Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Pewartaan di Era Digital, (Catatan pada HUT ke-1 Tahbisan Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden SVD)

Pewartaan di Era Digital, (Catatan pada HUT ke-1 Tahbisan Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden SVD)

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agustinus Tetiro (jurnalis dan pendidik)

ADA banyak hal menarik yang bisa kita refleksikan pada momentum ulang tahun pertama tahbisan uskup agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden SVD. Saya memilih untuk memberi perhatian pada beberapa hal teknis mengenai kotbah-kotbah Bapa Uskup Budi yang disiarkan melalui live dan konten Youtube Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Ende (Komsos KAE).

Dari situ, saya akan sisipkan beberapa saran yang sekiranya bisa menjadi pertimbangan untuk menambah kreativitas dalam pewartaan yang akan lebih menjangkau banyak orang. Ini terasa penting sebagai salah satu cara memelihara api harapan.

Kotbah Uskup di Youtube

Komsos KAE hampir selalu menyiarkan secara langsung perayaan ekaristi (misa) yang dipimpin Bapa Uskup Budi pada hari-hari penting atau kesempatan-kesempatan yang tampan. Terobosan ini amat bagus, karena selain mengikuti perkembangan zaman agar semakin banyak orang dari jarak jauh bisa mengikuti perayaan-perayaan penting seperti tahbisan imam dan lain-lain, hal ini mempercanggih sistem pendokumentasian momen-momen penting dalam bentuk audio-visual.

Mgr. Paulus Budi Lledej,SVD bersama penulis dan tokoh masyarakat dalam sebuah acara

Apalagi kalau Komsos KAE mengedit dan memproduksi kembali kotbah-kotbah Bapa Uskup Budi sebagai konten tersendiri. Penonton atau viewers biasanya makin banyak. Ini penting untuk keperluan pewartaan. Lanjutkan!

Untuk keperluan utama bagi pewartaan ini, maka saya mengusulan beberapa hal. Pertama, potongan-potongan kunci pada kotbah bisa diseleksi untuk dijadikan konten lebih singkat yang bisa ditampilkan pada reels, shorts, TikTok dan sejumlah layanan lain semacam saripati dari kotbah Bapa Uskup. Jenis postingan ini bisa untuk menyapa para netizen lebih belia yang saat ini lebih menggandrungi tiktok, reels dan shorts dibandingkan membuka Youtube.

Kedua, kotbah-kotbah yang inspiratif itu sebaiknya ditulis ulang dalam bentuk transkrip oleh salah satu anggota tim Komsos KAE. Setelah melewati proses editing, kotbah ditampilkan kembali menjadi salah satu konten tulisan pada website milik KAE seperti keuskupan agungende.org atau mediakae.net yang selama ini telah mengirimkan sejumlah pemberitaan dan informasi ke beberapa WhatsApp Groups (WAGs).

Ketiga, kumpulan kotbah baik dalam bentuk konten Youtube atau tampil sebagai tulisan bisa menjadi modal dan sumber yang baik bagi para mahasiswa, juga untuk para pastor, biarawan-biarawati dan umat pada umumnya yang mungkin ingin membaca (kembali) kotbah-kotbah sang gembala. Saya ingat, Mgr Budi pernah mengatakan di Bajawa beberapa waktu lalu, “Keuskupan Agung Ende hendaknya berbau buku”

Itu artinya, KAE mesti kuat dalam literasi dan kegiatan baca-tulis. Dari Bapa Uskup saja, karya penerbitan Komsos KAE bisa menghasilkan sejumlah tulisan dari kotbah-kotbah, surat-surat gembala hingga permintaan penulisan prolog, epilog dan sambutan Bapa Uskup untuk sejumlah buku karya para imam ataupun awam dan sahabat kenalan.

Saya membayangkan begini. Beberapa mahasiswa calon guru agama di sekolah tinggi ilmu pastoral (STIPAR) Ende menulis skripsi tentang kotbah-kotbah Bapa Uskup Budi dan relevansinya untuk pendidikan agama Katolik. Atau, mahasiswa-mahasiswa IFTK Ledalero berani mengangkat dalam (pra)skripsinya perbandingan (atau perkembangan?) pemikiran Bapa Uskup Budi dari masa-masa masih sebagai dosen teologi melalui karya-karya buku dan publikasi ilmiahnya di sejumlah jurnal dengan pengajaran-pengajarannya saat menjadi uskup agung Ende. Atau, apa dan bagaimanalah yang sejenisnya.

