Msinews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan perkembangan penyaluran bantuan pemerintah bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 5.348 kepala keluarga (KK) telah menerima dana tunggu hunian (DTH).
Pembaruan tersebut disampaikan Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Wilayah Sumatra yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (26/1/2026). Dana tunggu hunian disalurkan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan.
“Yang harus disalurkan ada 9.678 KK, yang sudah diterima ada 5.348 KK, sudah 75,5%. Ini setiap hari melibatkan bank pemerintah tentu saja diversifikasi by name, by address-nya, harus sesuai dengan Dukcapil,” kata Suharyanto.
Selain DTH, BNPB juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga dengan kategori kerusakan ringan dan sedang. Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang, yang saat ini masih dalam proses verifikasi anggaran di Kementerian Keuangan.
“Mungkin dalam waktu tidak terlalu lama itu juga akan kami kami salurkan kepada masyarakat yang rusak ringan dan sedang,” ujar Suharyanto.
Sementara bagi rumah dengan kerusakan berat, pemerintah akan menyediakan hunian tetap (Huntap) melalui skema relokasi terpusat. Pembangunan Huntap akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BNPB.
“Hunian tetap ini nanti tahap berikutnya karena sekarang kita fokusnya ke Huntara targetnya sebelum hari raya puasa seluruh masyarakat yang masih tinggal di tenda ini bisa diberikan ke Huntara,” katanya.
Terkait pembangunan hunian sementara (Huntara), BNPB menargetkan pembangunan 17.847 unit di wilayah Sumatra, yang terdiri atas 16.282 unit di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat. Hingga saat ini, 4.228 unit Huntara telah selesai dibangun dan diresmikan secara serentak di Kabupaten Agam serta sejumlah daerah terdampak lainnya.
“Per hari ini ada 993 KK yang sudah masuk Huntara, kemudian untuk Huntap rencana dibangun, ini datanya akan bergerak terus,” kata Suharyanto.
BNPB juga mencatat pembangunan hunian tetap yang telah rampung mencapai 12.572 unit di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.*

