Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Info Agama » Menjadi Lebih Indonesia Setelah Bertemu Peranakan Tionghoa Dari Negara Lain

Menjadi Lebih Indonesia Setelah Bertemu Peranakan Tionghoa Dari Negara Lain

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Peranakan Tionghoa Indonesia atau keturunan Tionghoa yang lahir di Indonesia menjadi lebih Indonesia ketika bertemu dengan peranakan Tionghoa yang berasal dari negara lain. Bahkan istilah Chindo mulai diterima sebagai sikap nasionalisme.

Demikian diungkapkan Selly Gouw, seorang youtuber dan Gen Z Influencer dalam bincang budaya dengan thema „Budaya Peranakan Tiongjoa Abad Ke-21, Mengulas Sejarah, Merintis Masa Depan“ di Vihara Sakyaputra Mandira, Jakarta, Sabtu (09/03/2024). Acara ini juga menghadirkan Sinolog Universitas Indonesia Eddy P Witanto serta Sekretaris Umum Lembaga Kebudayaan Betawi H. Imron “Imbong” Hasbullah sebagai narasumber dan Grace Khoesoema sebagai moderator.

Bincang budaya ini dilaksanakan oleh Ikon Kebudayaan Nusantara (IKN). Hadir dalam acara tersebut termasuk di dalamnya, komunitas peranakan Tionghoa, Kepala Vihara Sakyaputra Mandira, Ekayana Arama, pendiri Ikon Budaya Nusantara Rm Justinus Sulistiadi Pr, para pembina Yayasan IKN Hoedrato Lukiman, Sulistio, Bambang Britono dan Ketua Yayasan IKN juga Laurensius Chandra.

Istilah ‘chindo’ menjadi viral diperbincangkan di media sosial usai Grand Final MasterChef Indonesia Season 11, November 2023. Chindo menjadi topik panas di X hingga TikTok setelah Belinda Christina, seorang Chindo menjuari kejuaraan lomba masak tersebut.

Chindo singkatan dari Chinese Indonesian atau China Indonesia adalah sebutan peranakan Tionghoa yang lahir di Indonesia namun tinggal atau sekolah di luar negeri khususnya Amerika. Mereka bangga dengan istilah Chindo karena nasionalisme sebagai bangsa Indonesia melekat pada istilah tersebut. Chindo sebenarnya untuk membedakan peranakan Tionghoa atau peranakan China yang berasal atau lahir di negara lain selain Indonesia, tetapi juga tinggal di Amerika.

PEMBICARA BUDAYA PERANAKAN TIONGHOA (ki-ka): Sinolog dari Universitas Indonesia Eddy P. Witanto (tengah), Gen Z influencer Selly Gouw (kanan) dalam acara diskusi Budaya Peranakan Tionghoa yang diadakan oleh Yayasan Ikon Kebudayaan Nusantara, di Sakyaputra Mandira, Jakarta (09/04). Acara ini dimoderatori oleh Grace Khoesoema (Kiri).

Menurut Eddy Witanto, budaya Peranakan Tionghoa, sebagai bagian integral dari warisan budaya Indonesia. Warisan tersebut memegang peran penting dalam membentuk identitas Indonesia. Keberadaannya tercermin jelas mulai dari aspek bahasa, arsitektur, kain tradisional, kuliner, ekonomi, hingga menjadi bagian dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, minimnya informasi mengenai budaya peranakan Tionghoa saat ini dapat memicu ketidakpahaman serta miskonsepsi mengenai esensi dan peranannya dalam keragaman budaya Indonesia.

“Budaya peranakan Tionghoa merupakan produk budaya hasil akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal Indonesia, misalnya batik pesisir pantai utara Jawa seperti di daerah Lasem, Cirebon, dan Pekalongan atau di bidang kuliner, seperti wedang ronde, bakso, dan sebagainya,” kata Sinolog dari Universitas Indonesia itu.

