Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk Hingga Copot Ratusan Pejabat

Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk Hingga Copot Ratusan Pejabat

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 313
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Msinews.com – Pemerintah mengambil langkah keras untuk menata ulang sektor pertanian nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pencabutan izin ribuan distributor dan pengecer pupuk serta pencopotan ratusan pejabat internal sebagai bagian dari upaya membersihkan tata kelola pangan dan melindungi petani.

Sepanjang satu tahun terakhir, Kementerian Pertanian mencabut izin 2.300 distributor pupuk di berbagai daerah karena terbukti melanggar ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dan merugikan petani.

Penindakan dilakukan seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas produksi dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

“Pupuk, izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kadang kami disampaikan bahwa ini Mentan kejam. Karena izin (distributor/pengecer pupuk) yang kami cabut sudah 2.300 seluruh Indonesia,” kata Mentan dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, dikutip Jumat 9 Januari 2026.

Amran menjelaskan, pencabutan izin dilakukan secara cepat tanpa prosedur berbelit. Begitu ditemukan indikasi permainan harga di atas HET, sistem langsung menonaktifkan izin distributor yang bersangkutan.

“Begitu naik harga dari HET, main-main kita langsung cabut izinnya. Dan pada hari itu juga, hanya ditombol, langsung kita cabut izinnya,” ucapnya.

Selain menertibkan distributor pupuk, Kementerian Pertanian juga melakukan evaluasi internal terhadap kinerja birokrasi.

Hasilnya, sebanyak 192 pejabat dicopot karena dinilai tidak profesional, menyalahgunakan kewenangan, atau terlibat praktik yang merugikan sektor pertanian.

“Kami copot dari Kementerian (Pertanian) luar dan dalam Bapak Presiden. Dari dalam Kementerian Pertanian ada 192 pejabat kementerian kami copot, ada kami pecat, ada yang masuk penjara,” beber Amran.

Dalam penegakan hukum, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Satgas Pangan, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk membongkar berbagai kasus kecurangan pangan sepanjang 2025.

Penindakan tersebut mencakup pelanggaran mutu beras, manipulasi harga, hingga pelanggaran ketentuan HET.

Sebanyak 76 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian kasus tersebut. Praktik curang itu ditaksir menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp99 triliun, sehingga pemerintah menilai langkah tegas menjadi keharusan demi keadilan pasar pangan.

Amran menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan Jaksa Agung atas dukungan dalam proses penegakan hukum.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pencopotan pejabat dan pencabutan izin dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden.

“Jadi kalau 5 tahun, kalau kami ditakdirkan kalau tidak di-reshuffle, kami beritahu, kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden kamu harus dicopot. Jadi hanya menjalankan perintah, hanya patuh (kepada) Bapak Presiden,” kata Amran.

Kementerian Pertanian memastikan penertiban akan terus berlanjut guna menjamin distribusi pupuk tepat sasaran, harga terkendali, serta petani mendapatkan perlindungan dan kepastian dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wau Ngeri: Jusuf Kalla Ucap Modal Jadi Ketum Partai Beringin Mencapai Rp.600 Miliar

    Wau Ngeri: Jusuf Kalla Ucap Modal Jadi Ketum Partai Beringin Mencapai Rp.600 Miliar

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta_Mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 2004-2009 Jusuf Kalla menyebut butuh modal hingga ratusan miliar untuk menduduki posisi ketua umum partai. Jusuf Kalla atau JK (sapaan akrab_red) mengukapkan bahwa kondisi pada waktu 15 tahun lalu sudah jelas berbeda. Ia menyebut biaya yang dibutuhkan jika ingin menduduki kursi Ketum Golkar pada masa sekarang sangatlah tinggi. “Karena […]

  • Kemenko PM Gelar Rapat dengan 43 K/L, DPR : Pengentasan Kemiskinan Bakal Kian Cepat

    Kemenko PM Gelar Rapat dengan 43 K/L, DPR : Pengentasan Kemiskinan Bakal Kian Cepat

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MSINEWS.Com-Langkah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar rapat dengan 43 kementerian/lembaga (K/L) untuk pengentasan kemiskinan diapresiasi banyak kalangan. Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya menilai langkah ini memunculkan optimistime baru dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. “Selama ini problem utama dalam pengentasan kemiskinan di tanah air adalah adanya ego sektoral antara K/L sehingga […]

  • MPR Dorong Peningkatan Kerja sama Indonesia-Azerbaijan

    MPR Dorong Peningkatan Kerja sama Indonesia-Azerbaijan

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua MPR RI, Dr. Bambang Soesatyo mendorong peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Azerbaijan yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tanggal 24 September 1992, berbagai kerjasama telah dilakukan kedua negara. Diantaranya di bidang politik, perdagangan, kunjungan pejabat kedua negara, sosial budaya, pendidikan serta people-to-people contact. “Saya juga mendukung rencana kerjasama […]

  • Pacu Kinerja dan Inovasi Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Jawa-Bali Batch II 2026

    Pacu Kinerja dan Inovasi Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Jawa-Bali Batch II 2026

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 322
    • 0Komentar

    BANDUNG,MSINEWS.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (Pemda) berprestasi melalui kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Kegiatan tersebut digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8/2026). Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemberian apresiasi tersebut merupakan bagian dari […]

  • Kasad dan Ketua Umum Persit KCK Hadiri Puncak HUT ke-61 Dharma Pertiwi

    Kasad dan Ketua Umum Persit KCK Hadiri Puncak HUT ke-61 Dharma Pertiwi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JAKARTA, MSINEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK),Ny.Uli Simanjuntak menghadiri acara puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Dharma Pertiwi di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (28/4/2025). HUT ke-61 Dharma Pertiwi yang juga dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, […]

  • Dukcapil Turunkan Enam Tim ke Tujuh Kabupaten, Untuk Tangani Tanggap Darurat Gempa NTT

    Dukcapil Turunkan Enam Tim ke Tujuh Kabupaten, Untuk Tangani Tanggap Darurat Gempa NTT

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 121
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi memimpin koordinasi gerakan tanggap darurat menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Persoalan administrasi kependudukan ikut muncul di tengah situasi darurat. Dokumen hilang atau rusak, warga mengungsi, dan akses ke kantor pelayanan terputus. Di tengah kondisi itu, […]

expand_less