Dari Roma ke Ndona

Ada cerita menarik yang dikisahkan Bapa Uskup Budi kepada host podcast Komsos KAE Master Oyen Feto. Dalam perjalanan pulang dari Maronggela ke Ende, ada umat di pinggir jalan yang berteriak saat melihat Bapa Uskup, “Ada Bapa Paus….”

Menurut Bapa Uskup Budi, itu baik, artinya Bapa Paus memang lebih terkenal daripada uskup Ende. Itu juga baik supaya uskup agung Ende harus semakin rajin berkunjung ke kampung-kampung agar kian dikenal.

Saat terpilih menjadi uskup agung Ende setahun lalu, Bapa Uskup Budi masih di Roma dan menjabat sebagai superior general SVD, dan sedang mengikuti kapitel. Sejumlah foto Bapa Uskup Budi dan mendiang Paus Fransiskus tersebar luas.

Dalam kotbah-kotbah satu tahun terakhir ini, terlihat amat jelas bahwa Bapa Uskup Budi selalu mengikuti semangat dari Roma terutama pada Tahun Yubileum ini di bawah tema Peziarah Pengharapan (Peregrinantes in Spem/Pilgrims of Hope). Harapan itu dibahasakan dengan cara yang ringan serentak menyentuh hati dan mudah dipahami dalam sejumlah kotbah dan pernyataannya.

Pertama, berbeda dengan ajaran-ajarannya saat masih menjadi dosen teologi di Ledalero, kotbah-kotbah Bapa Uskup Budi lebih sebagai pengajaran dari seorang gembala. Gembala umat harus memastikan pengajarannya bisa langsung dipahami dan menjadi bekal untuk melanjutkan hidup. Bapa Uskup Budi seringkali membuat poin-poin pesan tentang harapan yang sekiranya bisa langsung dipahami umat biasa.

Suasana dalam sebuah pertemuan bersama Uskup Agung Ende,Mgr. Paulus Budi Kleden SVD

Dulu saat masih mengajar di Ledalero, beliau bisa saja menguraikan tema harapan dengan cara-cara yang lebih argumentatif sambil berkonsultasi dengan kitab suci, magisterium gereja, sejumlah nama teolog modern (Moltman, Rahner, Metz, dan lain-lain) atau bahkan filsuf seperti Agustinus, Ernst Bloch dan Erich Fromm.

Sekali lagi, ini bisa jadi bahan menarik bagi para mahasiswa filsafat agama atau teologi kontekstual di Ledalero untuk digarap sebagai skripsi atau tesis. Saya membayangkan, adalah suatu petualangan intelektual yang menantang dan menyenangkan untuk melihat pembabakan pengajaran seorang intelektual seperti ini.

Kedua, dalam hubungan dengan harapan, kalau kita perhatikan, pada sapaan awal dalam kotbah-kotbah, Bapa Uskup Budi selalu menyapa anak-anak dan kaum remaja berada pada tempat pertama, lalu kemudian disusul dengan ibu-bapa dan saudara-saudari.

Menurut saya, itu salah satu cara Bapa Uskup Budi untuk memberi tempat kepada anak-anak dan kaum remaja yang mungkin selama ini kurang disapa atau kurang dihargai keberadaannya oleh masyarakat. Bagaimanapun, berbicara tentang harapan berarti berbicara tentang masa depan. Masa depan berarti milik kaum remaja dan anak-anak saat ini.

Penulis bersama Mgr. Paulus Budi Kleden,SVD

Pilihan seperti ini tentu saja tidak perlu dibenturkan dengan orang-orang tua atau generasi sebelumnya. Pada banyak kesempatan, Bapa Uskup Budi berbicara tentang kemauan untuk saling belajar: anak muda belajar dari pengalaman dan catatan-catatan orang tua. Sementara itu, orang tua belajar tentang semangat dari kaum muda dan anak-anak.