Ia juga menambahkan, akulturasi budaya peranakan Tionghoa yang terbentuk di suatu tempat di Indonesia sangat dipengaruhi derajat akulturasi budaya antara budaya peranakan Tionghoa dan budaya lokal setempat, misalnya orang-orang Tionghoa yang sudah sangat lama menetap di pantai utara Jawa tentu akan menghasilkan corak budaya peranakan Tionghoa yang berbeda dari warga Tionghoa di Kalimantan Barat atau Sumatera yang baru terbentuk mulai abad ke-18an.

Di luar konteks budaya, warga Tionghoa telah aktif di berbagai sektor di Indonesia, bukan hanya sektor perdagangan semata, namun sayangnya hal ini yang jarang terekspos oleh publik. Eddy mencontohkan, Dokter Oen Boen Ing yang pada tahun 1976 menerima Satya Lencana Kebaktian Sosial dari pemerintah Indonesia atas jasa dan pengabdiannya yang tanpa pamrih kepada masyarakat. Dalam bidang militer, Laksamana Muda TNI (Purn.) John Lie Tjeng Tjoan atau dikenal sebagai Jahja Daniel Dharma adalah seorang perwira Angkatan Laut RI di masa penjajahan Jepang yang menjalankan berbagai misi-misi menembus blokade Belanda. John Lie mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2009 di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara itu, Selly Gouw menguraikan bahwa, di era sekarang, di tengah kepopuleran kata chindo di media sosial, budaya peranakan Tionghoa ternyata mengalami berbagai tantangan, mulai dari cultural gap, perbedaan muatan pengetahuan soal budaya peranakan Tionghoa antara generasi tua dan generasi sekarang hingga pelestarian budaya peranakan Tionghoa melalui informasi yang tepat.

“Sebagai bagian dari gen Z peranakan Tionghoa, saya terdorong untuk melestarikan budaya peranakan Tionghoa melalui media sosial. Harapannya, jika informasi soal budaya peranakan Tionghoa disampaikan oleh generasi yang sama, maka informasi tersebut bisa diterima dengan mudah,” ujar Selly Gouw, gen Z influencer.

Menurut Sekretaris Umum Lembaga Kebudayaan Betawi, H. Imron „Imbong“ Hasbullah, kebudayaan Tionghoa setidaknya memengaruhi 50 persen dari budaya yang tumbuh atau bertemu di Betawi. Budaya Betawi itu dipengaruhi oleh budaya nusantara dan para imigran yang datang dari negara sebrang. Hampir seluruh unsur budaya Nusantara ada di dalam budaya Betawi. Yakni, unsur Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Batak, Tionghoa, Arab, Inggris, Belanda, Portugis, Ambon dan Bali.

FOTO BERSAMA – Para panitia gelar budaya di Vihara Sakyaputra Mandira berfoto bersama. Pendiri Ikon Budaya Nusantara Rm Justinus Sulistiadi Pr (duduk kedua dari kiri) dan Kepala Vihara Sakyaputra Mandira, Suhu Ekayana Arama (berjubah).

“Budaya Betawi itu lintas etnis. Itu bisa dilihat dari pakaian perkawinan adat Betawi. Gambang kromong merupakan musik tradisi Betawi yang telah dipengarui oleh berbagai macam budaya. Atau juga, dalam adat perkawinan, mempelai pria mengenakan pakaian Arab dan mempelai perempuan mengenakan dandanan pengantin none cine atau yang disebut siangko. Intinya adalah Betawi beri contoh keterbukaan dan silang budaya berabad,“ ujar Imbong.

Ketua Yayasan Ikon Kebudayaan Nusantara, Laurensius Chandra mengatakan bahwa acara diskusi ini merupakan titik awal untuk menjadi katalisator untuk pelestarian dan kemajuan warisan budaya di Indonesia. Akan ada berbagai thema budaya yang akan dilakukan oleh Ikon Budaya Nusantara.

Beberapa media menulis, istilah Chindo berbeda dengan IndoChina. Dua pengertian yang berbeda meski mengacu pada budaya ras tertentu. Indochina adalah kawasan negara-negara di semenanjung Asia Tenggara atau Asia Tenggara daratan. Indochina adalah negara-negara kawasan di selatan China yang budaya terpengaruh dan terhubung oleh China daratan. Bahkan secara spesifik negara kawasan ini dulu merupakan jajahan Prancis. Sedangkan Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura sering disebut sebagai Kawasan Melayu yang sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu. Sehingga negara-negara kawasan ini disebut sebagai kawasan maritim. ** dom.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sumsel Buka Rakernis Fungsi Intelkam Polda Sumsel 2024

    Kapolda Sumsel Buka Rakernis Fungsi Intelkam Polda Sumsel 2024

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Palembang, msinewscom – Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol. A.Rachmad Wibowo, S.LK., menghadiri dan membuka kegiatan Rakernis Fungsi Intelkam Polda Sumsel Tahun Anggaran 2024. Rakernis berlangsung pada Senin (12/08/2024) di Ballroom Hotel The Alts Palembang. Turut hadir Para pejabat utama Polda Sumatera Selatan ,peserta Rakernis yakni para Kasat, Kanit,Panit intelijen perwakilan personil Satwil jajaran Polda Sumsel. […]

  • Dominggus Urbon : 2045, Presiden RI harus dari Indonesia Timur

    Dominggus Urbon : 2045, Presiden RI harus dari Indonesia Timur

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat, Ir.Dominggus Urbon,S.H,angkat bicara tentang peran Generasi Muda Indonesia Timur menyongsong “Indonesia Emas 2045” dan Kepemimpinan Nasional. Pria lulusan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung dari Fakultas Teknik Sipil tahun 1990 ini mengaku prihatin akan nasib masyarakat Indonesia Timur sepanjang usia Republik ini memasuki 79 […]

  • Pj Bupati Sandi Fahlepi Tinjau Lokasi Terdampak Illegal Drilling di Sungai Lilin

    Pj Bupati Sandi Fahlepi Tinjau Lokasi Terdampak Illegal Drilling di Sungai Lilin

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sungai Lilin, msinews.com – penambangan minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin menimbulkan beragam dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Dampak terburuk terjadi di Kecamatan Sungai Lilin pada 23 Juni 2024, ketika semburan dari salah satu sumur minyak ilegal mencemari sungai di Dusun Parung, Desa Sri Gunung. Sekitar seminggu kemudian, tepatnya pada 28 Juni 2024, sumur […]

  • Mensos : 45 Unit Sekolah Rakyat Tahap Pertama Siap Digunakan

    Mensos : 45 Unit Sekolah Rakyat Tahap Pertama Siap Digunakan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM (Jakarta) -Sebanyak 45 dari 211 unit sudah dapat digunakan. Hal tersebut disampaikan oleh mensos,  Saifullah Yusuf kepada wartawan di Jakarta. Ia menyatakan,  hingga saat ini sudah ada 211 titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Dia menyebut, dari jumlah itu, 45 di antaranya sudah siap digunakan untuk menggelar Sekolah Rakyat tahap pertama. Hal […]

  • Badai Menerpa Artis Sandra Dewi Akibat Suami Ditangkap Kejaksaan Agung

    Badai Menerpa Artis Sandra Dewi Akibat Suami Ditangkap Kejaksaan Agung

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Badai korupsi tengah menerpa artis ternama Sandra Dewi dan keluarganya. Suaminya tercinta, Harvey Moeis, telah ditangkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus korupsi yang terjadi di PT Timah Tbk. Kejagung tidak hanya menangkap Harvey Moeis, tetapi juga telah menyita uang senilai Rp 76 miliar beserta logam mulia dari kediaman Sandra Dewi dan […]

  • PPATK-Kemensos Temukan Ribuan Data Mulai dari Dokter hingga Pegawai BUMN Terima Bansos

    PPATK-Kemensos Temukan Ribuan Data Mulai dari Dokter hingga Pegawai BUMN Terima Bansos

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap data anomali penyaluran bantuan sosial (bansos) program Kementerian Sosial (Kemensos), berdasarkan analisis dari satu bank saja, pihaknya telah menemukan ribuan penerima manfaat bansos dengan status pekerjaan yang tak seharusnya menerima bantuan, mulai dari dokter hingga eksekutif. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala PPATK Ivan Yustiviandana seusai […]

expand_less