Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Disbud Palembang Gelar FGD: Potret Sejarah dan Budaya Kota Palembang dalam Bingkai Prangko

Disbud Palembang Gelar FGD: Potret Sejarah dan Budaya Kota Palembang dalam Bingkai Prangko

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang, msinews.com – Prangko setiap penerbitannya memuat pesan n simbol tersendiri, unik, dan visualisasinya menjadi alat perekam sejarah. Secara eksplisit (tersurat) dan implisit (tersirat) prangko juga merekam Kebudayaan manusia.

Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang menyenangkan Focus Group Discussion (FGD) tentang Landmark Kota Palembang, bertema “Potret Sejarah dan Budaya Kota Palembang dalam Bingkai Prangko”. FGD tersebut berlangsung di Hotel Swarnadwipa, Palembang, Senin (14/10/2024), pukul 08.30 s.d. selesai.

Kadisbud Palembang H. Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM menyatakan Disbud Kota Palembang dan staf berkomitmen melestarikan bangunan tua sebagai kekayaan sejarah dan budaya kota Palembang dalam bentuk perangko.

FGD Landmark Kota Palembang menghadirkan tiga pemrasaran, yaitu (1) Rahmat Asaat Hamid dari Pengurus Pusat Perhimpunan Filatelis Indonesia (PP-PFI), (2) Kemas Ari Panji, M.Pd dari pemerhati sejarah Palembang, dan (3) Eko D. Prasetyo dari aktifis Filatelis Palembang.

Hadir dalam FGD secara web zooming antara lain Ketua Umum PP PFI Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. dan Kadisbud Palembang H. Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM. Para undangan hadir secara offline, antara lain Staf Ahli Pj Walikota Palembang H. Rudi Indawan, SH. MKn sebagai plt. Asisten II, Kepala Bidang Dokumentasi dan Publikasi Budaya Hj. Vinita Citra Karini, SE., M.Si., Kepala Seksi Publikasi Budaya Triyoga Jati Purnomo, S.Sn, para pekerja seni, pemerhati budaya, pemerhati sejarah, dan kalangan filatelis di Palembang.

Setelah pebukaan FGD, Rahmat selaku Pembicara Utama menyampai prasarannya tentang sejarah prangko dan etiologi (asal-muasal) berdiri Perhimpunan Filatelis Indonesia (PDI).

Rahmat mengupas arti penting prangko dan kegiatan filateli dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Prangko sesungguhnya menyangkut juga identitas berdiri suatu negara. Prangko memang merupakan benda pos tetapi perannya berkaitan dengan jejak sejarah dan budaya suatu bangsa,” kata Rahmat.

Peserta utusan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan.

Secara lebih detail Rahmat membuktikan, penerbitan prangko hampir selalu didasari tema pokok dan berseri. Ikon-ikon Kota Palembang dan Sumsel, seperti Jembatan Ampera, Rumah Limas, Tari Gending Sriwijaya, Pakaian Adat, Makanan Khas, dan sebagainya sejak masa lalu telah kerap tampil sebagai tema dan seri prangko.

Jadi dapat dikatakan, lanjut Rahmat, prangko secara tidak langsung merupakan rekaman peristiwa atau sejarah, bahkan kebudayaan luhur suatu masyarakat dari seluruh Indonesia,

Paparan historiografi Rahmat dilanjutkan oleh Kemas Ari Panji dalam konteks sejarah dan semiotika Palembang sebagai obyek prangko. Dalam pemrasarannya Kemas Ari menguraikan banyak sekali terminologi kebudayaan yang telah jejak perjalanan dalam prangko.

Foto bersama usai acara

Kemas Ari Panji telah menekuni kegiatan filateli sejak masih sekolah menengah. Hingga saat masih mahasiswa pun dia masih “gila” mengkoleksi prangko. Kendati cukup banyak mengeluarkan uang tapi Ari menemukan kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapat koleksi lebih lengkap tentang suatu tema tertentu.

Selain yang sudah diungkapkan Rahmat, Kemas Ari Panji menambahkan beberapa tema pokok lagi, misal tentang buah-buahan, senjata khas, even olahraga, gedung dan situs cagar budaya, dan lain-lain.

Menyusul pemrasaran ketiga dari mewakili para filatelis, Eko B. Prasetyo makin menambah hangat suasana fokus diskusi. Eko bertutur tentang banyak aspek yang dia temukan melalui kegiatan mengkoleksi prangko. Eko menyebut filateli sebagai suatu wacana menambah teman sekaligus bersosialisasi tentang sesuatu hal yang sebelumnya telah disepakati sebagai simbol bersama.