Ketiga, selain anak-anak dan remaja, ada kelompok-kelompok kecil yang selalu disapa Bapa Uskup Budi dalam pertemuan-pertemuan, yaitu mereka yang miskin dan mereka yang sedang berada di dalam penjara. Itulah pilihan sikap keberpihakan.

Rasa-rasanya masih ada banyak pribadi dan kelompok yang perlu disapa dengan model dan cara pewartaan yang kreatif dan ramah dengan keseharian mereka. Ada yang merindukan pertemuan langsung. Ada yang mungkin masih ingin membaca buku dan majalah. Ada yang mau berselancar di media digital dan menemukan sejumlah motivasi di sana.

Di tengah kesepian dan apatisme dunia, masing-masing kita terpanggil untuk memelihara Kasih Persaudaraan bersama Bapa Uskup Budi Kleden.**

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maruarar Sirait Resmi Keluar dari PDIP, Pilih Mengikuti Jejak Jokowi

    Maruarar Sirait Resmi Keluar dari PDIP, Pilih Mengikuti Jejak Jokowi

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Maruarar Sirait, mengumumkan keputusannya untuk resmi keluar dari partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri. Maruarar menyatakan bahwa ia memilih mengikuti jalan politik Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Baca juga : Jokowi Igatkan Nadiem Naikan Anggaran Riset Sebelum Ada Presiden Baru “Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Mega, […]

  • Komisi IX DPR Pastikan Akan Kawal dan Awasi Pelaksanaan Program MBG

    Komisi IX DPR Pastikan Akan Kawal dan Awasi Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Jakarta msinews.com- Komisi IX DPR RI akan mengawal pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), yang dimulai pada hari ini, Senin, (6/1/2025) dan memastikan program Presiden Prabowo tersebut berjalan dengan baik. “Tentu untuk tahap pertama, kita akan evaluasi kekeruangan dan kelebihanya seperti apa. Tentu Komisi IX DPR akan terus mengawal program ini,” kata Anggota Komisi IX […]

  • Makanan Ready To Eat: Penyelamat di Saat Darurat, Penopang Kemanusiaan

    Makanan Ready To Eat: Penyelamat di Saat Darurat, Penopang Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Oleh ; Kang Eep,Indonesian Locavore Society KETIKA bencana datang, tidak ada yang lebih berharga selain hal-hal paling dasar: keselamatan, air, dan makanan. Namun kita sering lupa satu kenyataan sederhana tapi menentukan: di hari-hari pertama setelah bencana, makanan yang dibutuhkan masyarakat bukan yang harus dimasak terlebih dahulu, tetapi yang bisa langsung dimakan. Korban bencana sering berada […]

  • Muhadjir Effendy

    Muhadjir Effendy Soroti Lima Target Strategis Menuju Indonesia Emas

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Bengkulu, MSINews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, telah mengidentifikasi lima target kunci yang harus dicapai untuk mendorong Indonesia menjadi bangsa maju dengan kekuatan ekonomi di peringkat lima dunia. Pernyataan ini dilontarkan Muhadjir dalam konferensi internasional yang membahas hukum, kebijakan, dan politik, yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada […]

  • PADMA Indonesia : Mabes Polri Diminta Ambil Alih Tangani TPKS

    PADMA Indonesia : Mabes Polri Diminta Ambil Alih Tangani TPKS

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia,Gabriel Goa,menyatakan, Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak Perempuan tidak hanya terjadi di darat kini sudah terjadi di Kapal-Kapal Penumpang antar pulau di Indonesia. Hal itu dialami oleh seorang dara asal Kawanua, salah seorang penumpang kapal Pelni dari Surabaya menuju Bitung,Sulawesi Utara yang ikut […]

  • Kepala BGN: Skema Penyaluran Anggaran BGN Ciptakan Pemerataan dan Stimulus Ekonomi Nasional

    Kepala BGN: Skema Penyaluran Anggaran BGN Ciptakan Pemerataan dan Stimulus Ekonomi Nasional

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Msinews.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa BGN menghadirkan pola baru dalam tata kelola anggaran negara melalui mekanisme penyaluran dana yang langsung menyentuh bawah tanpa melalui pemerintah daerah.   Sebanyak 93 persen dari total anggaran BGN disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.   Dari total anggaran Rp268 triliun, […]

expand_less