Pendapatan Negara Rp3,4 Miliar dari Hasil Ekspor PLBN Badau

banner 468x60

Jakarta, Capaian pendapatan negara dari ekspor di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, perbatasan Indonesia-Malaysia, telah mencapai angka yang mengesankan.

Bea Cukai Nanga Badau, di Kecamatan Badau, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan mencapai pendapatan negara sebesarRp3,47 miliar dengan volume 56,1 ton berupa hasil pertanian dan perikanan sejak Januari hingga Juni 2023.

banner 336x280

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, dengan rasa bangga dan senang mengungkapkan prestasi ini. “Ini menunjukkan bahwa upaya Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara membuahkan hasil yang nyata,” ujar Prof. Zudan Arif Fakrulloh dalam pernyataannya pada Rabu, 6 September 2023.

Prestasi luar biasa ini tak hanya menjadi pencapaian Bea Cukai Nanga Badau semata, tetapi juga mencerminkan kolaborasi antara berbagai instansi, termasuk BNPP dan pihak terkait lainnya.

Zudan berharap bahwa program-program seperti pojok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta klinik ekspor akan terus ditingkatkan melalui kegiatan asistensi bagi pelaku usaha dan UMKM. Tujuannya adalah untuk menggali potensi ekspor komoditas unggulan lainnya, seperti madu, kayu olahan, karet, ikan arwana, dan potensi lainnya.

“Kerjasama antara BNPP, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya harus terus ditingkatkan untuk memberikan kemudahan persyaratan, perizinan, dan percepatan pelayanan ekspor di perbatasan,” ujar Pj Gubernur Sulbar itu.

Sebelumnya, Kepala Bea Cukai Nanga Badau, Heri Purwanto, mengatakan selama semester pertama tahun 2023, dari bulan Januari hingga Juni, mereka berhasil mencatatkan pendapatan negara sebesar Rp 3.473.532.049 dari ekspor produk perikanan dan pertanian.

“Produk pertanian dan perikanan Kapuas Hulu cukup menjanjikan untuk menembus pasar global di perbatasan, masyarakat harus bisa membaca peluang ini,” kata¬† Kepala Bea Cukai Nanga Badau Heri Purwanto¬† di Kapuas Hulu, Rabu (6/9/2023).

Disampaikan Heri, sejumlah produk perikanan yang mendominasi dalam kegiatan ekspor yaitu ikan air tawar seperti jelawat, semah dan seladang. Sedangkan, hasil pertanian berupa tanaman lada dan hasil pertanian lainnya seperti sayur-sayuran.

Menurut dia, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekspor perlu peran aktif dan kerja sama semua pihak instansi dan lembaga terkait termasuk Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Dari realisasi ekspor tersebut menunjukkan adanya geliat ekonomi masyarakat di perbatasan, sehingga perlu komitmen bersama untuk mendukung pelaku usaha agar tembus ke pasar global di perbatasan,” kata Heri.

Dia berharap potensi yang ada di Kapuas Hulu akan terus berkembang dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekspor dan terjadi penambahan pelaku ekspor serta produk ekspor seperti kerajinan tangan masyarakat.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis KPPBC Nanga Badau Rossy Amal Sholih menambahkan program pojok UMKM dan klinik ekspor melalui kegiatan asistensi pelaku usaha dan UMKM akan terus dilakukan dan ditingkatkan, untuk menggali potensi ekspor komoditas unggulan lainnya, seperti madu, kayu olahan, karet, ikan arwana serta potensi lainnya.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan semua pihak dalam upaya memberikan kemudahan persyaratan, perizinan dan percepatan pelayanan ekspor di perbatasan,” ucapnya.

Dia menyebutkan berdasarkan catatan Bea Cukai Nanga Badau pada periode Januari sampai dengan Juni 2023 devisa ekspor sebanyak Rp 2,32 miliar dari 40,7 ton produk pertanian dan perikanan. “Ada kesalahan data yang kami sampaikan sebelumnya Rp 8,7 miliar, yang benar sebesar Rp 2,32 miliar dari 40,7 ton produk yang di ekspor,” katanya, (6/9/2023).

Meskipun demikian, dari data yang ada kata Rossy Amal Sholihin, bahwa terlihat adanya peningkatan devisa hasil ekspor. Untuk itu, dia berharap pertumbuhan ekonomi masyarakat di perbatasan semakin meningkat dengan memanfaatkan peluang ekspor di PLBN Nanga Badau.

Adapun Rincian Devisa yang Didapat di PLBN Badau berdasarkan Data Bea Cukai, Sebagai Berikut:

Januari – Rp 124.700.000

Februari – Rp 331.090.000

Maret – Rp 240.282.949

April – Rp 357.935.000

Mei – Rp 838.395.000

Juni – Rp 429.015.000

Juli – Rp 552.245.000

Agustus – Rp 599.869.100

Total Rp 3.473.532.049.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *