Rab. Feb 25th, 2026

BNPB Minta Warga Jawa Timur Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Susulan

Msinews.co- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

BNPB menyampaikan imbauan tersebut meski banjir di sejumlah wilayah terdampak mulai surut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan ketinggian muka air di beberapa daerah terus menurun.

Kabupaten Pasuruan yang sebelumnya terdampak paling parah kini mencatat sisa genangan sekitar 10 hingga 50 sentimeter.

“Ketinggian muka air kini tersisa sekitar 10 hingga 50 sentimeter,” kata Abdul Muhari, Selasa (24/2).

BNPB menurunkan dan mempertahankan tim gabungan di lapangan, terutama di Pasuruan, untuk membantu warga terdampak sekaligus memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar.

Pemerintah daerah juga menetapkan status tanggap darurat bencana hingga akhir Maret 2026.

Banjir yang terjadi sejak pertengahan Februari itu muncul akibat luapan daerah aliran Sungai Wrati dan Sungai Rejoso.

Peristiwa tersebut berdampak pada sedikitnya 2.363 kepala keluarga di sejumlah kecamatan yang hingga kini masih mendapatkan pendampingan petugas.

BNPB tetap mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur. Abdul menegaskan situasi memang mulai kondusif, namun potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih mengancam sejumlah wilayah.

Wilayah Jawa Timur saat ini berada dalam kategori siaga cuaca ekstrem. Penguatan Monsun Asia mendorong pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah selatan dan tengah Pulau Jawa.

Sementara itu, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan Jawa Timur dan Jawa Tengah masih berada dalam periode kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 26 Februari 2026.

Sukoharjo, Wonogiri, dan Pasuruan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari.

BNPB menilai peningkatan curah hujan dalam durasi lama dapat memicu banjir susulan dan genangan baru di wilayah rawan. Karena itu, BNPB meminta masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah.

BNPB juga mengimbau warga segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dengan jarak pandang terbatas.*

By Media Sejahtera Indonesia

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *