Bawaslu Cegah Serangan Fajar Pemilu 2024 dengan Patroli 24 Jam

oleh
banner 468x60

Jakarta, MSINews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turut aktif dalam mencegah potensi ‘serangan fajar‘ pada Pemilu 2024 dengan melakukan patroli intensif selama 24 jam. Dilaporkan bahwa patroli ini telah dimulai sejak dimulainya masa tenang pada 11 Februari 2024.

Menurut pernyataan anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, patroli pengawasan telah diaktifkan sejak awal masa tenang untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama proses pemilu berlangsung.

banner 336x280

Baca juga : Ketua FKSI Laporkan Tiga Akademisi di Bareskrim Polri, Pelanggaran Pemilu

“Kami pakai patroli pengawasan. Sejak kemarin (Minggu) masa tenang patroli pengawasan sudah di-on kan, sehingga mereka bekerja 1×24 jam secara bergantian seluruh jajaran pengawas pemilu di seluruh level,” ujarnya.

Lolly juga menambahkan bahwa patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan, termasuk serangan fajar, serangan tahajud, atau serangan duha yang mungkin terjadi.

“Nah ini untuk memastikan mau dia serangan fajar, serangan tahajud, mau serangan duha, itu bisa diantisipasi,” tambahnya.

Selain melakukan patroli, Bawaslu juga mengimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk serangan fajar. Hal ini dilakukan demi terciptanya Pemilu 2024 yang berlangsung dengan bebas, jujur, dan adil.

“Sebenarnya dalam situasi hari ini kalau kita mau punya tujuan yang sama soal Indonesia yang lebih baik, saya sih meyakini semua orang bisa menahan diri untuk tidak melakukan potensi politik uang. Karena kalau sudah berlangsung, maka Bawaslu harus memprosesnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari, memastikan bahwa logistik dan perlengkapan pemungutan suara telah disiapkan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah, termasuk daerah terpencil dan pedalaman, menjelang hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

Baca juga : Gisel Anastasia Bela ke YA, Kasus Kematian Raden AndanteĀ 

“Posisinya semua sudah disortir, dilipat, dibungkus, dan dimasukkan ke dalam kotak suara. Sekarang ini sedang dalam proses distribusi dari gudang-gudang KPU menuju kecamatan, menuju desa, kelurahan, dan menuju TPS,” jelas Hasyim.

Hasyim juga menekankan bahwa distribusi ke TPS yang jauh dari pusat kota dan tidak memiliki gudang penyimpanan dilakukan dengan berbagai cara, demi memastikan bahwa seluruh fasilitas pemungutan suara sampai tepat waktu dan dalam kondisi yang baik. (Ata)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *