalam membangun peradaban dunia yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan toleransi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan berbagai kegiatan yang biasa digelar untuk memperingati Hari Santri, seperti apel, lomba baca kitab kuning, pawai santri, lomba kaligrafi, pemutaran film Islami, bakti sosial, hingga pesantren kilat.

“Di tengah krisis moral dan disrupsi teknologi, pesantren hadir sebagai solusi. Ia mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing, siap mengawal Indonesia menuju peradaban dunia,” tutup Erwin dengan menegaskan bahwa pesantren adalah aset bangsa yang tak ternilai. ***

Editor ; Tim Redaksi/domi lewuk.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cak Imin Puji Kiai NU Kabupaten Kudus, ‘Memilih Hukumnya Wajib

    Cak Imin Puji Kiai NU Kabupaten Kudus, ‘Memilih Hukumnya Wajib

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan PKB adalah parpol warisan para kiai NU. Untuk itu, ia menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi-aspirasi para kiai tersebut. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Gus Imin di sela-sela kehadirannya dalam acara Silaturahmi Kiai se Kabupaten Kudus yang digelar di Graha Mustika, Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Rabu […]

  • DPR Jadi Penjamin Bebasnya 50 Demonstran

    DPR Jadi Penjamin Bebasnya 50 Demonstran

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta msinews.ci.- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR RI akan jadi Penjamin bagi 50 demonstran yang melakukan unjuk rasa mengenai Revisi UU Pilkada. Mereka sudah bisa pulang ke rumah masing-masing karena tidak terlibat pidana berat. “Kami dari DPR ingin menjenguk adik-adik yang kemarin ikut aksi dan kemudian diamankan oleh kepolisian. Barusan berkoordinasi […]

  • Sihir, Teluh dan Santet, Berbalik ke Pengirimnya Berikut Amalan dari Ustadz M. Faizar Ahli Ruqyah

    Sihir, Teluh dan Santet, Berbalik ke Pengirimnya Berikut Amalan dari Ustadz M. Faizar Ahli Ruqyah

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi–Sihir, teluh dan santer adalah ilmu hitam yang dikirim oleh orang jahat dengan tujuan untuk mencederai manusia tampa melalui sentuhan tangan dengan bantuan ghaib. Biasanya ilmu gaib berupa teluh dan santet dikirimkan oleh seseorang berhati jahat, yang iri hati, dengki atau sakit hati kepada sang target. Ahli ruqyah syariyyah Ustadz Muhammad Faizar mengungkapkan bahwa kiriman […]

  • Komisi IV DPR Soroti Karhutla Sumsel, Usman Husin: Kemenhut Harus Cegah Sebelum Api Muncul

    Komisi IV DPR Soroti Karhutla Sumsel, Usman Husin: Kemenhut Harus Cegah Sebelum Api Muncul

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 141
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Sumatera Selatan yang hampir setiap tahun mengalami kejadian serupa saat musim kemarau. Menurut Usman, pemerintah seharusnya telah memiliki pola mitigasi yang lebih efektif mengingat kebakaran hutan kerap terjadi di lokasi yang sama […]

  • Retret Gelombang II Digelar: 86 Kepala Daerah Ikuti Pembekalan di IPDN Jatinangor

    Retret Gelombang II Digelar: 86 Kepala Daerah Ikuti Pembekalan di IPDN Jatinangor

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Sebanyak 86 kepala daerah dan wakil kepala daerah akan mengikuti Retret Gelombang II yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kegiatan Retret pembekalan ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 26 Juni 2025 di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan hal […]

  • Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia KWI: Terima Kasih kepada Semua Pihak

    Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia KWI: Terima Kasih kepada Semua Pihak

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus di Indonesia, berterima kasih kepada semua pihak yang menghadirkan Bapa Suci di negara ini pada 3-6 September lalu. Selain itu, juga memohon maaf kepada semua pihak, khususnya warga Jakarta yang aktivitas terganggu, dan atas sesuatu yang kurang berkenan selama kunjungan Paus. Kunjungan Paus Fransiskus […]

expand_less