Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Franky Welirang ; Perhimpunan Filantropi Indonesia Siap Bantu Prabowo Berantas Kemiskinan

Franky Welirang ; Perhimpunan Filantropi Indonesia Siap Bantu Prabowo Berantas Kemiskinan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Franciscus Welirang menjelaskan bahwa, Filantropi sebagai bentuk cinta terhadap sesama. Oleh karena itu, ia menegaskan aktivitas filantropi tidak bisa berdiri sendiri. Pihaknya berjanji, membantu Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air.

“Filantropis memperkuat kontribusinya dengan terlibat aktif dalam mendukung implementasi rencana aksi nasional; tujuan pembangunan berkelanjutan; serta berbagai agenda prioritas pembangunan lainnya, antara lain pengentasan kemiskinan,” kata Franciscus Welirang dalam acara Filantropi Festival 2025 di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

Franky Welirang,demikian pria kelahiran Sumatera Barat 9 November 1951, yang pernah manjabat Chief Executive Officer dari PT Bogasari Flour Mills tersebut mengajak para filantropis Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Adapun, upaya Filantropis bakal membidik penguatan layanan kesehatan, mitigasi perubahan iklim, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan masyarakat sipil.

Alumni Institute South Bank Polytechnic, London, Inggris yang sebelumnya bernama Borough Polytechnic Institute atau London South Bank University (LSBU) sejak 1892 itu, menegaskan pentingnya aksi filantropi memang memegang peran kunci. Kendati demikian, pria yang akrab disapa Franky itu menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara kebijakan publik dan inisiatif sektor filantropi.

“Ketimpangan sosial hingga disrupsi teknologi, kita menyadari bahwa tidak ada satupun aktor yang bisa berjalan sendiri. Semua bisa, harus bersama-sama. Jawaban atas tantangan global hanya dapat ditemukan melalui sinergi yang melintasi batas, batas sektor, batas generasi, bahkan batas negara,” tegas Franky Welirang, dikutip cnn indonesia.

“Budaya filantropi tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus ditopang oleh ekosistem yang sehat dan mendukung. Mencakup regulasi yang progresif, jejaring aktor yang saling menguatkan tata kelola, transparan dan akuntabel, kapasitas kelembagaan yang adaptif, serta sistem data dan pengetahuan yang terbuka dalam pembelajaran bersama,” ujar memantu Sudono Salim atau Lim Sioe Liong (16 Juli 1916 – 10 Juni 2012) itu.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy berterima kasih atas dukungan para filantropis.

Pria kelahiran Yogyakarta itu mengaku dirinya serta sang anak tumbuh dan berkembang berkat kehadiran filantropis.

Rachmat Pambudy yang juga politisi Partai Gerindra ini menilai, aksi filantropi menjadi langkah awal untuk membangun Indonesia dengan lebih berkelanjutan. Bahkan, Rachmat menilai masyarakat memang tidak bisa hanya menggantungkan seluruhnya kepada pemerintah.

“Menurut pertimbangan kami dalam apa yang selama ini saya pelajari juga, kalau masyarakat sudah mulai berhimpun dan membangun kesadaran dengan semangat keswadayaan, inilah awal daripada pembangunan nasional yang sesungguhnya. Jadi, jangan hanya tergantung dari pemerintah,” jelas alumni IPB itu.

“Benar pemerintah itu bisa memberikan arah, membuat regulasi, membuat peraturan dan undang-undang. Tetapi ini harus ada kesadaran dari para masyarakatnya sendiri. Masyarakat sendiri harus menyadari bahwa pembangunan itu adalah untuk kita semua,” imbuh Rachmat yang pernah menjabat sebagai komisaris independen di Nusantara Sawit Sejahtera itu.

Sumber ; cnn indonesia
Editor ; domi dese lewuk.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Pangan Cabai dan Bawang Merah

    Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Pangan Cabai dan Bawang Merah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 87
    • 0Komentar

      Msinews.com 6 Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai besar, dan bawang merah di daerah masing-masing. Pasalnya, saat ini komoditas tersebut mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah akibat kurangnya ketersediaan pasokan. “Kalau masyarakat kita, masyarakat Bapak-Ibu [Pemda] sekalian yang di daerah […]

  • Menilik Ragam Upaya Pemerintah Selesaikan Penataan Pegawai Non-ASN

    Menilik Ragam Upaya Pemerintah Selesaikan Penataan Pegawai Non-ASN

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Berbagai kolaborasi strategis dan upaya konsisten telah dilakukan pemerintah dalam percepatan penyelesaian penataan pegawai non-aparatur sipil negara (ASN). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengungkapkan penataan tenaga non-ASN telah dimulai sejak tahun 2005. Pemerintah secara periodik melakukan pendataan tenaga non-ASN dan mengangkat tenaga non-ASN. Pada tahun 2014, Undang-Undang No. […]

  • Mimpi Basah pada Bulan Ramadhan: Apakah Membatalkan Puasa?

    Mimpi Basah pada Bulan Ramadhan: Apakah Membatalkan Puasa?

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.cim – Dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, umat Islam sering kali menghadapi pertanyaan mengenai hukum mimpi basah. Apakah mimpi basah dapat membatalkan puasa seseorang? Bagaimana jika mimpi basah terjadi setelah menonton film porno? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita simak penjelasan dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, K.H. […]

  • HUT Emas KNPI ke-51, Ketua DPD KNPI PALI: Kabupaten Pertama di Sumsel sebagai Tuan Rumah

    HUT Emas KNPI ke-51, Ketua DPD KNPI PALI: Kabupaten Pertama di Sumsel sebagai Tuan Rumah

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PALI, msinews.com-Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) secara resmi menunjuk DPD KNPI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun  Emas KNPI ke-51. Sehubungan dengan rencana kegiatan bertaraf nasional itu, pengurus DPD KNPI Kabupaten PALI), Provinsi Sumsel bergerak cepat berudiensi dengan Pemkab PALI, pada Selasa (23/7/2024) Audensi dengan […]

  • Eddy Soeparno Beri Solusi Cegah Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk

    Eddy Soeparno Beri Solusi Cegah Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kualitas udara di kota Jakarta kembali memburuk pada Kamis 29 Mei 2025. Polusi udara di kota ini kembali tercatat sebagai yang terburuk ketiga di dunia dan masuk kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif. Data IQAir mencatatkan bahwa pada pukul 5.49 WIB, AQI Jakarta berada di angka 154, mengindikasikan udara tidak sehat akibat polusi PM2.5 […]

  • Komnas HAM ; Januari-Juni 2024 Terdapat 41 Kasus Kekerasan di Tanah Papua

    Komnas HAM ; Januari-Juni 2024 Terdapat 41 Kasus Kekerasan di Tanah Papua

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 109
    • 0Komentar

     Jayapura,msinews.com– Sepanjang semester pertama atau pada periode 1 Januari hingga 1 Juni 2024 terdapat 41 kasus kekerasn di Tanah Papua. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey di Jayapura, Senin pekan lalu. Komnas HAM Perwakilan Papua mencatat bahwa sejak semester pertama dari 1 Januari hingga 1 Juni 2024 telah terjadi kasus […]

expand_less