Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » MSI NEWS » Fenomena Jual Beli Surat Suara Gegerkan Malaysia, Harga Capai Rp.163.800 per Lembar

Fenomena Jual Beli Surat Suara Gegerkan Malaysia, Harga Capai Rp.163.800 per Lembar

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kuala Lumpur, MSINews.com – Fenomena tak lazim mengenai jual beli surat suara Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 di Malaysia menjadi sorotan. Harga surat suara tersebut dibanderol dengan kisaran 25 hingga 50 ringgit, yang setara dengan Rp81.900 hingga Rp163.800 jika dirupiahkan dengan kurs terkini.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, mengungkapkan bahwa praktik jual beli surat suara ini umumnya melibatkan surat suara metode pos. Surat suara tersebut tidak tersalurkan dengan baik dan akhirnya tidak diterima oleh warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

Baca juga : Bawaslu Cegah Serangan Fajar Pemilu 2024 dengan Patroli 24 Jam

Menurut Susilo, motif utama di balik praktik ini adalah keuntungan finansial. “Makelar memanfaatkan surat suara yang tersimpan di kotak-kotak pos dan apartemen, mengumpulkannya untuk dijual,” ungkapnya.

Pelanggaran Pemilu dengan Yurisdiksi Terkendala

Wahyu Susilo menegaskan bahwa fenomena ini merupakan pelanggaran terhadap pemilu. Namun, penuntasan masalah tersebut terkendala dari sisi yurisdiksi hukum karena peristiwa ini terjadi di Malaysia.

Manager Program Migrant Care, Mulyadi, menjelaskan surat suara yang seharusnya dikirim oleh panitia penyelenggara pemilihan luar negeri (PPLN) di Malaysia akhirnya menumpuk di kotak pos apartemen.

Hal ini disebabkan oleh penggunaan satu kotak pos untuk beberapa penghuni, sehingga WNI kesulitan mengetahui kapan surat suara mereka tiba.

Makelar suara kemudian bergerak dengan mendatangi kotak pos apartemen dan menimbun surat suara untuk dijual kembali. Mulyadi menambahkan, “Ketika ada yang membutuhkan, mereka melakukan tawar-menawar dengan harga 25-50 ringgit per surat suara.”

Kendala Pencoblosan bagi PRT di Malaysia

Selain itu, WNI yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia mengalami kendala dalam melakukan pencoblosan. Hal ini disebabkan oleh bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, di mana mayoritas majikan PRT merayakannya. Sehingga para PRT sulit untuk meninggalkan rumah dan mencoblos.

Koordinator Advokasi Migrant Care, Siti Badryiah, menjelaskan bahwa mayoritas majikan PRT merayakan Tahun Baru Imlek dengan aktivitas seperti berlibur, membuat para PRT sulit untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca juga : Ketua FKSI Laporkan Tiga Akademisi di Bareskrim Polri, Pelanggaran Pemilu 

“Kendala ini membuat proses pemungutan suara di Malaysia tidak berjalan lancar,” tambahnya.

Meskipun demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan bahwa proses pemungutan suara di luar negeri, kecuali di Malaysia, berjalan lancar.

Anggota KPU RI, Idham Holik, menegaskan pemungutan suara dengan metode pos, KSK, ataupun TPS LN telah berjalan dengan baik hingga saat ini.

Berita ini mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas pemilu di luar negeri, sementara juga menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum dan pengawasan yang ketat terhadap proses pemilu. (**)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Diingatkan Berhati-hati dalam Mengendalikan Harga Beras

    Pemerintah Diingatkan Berhati-hati dalam Mengendalikan Harga Beras

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Pemerintah diingatkan berhati-hati dalam mengendalikan harga beras. Sebab, kenaikan pangan pokok seperti beras berpotensi menimbulkan krisis multidimensi yang dapat mengancam stabilitas Pemerintahan Prabowo. “Beras adalah kebutuhan pokok masyarakat, jika harga naik dampaknya bisa menjalar kepada krisis ekonomi, politik hingga krisis kepercayaan, Pemerintah harus waspada,” kata Anggota Komisi IV DPR menanggapi kenaikan harga beras […]

  • Kapolri Temui Keluarga Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Pasca Demo

    Kapolri Temui Keluarga Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Pasca Demo

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kepala Kepolidsian Redpublik Indonesia (Kapolri),Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendatangi RSCM dan menemui keluarga driver ojol bernama adalah Affan Kurniawan pada demo di depan Gedung DPR,Kamis (28/8/2025). Dilansir dari potongan video pemilik instagram erdiansyah1112,Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo didampingi keluarga korban pengemudi ojek online yang meninggal terlindas mobil rantis Brimob memberikan keterangan di Rumah […]

  • Pimpinan MPR RI Sampaikan Duka Cita kepada Korban Banjir di Bali

    Pimpinan MPR RI Sampaikan Duka Cita kepada Korban Banjir di Bali

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 171
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyampaikan dukacita atas musibah banjir besar yang melanda warga Bali. “Turut berduka atas musibah banjir yang melanda warga Bali. Kami juga sampaikan dukacita untuk warga yang meninggal dunia dan terluka akibat musibah ini. Semoga banjir segera surut dan tertangani dengan baik dan cepat,” ujar Edy kepada wartawan di Parlemen,Jakarta,Kamis […]

  • Pemkab dan Polres Keerom Launching Penanaman Jagung 1 Juta Hektar

    Pemkab dan Polres Keerom Launching Penanaman Jagung 1 Juta Hektar

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Keerom msinews.com– Pemda Kabupaten Keerom Provinsi Papua bekerjasama dengan Polres Keerom melakukan Launching Penanaman Jagung seluas 1 Juta hektar (ha) di Kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Kab. Keerom, Selasa pekan ini. Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung program Presiden Republik Indonesia Asta Cita Swasembada Pangan 2025. Dalam kesempatan itu, Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, S.I.K., S.H […]

  • Komite II DPD RI Dorong Kedaulatan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

    Komite II DPD RI Dorong Kedaulatan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Yogyakarta,msinews.com- Komite II DPD RI melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Perubahannya dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (UU Pangan) pada hari Sabtu (23/11) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Delegasi Komite […]

  • Babinsa dan Warga Seko Tandu Jenazah Pensiunan Guru Sejauh 30 Kilometer

    Babinsa dan Warga Seko Tandu Jenazah Pensiunan Guru Sejauh 30 Kilometer

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Luwut,msinews.com– Di tengah medan berat dan akses jalan yang terbatas, seorang prajurit TNI AD bersama warga menunjukkan makna sejati dari pengabdian dan kemanusiaan. Babinsa Koramil Seko Kodim 1403/Palopo, Serda Rahmat Saman, bersama warga setempat, menandu jenazah Matius, seorang pensiunan guru, dalam peti sejauh 30 kilometer, demi mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halamannya, Senin […]

expand_less