Eko menyesalkan jika saat ini prangko cenderung ditinggalkan dan sudah sangat jauh dari aktivitas hidup keseharian. Otokritik Eko itu dalam sesi Tanya Jawab mendapatkan tanggapan dari pihak yang mewakili PT Pos Indonesia. Menurut PT Pos Indonesia, keberadaan prangko tidak dimusnahkan tapi dikembalikan ke Pusat untuk disimpan atau diarsipkan.

Jasa pengiriman melalui PT Pos Indonesia secara umum terkendala oleh tracking, dalam artian konsumen tidak dapat mengetahui secara tepat posisi barang yang sedang kiriman. Masalah tracking itu menjadi keterbatasan utama dari PT Pos Indonesia dibandingkan dengan jasa pengiriman oleh pihak swasta.

FGD berhasil menyepakati beberapa poin penting, salah satunya menyetujui mengusulkan landmark Kota Palembang menjadi suatu tema pokok penerbitan prangko kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia di Jakarta.

Landmark Kota Palembang yang akan diusulkan dimaksud adalah ikon penting di dalam tujuh periode/zaman: (1) Tradisi Megalitik Dataran Tinggi Pasemah; (2) Sriwijaya; (3) Kerajaan Palembang; (4) Kesultanan Palembang Darussalam; (5) Kolonial (era penjajahan); (6) Kemerdekaan; dan (7) Mutakhir/Mileneal (digital dan metaverse). (SN/Biro SumselBabel).**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Panggil Ketua DPD PDIP Lampung, Buntut Duit Haram SYL

    KPK Panggil Ketua DPD PDIP Lampung, Buntut Duit Haram SYL

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – KPK Panggil Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung terkait kasus korupsi exs mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), buntut duit haram SYL. Sudin dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK panggil ketua DPD PDIP provinsi Lampung, yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, untuk meminta […]

  • Menaker Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

    Menaker Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JENEWA,MSINEWS.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berada di Jenewa, Swiss, membawa pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kehadiran negara dalam melindungi pekerja Indonesia, termasuk awak kapal perikanan yang bekerja di sektor berisiko tinggi. Pesan tersebut akan ditegaskan Menaker dalam rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114, salah satunya melalui agenda penyerahan instrumen […]

  • Apresiasi Langkah Cepat Polri, Menkominfo: Kita Darurat Judi Online

    Apresiasi Langkah Cepat Polri, Menkominfo: Kita Darurat Judi Online

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi memberi apresiasi atas tindakan tegas Polri terhadap pihak-pihak yang mempromosikan judi online, termasuk penangkapan selebgram SZM di Bogor baru-baru ini. “Kami memberi apresiasi tinggi buat Polri yang mengambil tindakan cepat dan tegas dalam memberantas judi online. Para pelaku makin berani dan terang-terangan mempromosikan judi online via […]

  • Kardinal Ignatius Suharyo ; Mari Menjaga Jakarta, Jaga Indonesia

    Kardinal Ignatius Suharyo ; Mari Menjaga Jakarta, Jaga Indonesia

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta,msnews.com– Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta menghimbau kepada umat katolik untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi Bangsa yang dalam beberapa hari terakhir ini mencemaskan masyarakat. ”Mencermati kondisi bangsa yang sangat memprihatinkan beberapa hari terakhir ini, kita diajak untuk memahaminya sebagai tanda-tanda jaman” imbuh Kardinal ketiga dalam Gereja Katolik di Indonesia itu dalam video yang […]

  • Wakasad: TMMD Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa

    Wakasad: TMMD Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Buntok,msinews.com-Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tandyo Budi R. menegaskan bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian masyarakat, khususnya dalam aspek peningkatan perekonomian desa. Pernyataan tersebut disampaikan Wakasad saat menutup secara resmi Program TMMD ke-124 Tahun 2025 di wilayah Kodim 1012/Buntok, […]

  • Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

    Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Reformasi Agraria sejatinya telah dimulai sejak 24 September 1960,seiring diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, yang sering disingkat menjadi UUPA 1960. Namun, pelaksanaannya hingga sekarang belum berjalan sesuai yang diharapkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Taufik Basari menyampaikan pandangannya dalam diskusi mengenai reforma agraria dan hak masyarakat […]

expand_less