Sel. Feb 17th, 2026

BNPB Salurkan Dana Stimulan Rp369,9 Miliar untuk 17.251 KK di Aceh dan Sumatera

 

Msinews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan dana stimulan pembangunan rumah rusak ringan hingga sedang senilai Rp369,9 miliar kepada 17.251 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bantuan tersebut menjangkau 25 kabupaten/kota terdampak di wilayah Sumatera.

“Bantuan stimulan rumah rusak hari ini disalurkan kepada 17.251 KK di 25 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatera Utara. Total nilai bantuan mencapai Rp369,915 miliar,” kata Suharyanto di Lhokseumawe, Aceh, dikutip pada Minggu 17 Februari 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang di Balai Kota Lhokseumawe.

BNPB menetapkan besaran bantuan Rp15 juta per KK untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta per KK untuk rumah rusak sedang. Skema ini dirancang agar perbaikan rumah dapat segera dilakukan tanpa menunggu proses panjang.

“Masih ada 24 kabupaten/kota yang sedang dalam proses verifikasi data dan penyalurannya akan segera dilakukan pada minggu depan,” ujarnya.

Di Kota Lhokseumawe, tercatat 23 KK menerima bantuan rumah rusak ringan dan 1.178 KK menerima bantuan rumah rusak sedang dengan total bantuan Rp35,685 miliar. Hampir 90 persen pengajuan pemerintah kota telah disetujui. Sebanyak 21 KK masih menunggu verifikasi ulang sebelum pencairan dilakukan.

Suharyanto menjelaskan verifikasi dilakukan berjenjang. Tim gabungan memeriksa langsung kondisi rumah warga untuk menentukan kategori kerusakan sesuai petunjuk pelaksanaan. Data kemudian diverifikasi hingga tingkat pusat sebelum disetujui.

Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima. Warga dapat mencairkan hingga 80 persen dari total bantuan pada tahap awal. Sisa 20 persen baru dicairkan setelah penerima menunjukkan bukti penggunaan dana untuk perbaikan rumah.

Skema bertahap ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk memulihkan hunian warga. Dalam kebencanaan, rumah bukan sekadar bangunan ia adalah fondasi stabilitas sosial. Dan ketika fondasi itu retak, kecepatan sekaligus ketepatan menjadi kunci.*

By Media Sejahtera Indonesia

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *